Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab.22


__ADS_3

"Ardi....tempat ini tidak aman untuk kita! Segera telpon mas nanda minta padanya untuk segera menjemput kita".pintaku pada ardi sambil memegang lengan milik nya


"Tunggu sebentar bu! sebenarnya apa yang telah terjadi pada ibu? tenanglah! ibu hanya bermimpi buruk! itu tidak nyata!.Ucapnya berusaha menenangkan ku


Aku menggeleng berulang kali.


"Tidakk!"


"Tidak mungkin itu hanya mimpi".ucap ku yang mulai keringat dingin


"Itu seperti nyata di,perempuan itu telah membunuh adiknya sendiri"


"Daaan....!!"


"Tenanglah bu mayang! kita akan baik baik saja"


"Saya sudah menelpon pak nanda tadi! beliau mengatakan bahwa akan segera menyelesaikan semua ini! jadi saya mohon ibu tenanglah"


"Maah,tenanglah jangan menangis lagi! kasian keenan,dia ketakutan karna melihat mamah begini".timpal kevin dan langsung memeluk tubuh ku


"Benar yang di ucapkan kevin bu! lihat lah kasian keenan! Sejak saat ibu kami temukan tergeletak di kamar mandi keenan sama sekali tidak mau mendekat pada bu mayang"


"Kenapa? memangnya apa yang saya lakukan pada keenan hingga membuatnya tidak mau mendekati saya di?".tanya ku tak mengerti menatap wajah ardi,lalu berganti menatap keenan yang sedang meringkuk di balik tubuh ardi.


"Keenan sayang...kemarilah!".pintaku sambil mengulurkan tangan padanya.Namun betapa terkejutnya aku keenan langsung menepis tangan ku dengan kasar! membuat hati ini bertanya tanya, sebenarnya apa yang ku lakukan padanya sampai sampai dia berani berbuat hal yang tak pernah dia lakukan padaku.


Walaupun aku tau keenan anak bungsu ku ini,memanglah tipe anak yang tidak terlalu banyak bicara seperti kevin.Dan dia juga tidak terlalu dekat dengan ku! Tapi hal ini?


Kini aku dan ardi saling berpandangan,aku terus menatap mata ardi tanpa bicara sedikit pun.


"Kevin bawalah keenan ke depan om mau bicara sama mamah kalian sebentar! boleh kan?"


"Tapi mamah.....


"Mamah sekarang sudah baik baik saja! om ardi ada di sini! kevin tidak usah khawatir ya!"


"Iya om".ucapnya dengan wajah cemberut lalu menarik tangan keenan untuk keluar dari sini.

__ADS_1


Terus ku tatap punggung ke dua anak ku sampai hilang dari balik pintu,ku lihat kevin sempat membalikan tubuh nya dan menatap ku sebentar! apakah sebegitu khawatir nya anak sulung ku itu pada ku?.Batin ku


"Begini bu,saya ingin bertanya pada bu mayang! sebenarnya apa yang telah terjadi pada ibu sebelum ibu kerasukan?".tanyanya yang langsung melempar pertanyaan yang membuat ku shock bukan main.


"Kerasukan? saya? ba-bagaimana bisa?.tanya ku gugup


"Tenanglah bu mayang,jangan langsung panik begitu! coba kontrol emosi ibu supaya tidak meluap hingga membuat ibu kehilangan kesadaran dan sosok itu kembali merasuki ibu"


"Maksud kamu apa si di? saya tidak mengerti!".Ucap ku mulai kesal


Memang apa hubungannya dengan aku tidak bisa mengontrol emosi dan dengan kejadian barusan? lalu apa lagi maksud dari perkataannya kalau aku tadi kerasukan?


"Jawab dulu pertanyaan saya bu mayang!".desaknya pada ku


"Begini,saat saya ingin ke kamar mandi untuk membasuh wajah.Saya bertemu dengan sesosok perempuan memakai baju putih dengan kulit putih bersih serta rambut coklat yang di biarkan nya tergerai begitu saja"


"Dia sempat memegang bahu saya,dan mengatakan ingin meminjam tubuh saya sebentar"


"Lalu apa yang terjadi setelahnya bu mayang?".tanya ardi yang kembali mendesak ku


"Namun ketika saya membuka mata,saya sudah berada di tempat yang berbeda dan sangat asing di mata saya"


"Lalu?"


"Lalu......".ucapan ku terjeda sejenak


"Lalu apa bu??"


"Saya tidak ingat di! tapi yang pasti saya melihat sosok yang mengenakan gaun merah ada di sana! dia terus saja menarik tubuh wanita itu lalu mencabik cabik seluruh tubuhnya".jelas ku sambil terus menangis karna merasa tak tega melihat nya yang terus merasakan sakit yang begitu luar biasa dahsyat nya.


"Sosok bergaun merah?".tanya ardi sambil mengerutkan alisnya


"Iyah,sosok itu adalah sosok yang sama yang sempat mencekik leher saya hingga membuat saya kesulitan saat ingin bernapas"


Setelah mendengar penjelasan ku barusan, tampak ardi hanya terdiam sambil terus menatap ku dengan wajah datar.


"Tapi,yang ibu jelaskan pada saya sekarang ini sangat jauh berbeda! ibu tidak pergi kemanapun saat itu! ibu hanya berdiri di kamar mandi sambil terus meraung dan meracau tak jelas"

__ADS_1


"Dan ibu harus tau! seluruh bola mata ibu mendadak berubah menjadi putih"


"Full putih"


"Dan saat itu juga,saya mencium aroma melati yang sungguh harum yang berasal dari tubuh ibu"


"Dan ini yang harus ibu tau 1 lagi! di mata ibu terus saja mengalirkan air mata yang terus menerus menetes dengan begitu derasnya! dan ibu hanya mengeluarkan 1 kata saja yaitu.....


"Maaf!"


"Sekarang sudah waktunya solat subuh! saya minta ibu segeralah ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan kita akan solat berjamaah"


"Saya juga akan meminta pada kevin dan keenan untuk ikut solat subuh berjamaah! kita harus berdoa dan meminta pada sang maha kuasa untuk selalu senantiasa melindungi kita dari hal hal yang tak lazim"


"Ya baiklah".ucap ku sambil menghapus air mata ku


"Lalu bagaimana dengan keenan di?"


"Tidak apa apa! saya akan bicara padanya nanti"


"Bu Mayang tidak perlu ambil pusing soal ini! saya harap bu mayang akan segera melupakan semua kejadian kejadian yang menimpa kita"


"Saya juga sudah berjanji pada pak nanda,suami ibu untuk selalu menjaga kalian sampai beliau menyelesaikan semua pekerjaannya dan kembali kesini menjemput kalian"


"Dan 1 lagi hampir saja saya lupa!".ucap ardi sambil menepuk pelan keningnya


"Apa itu?"


"Saya akan mengajak kalian untuk pergi mengunjungi desa itu! mala beserta kakek dan neneknya sudah menanti kita di sana"


"Benarkah?".tanyaku sambil memberikan seulas senyum


"Lalu kapan kita akan ke sana? jujur saya juga sudah muak terus terusan berada di rumah ini di".sambung ku yang membuatnya terkekeh pelan


"Selesai sarapan kita akan kesana"


"Baiklah kalau begitu"

__ADS_1


__ADS_2