
Mendengar tawaran dari seorang wanita itu,daniar dan poppy saling pandang serta saling melempar pertanyaan.Apakah mereka akan mengikuti saran dari wanita ini atau tetap ingin melanjutkan perjalanan mereka.
"Gimana pop?" tanya daniar pada poppy lalu menatap wajah wanita yang tengah berdiri di samping mobil nya serta melemparkan senyum pada wanita itu.
"Aku ikut kamu aja deh niar!" jawab poppy sekenanya yang membuat daniar melotot ke arah nya.
"Lu gimana si? kok jadi gue?" sunggut nya kesal
Mereka terus saja berdebat, sementara wanita itu masih terus setia berdiri di sana sambil terus memperhatikan mereka yang masih asik berdebat.
"Kalau kalian tidak mau tidak apa apa mbak!"
"E-eh bukan begitu mbak! sebentar ya" jawab daniar cepat dengan wajah yang tak enak
"Buruan dong pop jawab! lu mau ikut gak ini? kasian tuh mbak mbak nungguin" bisik nya pelan namun penuh penekanan
"Yaudah deh,kita ikut aja deh mbak!"
"Tapi mbak janjikan bakalan nganterin kita berdua besok pagi ke rumah itu" sambung poppy dengan senyuman
"Iya mbak saya janji"
"Oh iya,nama saya mala! kalau kalian namanya siapa?
"Saya daniar mbak mala! kalau anak ingusan ini namanya poppy" jawab daniar sambil mengejek sahabat nya
"Masuk dulu aja mbak ke dalam mobil,nanti tolong mbak arah kan ya menuju desa" lanjut daniar
Wanita bernama mala itu pun langsung mengiyakan ucapan daniar,dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Kita putar balik dulu mbak! soal nya desa saya di arah sebalik nya"
Mendengar perkataan mala daniar pun langsung menuruti nya dan dengan segera memutar mobil ke arah sebalik nya.
Selama di perjalanan mereka bertiga tidak banyak mengobrol,daniar hanya bertanya sesekali pada mala yang tengah duduk di kursi belakang.
"Masih jauh gak mbak? soalnya tangan saya sudah keram banget hampir seharian nyetir mobil"
"Alaah! seharian mata lu so*plak! gak usah di percaya mbak,niar banyak bohongnya" sahut poppy yang membuat mala terkekeh pelan
"Aah! diem lu berisik banget! main nyamber aja"
"Gue tuh gak ngomong sama lu kali" sambung daniar kesal
"Sudah mbak! jangan berdebat terus" potong mala
"Desa saya ada di depan sana! mbak liat kan rumah di ujung sana?"
"Ooh! iya mbak saya liat"
"Nah itu desa saya mbak!"
Daniar yang mengetahui bahwa desa mala sudah ada di depan mata,tanpa berlama lama lagi daniar langsung menginjak pedal gas dengan kecepatan penuh, yang membuat poppy dan mala ketakutan bukan main.
"Niar! lo mau mati ya?"
__ADS_1
"Tenang aja pop! kita sudah mau sampai gue udah pegel banget nih sumpah"
Tak membutuhkan waktu yang lama kini mobil yang mereka tumpangi telah berhenti tepat di depan sebuah rumah sederhana bewarna putih yang tak lain adalah rumah mala.
Sama seperti kedatangan ardi dan mayang tadi pagi, seluruh warga yang tengah berada di luar rumah kembali melihat ke arah mobil mereka dengan tatapan penuh menyelidik.
"Turun mbak! itu rumah saya"
"Tapi tunggu deh mbak!" cegah poppy
"Ada apa mbak?"
"Itu kenapa orang orang pada ngeliatin nya sampe segitunya banget ya? jadi serem ihhh" jawab poppy sambil menggidikkan bahu nya
"Ah,itu mereka semua adalah tetangga saya mbak! mereka memang sudah biasa seperti itu.Jadi mbak daniar dan mbak poppy tidak perlu khawatir mereka tidak akan menyakiti kalian"
"Beneran mbak? tapi....
"Uda deh pop banyak omong lu ahk! kesel gue lama lama"
"Udah yuk mbak! biar kita saja yang turun,biarin aja bocah ingusan ini sendiri di dalam" sunggut daniar lagi
Akhirnya mereka berdua turun dari mobil tanpa poppy bersama mereka.Mala pun mempersilahkan kan daniar untuk masuk ke dalam.
"Assalamualaikum kek! nek! kita ada tamu ni dari kota, kebetulan mereka temen temennya mbak mayang"
"Ayo masuk mbak! tidak apa apa jangan malu begitu" bisik mala pada daniar
Bersamaan dengan itu keluarlah seorang wanita tua dari dalam rumah kemudian di susul dengan seorang pria tua.Yang tak lain dan tak bukan mereka adalah nek ijah dan kek salman yang sempat di temui oleh mayang.
"Waalaikumsalam,mari masuk nak! kalian pasti lelah karna perjalanan yang sangat jauh"
"Nak mayang juga seperti itu saat berkunjung ke rumah kakek"
"Mayang? tadi mayang ke sini juga kek?
"Iya mbak! mereka semua tadi pagi berkunjung ke rumah kami.Saya juga sempat ikut dengan mereka pulang tadi,karna saya ingin bermain lebih lama dengan kedua anak mbak mayang!"
"Ooh jadi begitu! baiklah saya akan memanggil poppy dulu sebentar" ucap daniar yang menadapat anggukan oleh mereka
"Gak usah! gue udah di sini" sahut poppy yang tiba tiba muncul tepat saat daniar baru saja membalikkan tubuhnya.
"Plaaakk..!"
"Awwww! niaaar! kenapa lo nampar gue?" pekik poppy yang menarik semua perhatian penduduk desa
"Sorry pop! gue refleks!" jawab daniar sambil menutup mulut nya dengan telapak tangan
Akibat mendapat tamparan dari daniar yang tiba tiba, membuat poppy tak mampu menahan amarahnya dan perdebatan pun tak lagi dapat terhindari yang membuat semua orang berkerumun ke arah mereka.
"Sudah! sudah! malu di liatin orang mbak! sebaiknya sekarang kita masuk yuk" ajak mala yang berhasil membuat mereka diam dan tak dapat berkutik lagi.
"Siapa lagi yang kau bawa ke desa ini mala?" tanya seorang penduduk desa
"Mereka berdua adalah teman temannya mas ardi dan mbak mayang yang berkunjung ke rumah mala tadi pagi paman" sahut mala
__ADS_1
"Kau ini apa apaan si mala? sebenarnya apa mau mu? kenapa kau terus saja membawa orang asing masuk ke desa kita ini?"
"Dimana kau bertemu dengan mereka?"
"Di jalan paman! saat mala hendak kembali ke rumah"
"Memangnya dari mana kau?"
"Mala habis dari rumah mbak mayang paman! memangnya kenapa?"
"Apa?" pekik pria itu
"Woi! biasa aja dong jangan teriak teriak gitu!"
"Kelem! santai om!" sahut daniar yang memang sudah tersulut emosi
"Diam kalian manusia manusia terkutuk! sebaiknya kalian pergi lah dari sini sekarang juga"
"Apa om bilang kita terkutuk?"
"Lu gak denger apa katanya pop? kur*ng aj*r ni om om emang"
"Tau tuh! gak sopan banget" timpal poopy yang juga tersulut emosi
Kek salman dan nek ijah yang melihat itu tak lagi berdiam diri,mereka berdua langsung menghampiri mereka dan meminta mereka agar segera masuk ke dalam rumah.
"Ayo mala ajak mereka masuk" pinta nek ijah dengan wajah yang panik
"Iya nek!"
"Ayo mbak daniar,mbak poppy" ajak mala tapi untungnya mereka berdua tak menolak
Kini mereka bertiga telah masuk kedalam rumah dan duduk di sebuah bangku, sementara itu mala langsung meninggalkan mereka berdua karna ingin menyiapkan minuman untuk mereka.
Dan bersamaan dengan itu mereka berdua masih mendengar suara suara penduduk desa yang sangat riuh seperti menghakimi mereka berdua,dan meminta pada kek salman serta nek ijah agar mengusir mereka berdua dari desa.Namun terdengar kek salman terus memberikan pengertian pada penduduk desa agar mereka mau mengerti dan mengizinkan mereka tetap berada di rumahnya sampai esok pagi.
"Tidak kek! kami tidak akan membiarkan nya kali ini"
"Kalian sudah melewati batas! dan kalian berdua ini sudah melanggar peraturan desa yang sudah 5 tahun di buat.Kalian liat lah sekarang! cucu kalian si mala sudah berani memasuki hutan terkutuk itu"
"Mereka harus pergi dari sini" teriak pria yang sama itu lagi lalu berjalan masuk kedalam rumah tanpa izin.Yang membuat daniar dan poppy yang tengah duduk kini langsung bangkit dari duduk mereka.
"Pergi kalian" ucap pria itu lantang sambil menarik kasar tangan mereka berdua sampai keluar rumah
"Lepaskan mereka paman" sahut mala yang tengah berdiri di ambang pintu
"Tidak mala! kali ini tidak"
Saat mendengar penolakan pria itu,mala yang tadi nya berdiri tegak dengan wajah menatap kearah pria itu kini menundukkan kepalanya.
"Apakah paman tetap terus memaksa mengusir mereka?" lirih nya
Bersamaan dengan itu angin tiba tiba saja berhembus dengan sangat kencang membuat seluruh penduduk desa kaget bukan main.
"Lepas kan mereka! mereka adalah milik ku" teriak mala yang kini telah mendongak kan kepalanya serta menatap wajah pria itu.
__ADS_1
"Ma-mala kau? mata mu?
"Lepaaaaaas!" teriaknya kembali yang membuat pria itu langsung berjalan mundur setelah melepaskan tangan mereka berdua.