
Aku terus berusaha untuk melihat luka yang ada di wajah mala,tapi dia terus berusaha menutupi luka itu menggunakan rambut nya.Yang membuat ku sedikit kesulitan untuk bisa melihat lebih jelas
"Kamu beneran tidak apa apa?" tanya ku lagi
"Tidak mas! ini hanya luka kecil"
Mbak daniar terus melirik ke arah mala yang membuat nya semakin tidak nyaman! aku yang menyadari hal itu berusaha untuk mengalihkan pembicaraan
"Sejak kapan kalian sampai di sini mbak? apakah kalian bermalam di rumah mala?" tanya ku
"Iya di! kita bermalam di rumah mbak mala" jawab mbak daniar
"Sebenarnya kita sudah hampir sampai di rumah ini,tapi saat di tengah perjalanan kita ketemu sama mbak mala" sambung nya
Aku mengangguk tanda mengerti,aku bisa menebak bahwa mala pasti melarang mereka untuk datang ke rumah ini! karna malam bulan purnama.
Kami sempat mengobrol beberapa saat,mbak daniar dan mbak poppy tak henti henti nya melempar banyak sekali pertanyaan pada ku
Mulai dari kejadian apa yang terjadi,keadaan bu mayang serta kevin dan keenan!
Aku berulang kali menarik dan menghembuskan nafas berat,sambil terus menjawab semua pertanyaan mereka dengan jelas juga serinci rinci nya agar mereka bisa mengerti serta paham dan tak akan menanyakan tentang hal ini kepada bu mayang lagi
Sedangkan mala,dia hanya diam serta terus sibuk dengan rambut nya yang beberapa kali tertiup angin,dan sesekali aku dapat melihat luka yang ada di wajah nya meskipun tak sepenuh nya
Luka yang ada di wajah nya seperti luka bakar,entah apa yang telah terjadi pada nya! aku pun tidak berani untuk menanyakan tentang itu.
"Yasudah, sebaiknya kita harus segera pergi dari sini"
"Karna kevin pasti sudah menunggu saya sejak tadi"
"Kevin? kenapa dia di?" tanya mbak poppy
"Dia mau mandi mbak!" jawab ku sekedar nya
Segera ku langkah kan kaki ini kembali menuju mobil pick up dan kembali membuka pintu mobil lalu menutup nya setelah aku sudah berada di dalam!
Ku nyalakan mobil serta menginjak pedal gas,dan dengan cepat ku putar arah mobil ke arah sebaliknya
"Ayo mbak" ajak ku
"Kemana di?" seru mbak daniar yang masih setia berdiri di sana
"Menemui bu mayang" sahut ku dan kembali melajukan mobil ini dengan pelan agar mereka bisa mengikuti mobil ku dari belakang
Setelah memastikan bahwa mobil mereka berada di belakang ku, langsung ku tambah kecepatan dan lagi lagi harus melewati jalanan yang sama
Awal nya aku mengira mala akan ikut dengan kami menemui bu mayang,tapi ternyata dugaan ku salah.Karna saat ku lihat dari kaca spion tampak mobil mbak daniar berhenti di persimpangan serta menurunkan mala di sana
Sebentar ku tepi kan mobil ini untuk menunggu mobil mbak daniar menyusul,dan ingin menanyakan apa sebenarnya yang terjadi pada wajah mala
"Tin"
"Tin"
__ADS_1
"Kenapa berhenti di?" teriak mbak poppy
"Mala tidak ikut dengan kita mbak?" tanya ku
"Gak di! kata nya si dia mau pulang saja" lanjut mbak poppy yang di balas anggukan oleh mbak daniar
Aku diam sebentar sebelum kembali bertanya lebih jauh
" Mbak!"
"Hah?"
"Apa tadi malam rumah mala kebakaran? maksud saya,saat saya melihat wajah nya tadi seperti nya wajah mala melepuh mbak"
Setelah mendengar pertanyaan dari ku,tampak mbak daniar dan mbak poppy saling berpandangan! serta saling undur unduran untuk memberi jawaban pada ku
"Mbak!" panggil ku lagi
"Ah,iya di"
"Kita juga gak tau apa yang terjadi pada mala tadi malam,tapi yang pasti kita berdua dengar si mala teriak histeris"
"Tapi,pas kita mau nyamperin kek salman malah mencegah kita ya niar ya?"
"Iya di" sahut mbak daniar
Lagi lagi aku mengangguk,dan memutuskan untuk tidak membahas hal ini lebih lanjut lagi! karna itu akan percuma, seperti nya mereka berdua tidak tau lebih detail apa yang terjadi pada mala.
Sekitar 10 menitan lagi lagi mereka menghentikan mobil sebentar tepat di mana mobil yang kami tumpangi kemarin malam hancur tertabrak pohon
Aku kembali menghembuskan nafas gusar,dan bisa menebak pasti mereka akan kembali menanyakan tentang mobil itu!
*****
"Tin"
"Tin"
"Om ardiiiiiii" seru kevin dan keenan serta berlari menghampiri ku yang masih belum turun dari mobil
"Cklek"
"Bruuk"
"Ada apa?" tanya ku
"Papah sudah datang" sahut mereka dengan wajah yang berbinar binar
Segera ku alihkan pandangan ku kearah 2 buah mobil yang sedang terparkir di sana
Setelah ku perhatikan plat salah satu mobil itu,memang benar! itu adalah mobil pak nanda.Tapi,siapa yang ikut dengan pak nanda? batin ku
"Tante niaaaaar" seru kevin dan langsung berlari ke pelukan mbak daniar
__ADS_1
Sedang kan keenan menyerukan mbak poppy dengan sebutan "Tante pop pop" aku tersenyum geli saat mereka menyebut kan nama itu
Selagi kevin dan keenan sedang asik bercengkrama dengan mbak daniar dan mbak poppy! aku memilih untuk segera masuk ke dalam rumah pak restu saja
"Assalamualaikum" sapa ku
"Waalaikumsalam" jawab mereka berbarengan
"Pak!" sapa ku kembali pada pak nanda
"Kamu baik baik saja kan di?" tanya pak nanda yang langsung bangkit dari duduk nya dan sedetik kemudian memeluk tubuh ini
"Iya pak saya baik baik saja" jawab ku setelah pelukan kami terlepas
"Syukur lah kalau begitu,saya merasa lega sekarang"
"Maaf kan saya karna sudah membuat mu banyak mengalami kesulitan selama berada di sini serta menjaga keluarga saya"
"Sungguh! saya sangat merasa menyesal di" lanjut pak nanda dengan mata yang mulai berkaca kaca
"Tidak pak! jangan bicara seperti itu,ini memang sudah menjadi tanggung jawab saya" jawab ku cepat
Kini pandangan ku beralih pada seorang pria yang ku tafsir usia nya sama dengan pak nanda!
"Siapa pria itu pak?" tanya ku pada pak nanda
"Ooh,dia adalah bayu teman lama saya"
"Sekaligus adik dari pak restu!" sambung pak nanda yang membuat ku sedikit bingung.
Setelah pak nanda mengenalkan pria itu pada ku,tampak pria dengan nama bayu itu langsung datang menghampiri ku dan mengulurkan tangan nya yang ingin berjabat tangan pada ku
"Saya ardi" ucap ku
"Iya mas,kalau begitu salam kenal! saya harap kita dapat berteman baik"
"Ah,iya pak! saya harap juga begitu" jawab ku sambil tersenyum
"Tidak usah panggil bapak,panggil nama saja" potong nya cepat
Aku menggaruk tekuk yang tak gatal "Maaf pak! tapi itu kedengarannya kurang sopan"
Pak bayu menggeleng "Tidak apa mas! panggil nama saja"
Akhirnya dengan canggung aku mengangguk,dan tak lama setelah nya kembali pandangan ku tertuju pada bu mayang! yang sampai detik ini belum juga sadar kan diri
Bersamaan dengan itu mbak daniar dan mbak poppy mengucap kan salam lalu masuk ke dalam.
"Di mana mayang?"
"Mbak mayang di sana mbak!" sahut pak restu
"Ya allah mayaaang!" seru mereka berbarengan dan langsung berjalan menghampiri bu mayang
__ADS_1