Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 47.Pov nanda 3


__ADS_3

Aku terdiam cukup lama di ambang pintu sambil terus membaca ulang pesan yang di kirim kan pak andre pada ku.


Apakah keponakan pak andre yang bernama bayu ini merupakan bayu yang sama,yang sedang duduk di sana?


"Pak nanda?" panggil melly yang kini sudah berada tepat di hadapan ku


"Ah,iya iya! maaf"


"Apakah dia orang nya mel?" tanya ku berbisik pada melly


"Betul pak nanda! beliau lah orang nya!"


"Bapak tidak usah ragu,saya jamin 99% dia akan menyetujui bekerja sama dengan perusahaan kita pak!" lanjut melly dengan wajah ceria


Aku hanya mengangguk mendengar ucapan nya barusan. "Baiklah,kalau begitu bisakah kamu buat kan minuman untuk saya dan pak bayu?" tanya ku


Melly tampak mengerutkan dahi nya "Apakah pak nanda sudah mengenal pak bayu?"


"Maksud saya,bukan kah saya belum menyebutkan nama beliau pada bapak?" lanjut nya lagi


"Iyaaa! saya mengenal nya" jawab ku yang berhasil membuat melly tercengang dan sedetik kemudian dia langsung keluar dari ruangan ini dengan wajah yang masih penuh rasa penasaran.


Setelah kepergian nya aku melangkah perlahan dan masih fokus menatap wajah itu! wajah yang tak asing di mata ku.


Saat tubuh ini sudah sangat dekat dengan nya,pria yang ku yakini bernama bayu ini langsung bangkit dari duduk nya dan tersenyum lalu menghambur ke pelukan ku.


"Nanda! saya tidak menyangka jika bertemu lagi dengan mu setelah sekian lama"


"Tunggu!" ucap ku dan berusaha melepaskan pelukan nya,karna aku merasa sangat canggung bila di peluk seperti itu! apa lagi sesama pria.


"Sedang apa kamu di sini bay? apakah kamu sudah berhasil dan menjadi bos besar di perusahaan karet itu?" tanya ku dengan wajah yang gembira lalu meminta nya untuk duduk kembali.


Sementara aku meletakkan ponsel dan tas kerja ku di atas meja,lalu dengan cepat duduk bersama nya dalam posisi berhadap hadapan.


"Alhamdulillah,saya berhasil begini juga berkat kamu nan!"


"Kalau bukan karna kamu, mungkin sampai sekarang saya masih menjadi seorang petani desa" lanjut nya yang membuat ku terkekeh pelan


"Lalu bagaimana dengan karir mu sekarang?" lanjut nya


"Yah! bisa kamu lihat sendiri lah karir saya bagaimana sekarang!"


"Butuh waktu yang sangat lama bagi saya untuk mencapai posisi ini bay" lanjut ku


"Tok"


"Tok"


"Tok"

__ADS_1


"Permisi pak nanda! pak bayu!"


"Maaf kalau mengganggu obrolan kalian" lanjut melly yang kini sedang berdiri di ambang pintu sambil memegang sebuah nampan yang berisi kan 2 gelas jus jeruk.


"Masuk lah" jawab ku


"Baik pak nanda" jawab nya sambil mengangguk dan berjalan ke arah kami,lalu meletakkan gelas berisi kan jus itu di atas meja


"Ada lagi pak nanda?"


"Tidak ada mel, terimakasih!"


"Kamu boleh kembali ke ruangan mu sekarang,30 menit lagi kamu harus sudah selesai mengerjakan dokumen itu dan segera bawa ke ruangan saya"


"Saya akan memeriksa nya terlebih dahulu" lanjut ku


"Baik pak nanda,akan saya selesai kan secepatnya"


"Mari pak bayu" pamit nya yang di balas sebuah anggukan oleh bayu.


"Silahkan di minum" tawar ku


"Iya! terimakasih nanti akan saya minum"


Setelah itu kami pun kembali melanjutkan obrolan yang sempat terputus karna kedatangan melly tadi,bayu menceritakan tentang kehidupan nya pada ku selama aku pergi meninggal kan desa nya dan kembali ke kota setelah proyek ku selesai di sana.


Tapi,itu sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu,aku juga sudah tidak terlalu mengingat nya! tapi yang pasti aku sangat hafal dengan jalur menuju ke sana.


Setelah mendengar pertanyaan dari ku,wajah bayu yang tadi nya sangat ceria kini berubah menjadi lesu.Yang membuat ku sedikit merasa aneh! apakah pertanyaan ku barusan ada yang salah?


"Bayu?" panggil ku


"Kabar mas restu Alhamdulillah baik nan"


"Kalau adik adik mu?" tanya ku lagi


"Adik saya yang mana maksud kamu?" tanya nya


"Yah ke 4 adik mu! Risa,kasih,mala,dan laras!" ucap ku sambil menyebut kan satu per satu nama itu


"Mereka semua sudah meninggal beberapa tahun yang lalu!"


"Yang tersisa kini hanya saya,mas restu,dan mala saja" lanjut nya yang membuat ku sangat shock mendengar nya.


"Me-mereka ber 3 meninggal? ba-bagaimana bisa?"


"Kamu jangan becanda bay"


"Saya tidak becanda nanda! saya serius"

__ADS_1


"I-iya tapi bagaimana bisa?" tanya ku yang masih tidak percaya


"Saya juga belum tau soal itu! kematian ke 3 adik saya masih menjadi misteri!"


"Semua orang juga belum bisa memastikan apa sebenarnya yang terjadi pada mereka semua" jelas nya yang kini mulai menetes kan air mata! yang membuat ku juga ikut menetes kan air mata.


"Beberapa penduduk desa berasumsi bahwa ke 3 adik saya mati dalam keadaan yang tak wajar"


"Khusus nya kematian laras!"


"Laras?" tanya ku memastikan


"Iya nanda,laras! dia di temukan dalam keadaan yang sangat mengenaskan malam itu"


"Kejadian itu tepat saat malam bulan purnama! dan saat itu juga,tepat di saat kamu menikah dengan istri mu!"


"Mayang" lanjut nya yang membuat ku kembali meneteskan air mata


"Lalu,kenapa kamu tidak mengabari saya saat itu bay? apakah saya ini sudah tidak penting lagi untuk mu?" tanya ku yang kini sudah mulai tersulut emosi


Mendengar pertanyaan ku barusan,bukannya menjawab bayu malah langsung bangkit dari duduk nya dengan posisi membelakangi ku.


"Bagaimana cara saya memberitahu kejadian yang menimpa laras saat itu"


"Jujur,saya juga masih tidak menyangka bahwa kamu benar benar menikah dengan mayang"


Aku yang mendengar itu juga ikut bangkit dari duduk ku dan menarik lengan bayu untuk menghadap ke arah ku


"Kenapa kamu mengatakan hal itu pada saya bayu?"


"Kenapa kamu berkata seperti itu? kamu tidak punya hak mengatakan itu" lanjut ku yang kini sudah tersulut emosi dan sudah sangat menggebu gebu


"Saya tau akan hal itu nanda! saya memang tidak punya hak apa pun mengatakan itu pada mu"


"Tapi,saya mohon tolong bantu saya memecahkan misteri ini" lanjut nya


"Kenapa harus saya?" tanya yang tak mengerti


"Karna hanya kamu yang bisa memecahkan nya"


"Dan saya sudah membawa istri kamu dalam memecahkan masalah ini"


"Maksud nya? membawa istri saya bagaimana maksud kamu bay! tolong bicara dengan jelas" ucap ku


"Saya yang telah menjual rumah itu pada mu!" lanjut nya


Seketika aku langsung membisu mendengar perkataan nya dan kembali mendarat kan tubuh ini di atas sofa dengan kasar.


"Bantu saya untuk memecahkan masalah ini nanda! saya mohon!"

__ADS_1


"Tapi bagaimana caranya?" tanya ku kembali


"Istri mu" jawab nya


__ADS_2