
"Loh,bu mayang mau kemana? kenapa makanannya tidak di makan?".tanya mala yang keluar dari arah dapur membawa sebuah nampan berisikan kue kue an basah,aku tidak pernah melihat makanan seperti itu sebelumnya! mungkin itu adalah makanan khas daerah sini.
"Ah iya,nanti akan saya makan! saya mau keluar sebentar karna keenan terus saja memaksa minta pulang dari tadi"
"Ooh,jadi begitu bu? yasudah kalau begitu!"
"Kalau ada apa apa,segera lah panggil saya".lanjutnya dan aku hanya membalas nya dengan senyuman.
Awalnya aku merasa tidak ada hal yang aneh pada wanita bernama mala ini,namun saat dia berjalan meninggal kan ku.Aku mencium aroma melati yang berasal dari tubuhnya.
"Ayoo maaah!".panggil keenan sambil menarik narik paksa tangan ku.
"Iya,iya sayang! sabar dong"
"Ayo pakai dulu sendalnya,nanti kaki keenan kotor".pinta ku pada ku
Dia pun segera memakai sepasang sendal itu di kakinya.Setelah sendal itu melekat pada kakinya keenan langsung berlari meninggalkan ku begitu saja.Yang membuat ku panik dan refleks mengejarnya kemudian meraih tangan nya.
"Keenan!".ucap ku penuh penekanan saat aku berhasil meraih tangannya.
"Lain kali jangan begitu! nanti kamu jatuh".ucap ku memperingatinya
"Maaf mah! Keenan mau main di sana".tunjuk nya pada sebuah rumah yang memiliki halaman yang cukup luas tepat berhadapan dengan rumah kek salman.Bisa ku lihat di sana ada 5 orang anak laki laki yang seusia keenan sedang bermain di halaman itu.
"Keenan mau ke sana?".tanya ku padanya dan di balas anggukan oleh nya serta senyuman yang lebar.
"Yaudah boleh! tapi jangan nakal ya! coba kenalan dulu sebelum ajak main mereka ingat itu!".kata ku sambil menyolek hidung mungil miliknya.
Mendengar persetujuan ku tanpa menunggu lama keenan langsung berlari menghampiri mereka.
Aku merasa lega,karna keenan sudah tak merasa takut lagi pada ku! bahkan dia sudah memberikan senyuman termanis nya padaku.Memang benar apa yang ucap kan ardi pada ku subuh tadi,kalau keenan akan segera kembali padaku! karna dia adalah anak ku dan aku adalah ibunya.
"Terimakasih ya allah".ucap ku dalam hati
Namun betapa terkejutnya aku,saat keenan baru sampai di sana salah satu anak laki laki yang sedang bermain di sana,tiba tiba saja mendorong tubuh anak ku hingga membuatnya terjatuh ke tanah.
__ADS_1
Aku yang melihat itu langsung menghampirinya.
"Keenan tidak apa apa kan sayang? mana yang sakit?".tanyaku yang berusaha bersikap tenang,walaupun hati ini sangat merasa dongkol pada bocah laki laki yang mendorong keenan.
"Ini mah!".dia menunjukkan ke dua telapak tangannya padaku.
"Mana sayang?".aku yang melihat itu tak tinggal diam! aku langsung berlari ke arah mobil dan membuka pintu bagasi lalu mengambil kotak P3 k.
Saat aku ingin kembali menghampiri keenan sambil berlari, langkah ku terhenti saat semua orang menatap ke arah ku dengan tatapan tak suka! namun aku tak menggubris hal itu,aku memilih untuk melanjutkan langkah menuju keenan yang mungkin sedang kesakitan di sana.
"Sini sayang,biar mamah obatin".ucap ku memintanya agar mengulurkan tangan nya pada ku.
Dengan perlahan aku membersihkan lukanya dengan alkohol,lalu menetes kan obat merah di tangannya lalu mengoleskannya dengan merata dengan perlahan.
"Perih tidak?".tanyaku sambil sesekali meniup luka di telapak tangannya.
"Tidak mah". ucapnya dengan nada gemetar seperti menahan tangis.
"Sudah sayang! jangan khawatir besok pagi juga akan sembuh ya".ucap ku kemudian mencium keningnya.
"Maksudnya apa ya? kenapa anda bicara seperti itu? apa saya menggunakan obat obatan anda? tidak kan? jadi anda tidak berhak bicara begitu pada saya!".ucap ku mulai tersulut emosi.
Bagaimana bisa wanita ini berkata demikian pada ku? apa salah aku untuk sekedar mengobati luka yang ada di telapak tangan anak ku?.batin ku tak mengerti dengan jalan pikirannya.
"looh,kok sewot gitu si mbak?".ucapnya tak terima.
"ya begitulah namanya juga orang kota".sahut seorang wanita yang sedang berdiri tepat di samping ku.Entah sejak kapan dia berada di sini!
Aku lebih memilih untuk tak menanggapi ucapan mereka barusan,aku tidak mau masalah kecil ini menjadi membesar karna perdebatan yang terjadi antara orang tua.Aku sadar,bahwa aku disini hanya lah orang asing yang tak memiliki hak lebih untuk menghakimi perbuatan anaknya pada anak ku.
"Ayo sayang,kita kembali saja ke dalam".ajak ku pada keenan namun anak ku menolak dan memaksa ingin tetap main bersama mereka.
"Tidak mah! keenan masih mau main".rengeknya
Sebentar ku tatap wajah wanita itu yang berdiri tepat di hadapan ku,lalu kembali menatap wajah anak ku yang masih bersih keras ingin bermain dengan mereka! padahal dengan dorongan yang baru saja di dapatkannya merupakan penolakan yang dilakukan secara terang terangan padanya.
__ADS_1
"Ayo mainlah dengan ku".ucap seorang anak laki laki yang lebih tua dari usia anak ku dan seperti nya sebaya dengan kevin anak sulung ku.
Aku terus melihat nya yang masih mengulurkan pada keenan sambil mengukirkan senyum di bibir mungil miliknya.
Tampak keenan menatap ku sebentar sebelum menyerahkan tangannya pada anak laki laki itu.
"Siapa nama kamu sayang?".tanya ku lembut
"Rifky!"
"Oooh...rifky".ucap ku sambil mangut mangut
"Beneran kamu mau bermain dengan anak tante?". tanyaku memastikan
"Iya,aku mau main sama......
"Keenan,nama anak tante keenan".ucap ku mewakili.
"Yasudah kalian boleh main,tapi jangan jauh jauh ya! karna sebentar lagi kami akan pulang".ucap ku memperingati anak laki laki bernama rifky itu.
Mereka pun pergi meninggalkan ku bermain menuju sebuah rumah sederhana yang hanya berjarak 3 rumah dari rumah kek salman.
"Yasudah,sana pergi! tunggu apa lagi?".usir wanita itu pada ku
"Tidak perlu anda repot repot menyuruh saya untuk pergi,karna saya akan pergi dengan sendirinya".ucap ku sinis
"Dasar orang kota sombong!".serunya sewot pada ku
"Orang kaya dari mana si buk? palingan hasil dari jaga lilin"
"Liat saja,kalau memang dia orang kaya tidak mungkin dia membeli rumah angker di tengah hutan itu kalau tidak ada terselip maksud lain"
"Benar itu ibu ibu saya setuju".sahut seorang pria yang tiba tiba saja ikut nimbrung.
Dasar wanita dan pria di sini sama saja,mulutnya terlalu sering di asa hingga membuat mulutnya terlalu tajam.Batin ku kesal
__ADS_1