Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 61.Pov Restu 2


__ADS_3

"Apa pak?" tanya mas ardi dengan raut wajah bingung


"Aah! tidak mas! bukan apa apa" jawab ku cepat dan di balas anggukan oleh mas ardi.Setelah itu aku pun meminta pada mas ardi untuk segera mengambil segelas air untuk mbak mayang! karna mbak mayang terus saja mengatakan hal yang sama yaitu "Haus"


Bersamaan dengan itu, dengan langkah was was dan juga tatapan yang tak terlepas dari wajah mbak mayang perlahan aku berjalan menuju ruang tamu serta mendaratkan bokong ini di kursi yang bersebelahan dengan bayu adik ku


Tampak bayu melirik ku sesaat sebelum akhirnya dengan cepat memalingkan pandangannya saat menyadari bahwa aku melihat ke arah nya


"Hauuus!" Ucap mbak mayang kembali


"Sebentar may! si ardi lagi ngambilin minuman lo" jawab mbak daniar


Mendengar jawaban dari mbak daniar tiba tiba saja mbak mayang malah membulat kan mata nya dan menatap mbak daniar dengan tatapan penuh amarah!


"Aku haussss!" erang nya


Sedetik kemudian sontak mbak daniar langsung beringsut mundur menjauhi mbak mayang yang masih saja menatap nya dengan mata yang merah serta senyuman menyeringai


"Aiiiir! di mana air ku"


"Sebentar mbak!" sahut istri ku "Mas ardi tengah mengambil nya di dapur"


"Cepat lah aku sangat haus!" jawab mbak mayang kembali masih dengan suara yang sedikit serak


Seperti yang sudah ku perkirakan, semua orang yang sedang berada di sini masih belum menyadari hal hal aneh yang ada pada diri mbak mayang sampai saat ini! kecuali mbak daniar yang mungkin sudah menyadari keanehan dari sikap mbak mayang!


Tak berselang lama mas ardi keluar dari arah dapur dengan membawa segelas air di tangan nya!


"Ini bu!" ucap mas ardi yang ingin menyuguhkan air itu pada mbak mayang


"Tunggu mas!" cegah ku cepat


"Berikan air itu pada saya" pinta ku yang membuat mas ardi tak mengerti


"Berikan pada saya sebentar mas! saya hanya ingin melihat nya"


"Melihat apa pak?" jawab mas ardi bingung


"Ini hanya air putih biasa,kenapa bapak ingin melihat nya?"


"Haus!" ucap mbak mayang kembali dan ingin meraih air itu


Aku yang melihat itu secepat kilat langsung bangkit dari duduk ku dan mengambil segelas air itu dari tangan mas ardi, sebelum benar benar di raih oleh mbak mayang


"Mas!" seru pak nanda yang terlihat tak terima atas perlakuan ku yang bisa di bilang sangat lancang


"Berikan air itu pada istri saya mas!" sambung pak nanda


Aku yang mendengar itu memilih untuk menghiraukan perkataan pak nanda,dan melangkah memasuki dapur dengan membawa air itu bersama ku!


Tak lagi ku gubris teriakan serta rintihan mbak mayang yang terus saja meminta ku untuk segera kembali dan memberikan air itu pada nya


Dengan cepat langsung ku letak kan segelas air itu di atas meja dan memercik kan sedikit garam di dalam nya dan di barengi dengan doa doa lalu meniup air itu sebanyak 3 kali

__ADS_1


"Pak?" panggil istri ku


"Berikan air ini pada mbak mayang buk!" pinta ku


"Bapak sedang apa?" tanya nya kembali sambil melirik pada sebuah toples kecil yang berisi kan garam


Aku menggeleng cepat dan mencoba untuk memberikan pengertian pada istri ku serta meminta nya untuk kembali ke sana


Dengan langkah berat akhir nya istri ku menuruti perkataan ku.Sedang kan aku hanya mengekor di belakang nya


Saat melihat istri ku kembali dengan membawa lagi segelas air itu,mbak mayang langsung bangkit dari duduk nya sambil merampas segelas air itu dari tangan istri ku!


Tak ingin menunggu lagi, mbak mayang langsung meneguk semua air itu hingga kandas!


"Lagi" erang nya


"Aku sangat haus!"


"I-iya mbak! biar saya ambil kan lagi" jawab istri ku yang kembali membalik kan tubuh nya dan berjalan ke arah dapur


"Tidak buk!" Cegah ku cepat dengan menarik lengan kiri milik nya


"Kenapa pak?"


"Jangan lakukan apa pun! tetap lah di sini"


"Maksud bapak apa?" tanya istri ku lagi "Kasian mbak mayang pak! dia sangat kehausan" tambah nya


"Tapi pak.....


"Buk!" tekan ku yang berhasil membuat istri ku ini terdiam lalu mengangguk setuju


Semua mata kini tertuju pada ku! tak terkecuali pak nanda,yang masih menatap ku dengan tatapan yang sangat marah! dan bisa ku tebak, seperti nya amarah nya pada ku kali ini semakin membuncah! dan itu semakin terlihat jelas saat rahang milik pak nanda mulai mengeras di sertai dengan ke dua tangan milik nya yang sudah mengepal sempurna


"Air! aku mau air"


"Haus!"


Kembali terdengar suara rintihan mbak mayang yang sambil terus memegangi tenggorokan milik nya! tetapi lagi lagi aku hanya bergeming dan memilih untuk membiarkan nya terus seperti itu!


Karna aku tau,saat ini mbak mayang pasti sudah mulai merasakan efek dari air yang di minum oleh nya tadi! yang memang sudah ku racik dengan pelafalan doa doa di dalam air itu! yang kini sudah masuk dan mengalir di dalam tubuh nya


"Pak!" bisik istri ku


"Tenang lah buk! mbak mayang akan baik baik saja"


"Tolong ambil kan kembali sapu lidi itu buk"


"Sapu lidi?"


"Iya buk!"


"Tapi pak...

__ADS_1


"Tidak usah banyak tanya dulu buk!" potong ku


"Cepat ambil kan sapu itu! bapak meletak kan nya di bawah kasur" sambung ku yang di balas anggukan oleh nya


Tak sampai 10 detik,istri ku itu kembali datang menghampiri diri ku yang masih setia berdiri di sini dengan membawa sapu lidi yang ku minta lalu menyerah kan nya pada ku.


"Bapak ingin berbuat apa dengan sapu lidi ini"


"Sapu ini akan berguna saat iblis itu mulai berontak buk!" jawab ku


"Iblis? iblis apa maksud bapak? tolong bicara yang jelas pak! jujur ibuk tidak mengerti sama sekali!"


"Ibuk merasa,tingkah dan kelakuan bapak sangat aneh!"


"Bapak ini sebenar nya kenapa? apa yang bapak lakukan saat ini sudah sangat berlebihan pak"


"Coba bapak lihat,lihat pak nanda yang tengah berdiri di sana! " tunjuk istri ku


"Apa bapak tidak bisa melihat amarah pada wajah pak nanda?"


"Sudah lah pak! ibuk tidak mau ada keributan lagi,biar kan ibuk mengambil air untuk mbak mayang pak! ibu sangat tidak tega melihat mbak mayang seperti itu"


"Dia terlihat sangat tersiksa pak!" terang istri ku panjang lebar yang membuat ku membuang nafas berat


"Terserah ibuk saja" ucap ku pasrah yang kembali membuat istri ku ini ragu untuk kembali ke dapur atau tetap berada di sini sesuai dengan permintaan ku.


"Pergi lah buk" ucap ku kembali sambil menatap dalam mata nya!


Sedetik kemudian terlihat sebuah senyuman manis terukir di bibir istri ku,yang membuat ku membalas senyuman itu dengan sebuah anggukan pelan! yang semakin mempertegas akan persetujuan dari ku.Yang membuat nya langsung berjalan ke arah dapur tanpa rasa ragu sedikit pun!


Saat aku ingin memalingkan wajah ini untuk kembali melihat mbak mayang! betapa terkejut nya aku,saat baru menyadari bahwa mbak mayang yang tadi nya berdiri dengan jarak 5 meter dari ku,kini dia sudah berdiri di hadapan ku yang hanya berjarak kurang dari 1 meter!


"Apa yang sudah kau campur kan ke dalam minuman ku?" lirih nya


"Aku sangat kepanasan restu!"


"Ini sangat panas!"


"Apa kau ingin membunuh ku?" teriak nya lantang tepat di hadapan ku yang kini hanya berjarak beberapa senti saja.Belum sempat lagi kaki ku berjalan mundur tiba tiba saja mbak mayang mencekik leher ku dengan ke dua tangan nya dengan sangat keras.Hingga membuat ku sangat kesulitan untuk bernafas!


Bersamaan dengan itu juga, terdengar suara teriakan mereka bersatu saat menyaksikan apa yang sedang di lakukan mbak mayang pada ku sangat lah di luar dugaan! hingga membuat sapu lidi yang ada di genggaman ku seketika terlepas dan jatuh di lantai


"Sayang kamu kenapa? lepas kan tangan mu dari leher mas restu!" teriak pak nanda yang terus berusaha keras untuk melepaskan tangan istri nya dari leher ku


"Aaaaaargh! kau akan mati saat ini restu!"


"Kau akan matiiii" lengking nya sambil mengeratkan kembali cekikan itu yang membuat semua urat yang ada di leher serta di wajah ku seperti ingin keluar


"Restu!"


"Kau akan mati!"


"Hahahaha"

__ADS_1


__ADS_2