
Setelah selesai menunaikan solat subuh berjamaah,ke dua anak ku memilih untuk duduk di ruang tengah sambil menonton video YouTube di ponsel ardi.
Terus ku perhatikan mereka yang sedang asik hingga tertawa kecil beberapa kali,mungkin mereka sedang menikmati film yang mereka sukai.
Sempat beberapa saat keenan melihat ke arah ku yang sedang berdiri di depan pintu kamar yang terus memperhatikan mereka,namun itu tak berlangsung lama hanya beberapa detik saja lalu ia kembali fokus menatap layar ponsel.
"Huuft...".ku hembuskan nafas panjang lalu dengan hati yang tak tenang memberanikan diri untuk menghampiri mereka
"Sayang...kalian sedang apa?".sapa ku basa basi untuk mencuri perhatian mereka
"Kita sedang nonton mobil mobilan mah,seru tau mamah mau liat tidak?".ujar kevin sambil tersenyum pada ku dan menggeser sedikit ponsel itu ke arah ku.Yang membuat wajah keenan berubah menjadi murung.
"Tidak,kalian saja yang nonton! mamah hanya ingin duduk menemani kalian di sini".ucap ku lembut
"Oke mah!".ucap kevin dan kembali menggerakkan ponsel itu ke arah keenan
"Tidak abang! keenan tidak mau liat".ucap nya tiba tiba
"Kenapa dek? ini tuh seru tau! liat deh mobilnya jatuh ke lumpur"
"Tidak mau abang! keenan mau pindah ke ruang tamu saja!".ucapnya sambil turun dari sofa dan berjalan menuju ruang tamu
Aku yang melihat itu sangat merasa bersalah,apakah karna aku datang menghampiri mereka membuat keenan menjadi tidak nyaman?.batin ku
"Mah? mamah kenapa kok bengong gitu?"
"Ah,tidak mamah tidak bengong kok! ayo sekarang kevin buruan samperin keenan sana! kasian dia"
"Tapi mah...
"Tidak apa apa sayang"
"Ayo sana samperin keenan,lanjutin lagi nonton nya"
"Iya deh mah! kevin ke keenan dulu ya mah".ucapnya lalu berlari kecil menuju keenan yang kini duduk di atas sofa memasang wajah murung!
"Kenapa bu?".tanya ardi menghampiri ku lalu duduk tepat di sebelah ku
__ADS_1
"Kamu lihat kan tadi? keenan seperti menjauh dari saya"
"Saya khawatir jika ini terus di biarkan berlarut larut,saya takut dia akan menjauhi saya untuk waktu yang lama".ucap ku dengan nada cemas sambil meremas jari jari ku
"Apakah akan menjadi seburuk itu bu mayang? saya rasa itu tidak akan terjadi! maksud saya,keenan itu adalah anak bu mayang dan bu mayang sendiri adalah ibunya"
"Saya yakin dalam beberapa jam dia akan kembali menghampiri bu mayang!".lanjutnya
"Ya semoga saja apa yang kamu bilang itu benar di! saya sangat mencemaskan hal itu saja tidak lebih!"
"Iya bu,saya sangat mengerti akan hal itu! saya juga mengerti apa yang ibu rasakan saat ini pasti sangat tidak enak dan rasanya sangat berbeda"
"Lalu? apa yang harus saya lakukan sekarang di? tolong beri solusi pada saya".tanya ku sambil menatap wajahnya
"Untuk sekarang, sebaiknya jangan lakukan apapun bu mayang! biarkan keenan terus seperti itu untuk hari ini."
"Dan jika sampai besok kelakuannya tetap seperti itu,maka kita akan langsung pikirkan bagaimana cara dan solusinya"
Setelah ardi mengatakan itu pada ku,kami tidak lagi melanjutkan obrolan.Aku memilih untuk diam sambil memikirkan cara agar keenan kembali dekat dengan ku.
Perlahan tapi pasti,aku sudah menemukan 1 cara untuk membuatnya tidak murung lagi.
"Ah itu...iya bu masih ada! semua bahan bahannya ada di lemari,saya hanya menggunakan sedikit saat membuat roti kemarin"
"Baiklah,kalau begitu saya akan langsung ke dapur dan membuat pancake untuk keenan,dia pasti suka".
"Memangnya mereka suka pancake bu?".tanya ardi yang membuat ku sedikit keheranan
"Tentu,mereka sangat menyukai makanan itu!memangnya kenapa? bukannya kamu juga suka di?
Ardi menggeleng kan kepala nya pelan sambil cengar cengir tak jelas."Tidak bu mayang! saya tidak suka"
"Yasudah kalau begitu saya ganti menu nya jadi nasi goreng saja"
"Bagaimana?"
"Kalau itu saya suka bu hehehe......"
__ADS_1
Mendengar persetujuan nya aku langsung melenggang menuju dapur dan segera memasak nasi goreng untuk sarapan pagi kami kali ini.
Sekitar 30 menitan kini nasi goreng buatan ku sudah tersaji di atas meja makan.
"Kevin,keenan ayo sarapan dulu!".teriakku memanggil mereka sedari tadi masi setia fokus menatap layar ponsel.
"Sebentar mah! nanggung nih lagi seru".sahut kevin
"Sekarang sayang! kita harus cepat karna om ardi akan mengajak kita pergi ke desa"
Mendengar ucapan ku barusan seketika kevin langsung berlari ke arah ku.
"Beneran mah kita bakalan pergi ke desa?".tanyanya antusias
"Iya sayang,kita akan ke sana setelah sarapan"
"Keenan ayo kesini sayang,sarapan dulu yuk!"
"Keenan?".teriak ku lagi namun anak itu tidak bergeming sedikitpun
"Biar saya saja bu!".sahut ardi yang baru keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan ke arah keenan
Terus ku perhatikan dari sini,tampak ardi berbicara pada keenan namun anak ku hanya bergeleng geleng saja.
"Ayo!".ajak ardi yang kini sudah bangkit dari sofa dan mencoba mengulur kan tangannya berharap keenan mau meraih nya.
"Tidak om! keenan tidak mau".ucapnya seperti ingin menangis
aku yang melihat itu dengan cepat langsung menghampirinya dan meninggal kan kevin di meja makan,karna dia telah menikmati sarapan nya.
"Keenan sayang,kenapa menangis?".tanya ku dan berusaha mendekat ke arahnya
"Jangan mamah! keenan takut!".ucap nya semakin tergugu dan beringsut mundur
"Takut?".tanya ku tak mengerti
"Takut kenapa sayang? ini mamah kenapa keenan harus takut? mamah tidak akan menyakiti keenan!".ucap ku yang terus berusaha membujuknya tapi juga tidak membuahkan hasil,anak ku terus saja bergeleng dan menjauh saat aku mendekat ke arahnya.
__ADS_1
"Ada apa ini di? kenapa keenan seperti ketakutan pada saya? memangnya apa yang salah?"
"Saya juga tidak tau bu mayang".jawab ardi dengan wajah lesu kemudian menundukkan kepalanya.