
Tak hanya sampai di situ,aku kembali di kejutkan dengan kemunculan bayangan bewarna putih yang seolah olah keluar dari dalam bingkai tersebut.
"Astagfirullah,bayangan apa itu?".ucap ku kaget sambil menutup mulut ku dengan telapak tangan.
Bersamaan dengan kemunculan bayangan putih tersebut,aku kembali mencium aroma melati yang begitu menyengat masuk ke dalam indra penciuman ku.
Tak berselang lama,aku juga merasakan sebuah hawa panas perlahan meniup ke bagian belakang leher ku lalu dengan cepat merambat ke bagian seluruh tubuh ku!
"Aaaaargh".erang ku kesakitan karna tak mampu lagi menahan rasa sakit yang benar benar luar biasa ini.
"Ardi....tolong sayaaaaaa!".teriak ku sekeras mungkin agar terdengar oleh nya.
Tapi seperti nya teriakan ku barusan hanya lah sia sia saja,ardi masih belum juga muncul dan menolong ku!
"Siapa pun kamu tolong lepaskan saya! ini sakit sekali"
"Aaaaaaaaahg......lepaskan saya!".erang ku lagi dengan berurai air mata.
Dengan rasa sakit yang masih mengalir kesekujur tubuh ku,aku kembali melihat bayangan putih itu melayang perlahan mendekat ke arah ku.
"Maafkan saya mbak!"
"suara i-itu......Laras".desis ku
Saat aku baru selesai menyebut kan nama itu,kembali ku lihat cahaya putih yang sangat terang menyapu seluruh tubuh ku,yang membuat ku langsung menutup kedua mata ku dengan telapak tangan.
Saat aku menyadari bahwa cahaya itu sudah benar benar hilang, dengan perlahan ku buka kembali mata ini.Dan betapa shock nya aku saat baru menyadari bahwa aku kembali di tempat yang sama.
Tempat dimana saat aku membuka mata ku,maka akan keluar seorang pria tua dari dalam mobil pik up tersebut.Lalu dengan cepat berlari kencang menuju ke arah rumah tersebut.
Saat pria tua itu sudah sampai di sana terdengar suara teriakan seorang wanita yang waktu itu juga terdengar oleh ku,tanpa pikir panjang aku langsung berlari ke arah rumah tersebut.
Namun langkah ku terhenti saat tangan ku di tarik oleh seseorang,saat aku berbalik aku melihat seorang wanita dengan kulit putih bersih,berambut coklat panjang sebahu yang di biarkan tergerai, serta mengenakan gaun putih.
"La-laras".ucap ku lirih
__ADS_1
"Iya mbak ini saya! mari biar saya tunjuk kan sesuatu".ajak nya pada ku
"Ke-kemana?".tanya ku tak mengerti
"Jangan takut! ayo ikut lah dengan saya mbak! sebentar saja".ucap nya memohon pada ku.
tanpa persetujuan dari ku,sosok wanita bernama laras itu langsung menarik tangan ku agar aku ikut bersama nya,aku yang masih bingung pun langsung mengikuti nya tanpa perlawanan apa pun
dia menuntun ku ke hadapan seorang pria tua yang sedang terduduk di tanah sambil menangis dan terus berteriak histeris.
"pria tua itu...."
"ya,pria tua yang ada di hadapan mbak sekarang ini adalah kek salman,yang mbak temui saat pagi tadi"
"dia adalah kakek kandung ku"ucap nya dengan nada yang gemetar seperti menahan tangis
aku yang mendengar ucapan nya pun sontak terkejut,belum sempat aku bertanya apa pun pada nya, dia langsung menarik kembali tangan ku menuju ke arah rumah tua itu.
saat kami berdua tepat berada di depan pintu rumah itu,aku langsung menghenti kan langkah ku.lalu laras yang menyadari akan hal itu langsung membalik kan tubuh nya ke hadapan ku.
tidak seperti kemarin,tidak ada ku rasakan dorongan yang sangat kencang dari arah belakang tubuh ku yang sampai membuat tubuh ku tersungkur ke lantai,aku dan laras langsung menembus ke dalam,seperti tidak ada penghalang apa pun di sana.
"apa mbak liat wanita yang berdiri di sana"ucapnya sambil menunjuk ke arah wanita yang sedang meracau dan memaki wanita yang terkulai lemas di lantai itu.
"dia adalah kakak ku,mala"sambung nya.
"mala...???"tanya ku.
"ya mbak! dia adalah mala yang saat ini berada di rumah mbak,dia lah yang telah dengan tega membunuh ku"
"dan yang tergeletak tak berdaya di sana itu adalah aku,itu adalah diri ku mbak!"ucapnya dengan nada penuh penekanan sambil berurai air mata.
sedangkan aku hanya bisa terdiam mendengar kan Ucap nya,tanpa terasa air mata ini juga ikut mengalir dengan deras,aku tak menyangka kalau penglihatan yang pernah aku lihat kemarin itu adalah kisah dari kematian laras.
Aku sungguh masih tidak percaya dan sekaligus tidak menyangka apa yang sedang ku saksikan saat ini,seorang wanita sebaik laras harus mati dalam keadaan yang sangat mengenaskan seperti itu di tangan kakak nya sendiri.
__ADS_1
Air mata ini terus saja mengalir dengan sangat derasnya,aku harus menyaksikan tubuhnya yang terus di cakar serta di cabik cabik oleh sosok wanita menggunakan gaun merah tersebut.
"Tidaak! saya mohon hentikaaaaan!".teriak ku yang ingin segera berlari untuk menyelamatkan laras yang sedang terkulai lemah di lantai dan tak mampu melakukan perlawanan apa pun.
"Stop mbak! jangan ke sana!"
"Saya sudah mati sekarang".lanjut nya sambil terisak.
Setelah laras mengatakan itu pada ku,sosok itu langsung menyeret tubuh nya masuk ke dalam ruangan yang sampai kini belum ku ketahui itu ruangan apa.
"Mbak!".panggil nya
"Sekarang sudah waktunya raga mbak kembali lagi ke dalam tubuh mbak! kalau tidak akibat nya bisa fatal"
"Fatal?".tanya ku tak mengerti
"Iya mbak! jika mbak tidak keluar sekarang maka raga mbak akan selama nya terjebak di dunia saya!"
"Saya yakin,mbak tidak ingin itu terjadi bukan?.Maka dari itu saya minta pada mbak agar segera lah kembali ke tempat di mana pertama kali mbak bisa sampai di tempat ini"
"La-lalu ba-bagaimana dengan mu?".tanya ku panik.
"Ini adalah dunia saya mbak! saya bisa dengan mudah keluar masuk ke dalam dunia saya maupun dunia mbak! dunia manusia"
"Jadi cepat lah pergi dari sini mbak".pintanya lagi pada ku dengan setengah berteriak.
Dan tanpa menunggu lama,aku langsung menuruti perintahnya,aku segera berlari dan menembus kembali pintu itu.
sejenak ku hentikan langkah ini untuk melihat seorang pria tua yang sudah ku ketahui namanya itu,dan kembali berlari ke arah mobil pick up yang terparkir di depan halaman rumah tua ini.
"cepat mbak pejamkan mata mu sebelum semua nya terlambat..!".teriak laras dari depan pintu.
aku langsung memejamkan kedua mata ku dan bersamaan dengan itu tiba tiba saja aku kembali merasakan hawa yang sangat panas itu kembali menyelimuti seluruh tubuh ku, namun hal itu tak berlangsung lama.
saat aku mencoba membuka mata ku,aku sudah ada di rumah dengan posisi yang sama,berdiri di hadapan sebuah bingkai.
__ADS_1