Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 56.Silsilah Keluarga PANGESTU


__ADS_3

Mbak daniar dan mbak poppy terus berusaha memanggil manggil nama bu mayang serta sesekali mengoncang goncang kan tubuh bu mayang,agar bu mayang segera bangun


Kami semua yang melihat itu hanya bisa menggeleng kan kepala melihat perlakuan mereka.Sedang kan bu ismi terlihat sangat kewalahan untuk menenangkan mereka berdua


"Sudah mbak! jangan terlalu di paksakan,kita tunggu saja sampai mbak mayang sadar dengan sendiri nya" ucap bu ismi untuk kesekian kali nya


"Duduk lah mas" pinta pak restu pada ku


"Iya pak" jawab ku cepat


Kini kami semua berkumpul di ruang tamu,pak restu menjelas kan pada ku bahwa pak bayu itu merupakan adik kandung nya.


"Begini mas, sebenar nya saya memiliki 5 orang adik! kami semua berjumlah 6 bersaudara"


"Nah, saya merupakan anak tertua! sedang kan bayu ini sendiri merupakan anak ke dua" sambung nya


"Lalu? ke 4 adik pak restu di mana? apakah mereka juga merantau di kota?" tanya ku


"Mereka semua sudah tiada mas ardi!" sahut pak bayu


"Ah,maaf! saya tidak tau tentang itu" jawab ku cepat dengan sedikit rasa bersalah


Pak restu dan pak bayu menggeleng bersamaan


"Tidak apa mas!"


Tak hanya sampai di situ saja,pak restu kembali menjelaskan kepada ku! bahwa mereka semua merupakan keturunan dari keluarga yang cukup terpandang di daerah sini


Mereka merupakan keturunan dari keluarga "PANGESTU" nama Pangestu itu sendiri tak lain dan tak bukan merupakan nama kakek buyut mereka.setelah kakek buyut mereka meninggal! semua keturunan nya mendapatkan gelar "PANGESTU" di setiap nama belakang mereka


"Restu Pradika Pangestu"


"Rabayu Pradikta Pangestu"


"Larisa Pangestu"


"Kasih Pangestu"


"Kamala Pangestu"


"Larasati Pangestu"


Aku berulang kali mengangguk kan kepala tanda mengerti,sebelum menyadari bahwa beberapa nama yang di sebutkan oleh pak restu tadi mulai mengganggu pikiran ku


Aku tak menyangka mala adalah bagian dari keluarga mereka,sebab mala tak pernah menceritakan hal ini pada ku! dia hanya bilang bahwa dia tinggal bersama dengan kakek dan nenek nya saja


Tak ada terbesit di pikiran ku untuk menanyakan apakah dia memiliki keluarga yang lain.


"Ada apa mas?" tanya restu yang mungkin mulai menyadari bahwa sedari tadi aku hanya diam


"Tidak pak! maaf saya mau bertanya"


"Apa itu?" jawab pak restu yang membuat pak nanda serta pak bayu melihat ke arah ku


"Kenapa mala tidak tinggal bersama dengan bapak saja? maksud saya kenapa dia lebih memilih untuk tinggal bersama kek salman dan nek Ijah di desa sana" tanya ku panjang lebar yang membuat wajah pak restu yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi datar


"Jadi kalian sudah pernah bertemu dengan mala?" tanya nya

__ADS_1


"I-iya pak! bahkan kami semua datang mengunjungi rumah mereka kemarin pagi hingga siang"


"Lalu,mala juga sempat ikut dengan kami saat itu,tapi sayang nya sore itu juga mala mengatakan bahwa dia ingin segera pulang! karna tadi malam merupakan malam bulan purnama" sambung ku


"Lalu apa yang di lakukan nya?" tanya pak restu lagi masih dengan wajah yang datar


"Mala tidak melakukan hal apa pun pak! dia hanya memberi peringatan kepada saya dan bu mayang untuk segera keluar dari rumah itu sebelum Maghrib tiba"


"Tapi,bu mayang menolak nya dan tetap bersih keras untuk berada di rumah itu" jelas ku


"Lalu?"


"Setelah itu,mala memutuskan untuk pulang sendiri dan menolak untuk di antar kan pulang pak"


"Tapi,tak berselang lama! mala kembali lagi ke rumah dan mengatakan pada bu mayang bahwa dia meminta untuk di antar kan pulang"


"Tapi aneh nya,saat bu mayang mengatakan bahwa saya tidak bisa mengantarkan nya pulang dan memintanya untuk menginap malam ini saja di rumah,mala lagi lagi menolak nya" jelas ku panjang lebar yang membuat pak restu berulang kali meraup wajah nya kasar


Aku yang melihat itu merasa bingung,dan beberapa kali membuat pandangan antara aku,pak bayu,dan pak nanda bertemu!


Wajah mereka juga terlihat bingung,melihat respon dari pak restu!


"Ada apa mas?" tanya pak bayu akhir nya pada restu


"Tidak!"


"Lanjut kan mas ardi! apa yang selanjutnya terjadi"


"Kami semua ingin mendengar nya" sambung oak restu


"Baik pak" sahut ku


Aku juga mengatakan bahwa aku lah yang berhasil memaksa bu mayang untuk mengenakan gelang itu kepada keenan! tapi,sayang nya bu mayang lupa memakaikan gelang itu itu juga di tangan nya.


"Braaaak"


Kami semua tersentak saat pak restu tiba tiba saja mengebrak meja dengan sangat kuat


"Ada apa pak?" tanya bu ismi dengan wajah yang panik datang menghampiri pak restu yang kini sudah berdiri sambil berkacak pinggang


Bukannya menjawab pertanyaan dari bu ismi,pak restu kembali menatap wajah ku dengan penuh amarah


"Bangun mas!" pinta pak restu


"Ada apa pak?" tanya ku bingung


"Cepat lepaskan gelang itu" serga pak restu


Belum sempat lagi aku bertanya,pak restu kembali menekan ku untuk segera melepas kan gelang itu


"Lepas mas!" desak nya lagi yang membuat mbak daniar dan mbak poppy yang duduk di sana datang menghampiri ku


"Ada apa ini?" tanya mbak daniar pada ku namun aku hanya menggeleng tanda tak mengerti


"Lepas mas!" desak pak restu lagi pada ku


Tanpa menunggu lama,segera ku lepaskan gelang itu dari tangan ku tapi.....

__ADS_1


"Tidak bisa di lepas pak" ucap ku


"Masa si di? sini biar gue bantuin" sahut mbak daniar


Tapi,tetap saja gelang ini masih tak mau lepas! padahal ini hanyalah sebuah benang 7 warna yang terlilit di pergelangan tangan ku! tapi entah kenapa ini sangat susah di lepas kan.


"Tidak bisa pak!" ucap ku kembali


"Ambil pisau buk!"


"Cepat"


Sedetik kemudian bu ismi langsung berlari ke arah dapur dan kembali menghampiri kami dengan membawa pisau di tangan nya lalu menyerahkan pisau itu kepada pak restu


"Kemari mas!" pinta nya dan aku pun datang mendekat


"Tahan mas! ini akan sedikit sakit" pesan nya


"Aaaaaaaa"


teriak ku saat pak restu mulai menggesekkan pisau itu untuk memotong gelang ini


Sakit yang ku rasakan tak hanya sampai di situ,saat gelang itu berhasil terlepas sebuah asap bewarna hitam seperti keluar dari tangan ku! yang membuat ku merasakan sakit yang sangat luar biasa


"Sssssh" desis ku


"Bertahan lah mas! itu tidak akan lama" sahut pak restu yang langsung berjalan keluar rumah masih dengan membawa pisau di tangan nya


Beberapa detik kemudian, terdengar suara kevin berteriak histeris dari arah luar! serta di susul dengan suara teriakan keenan yang lantas membuat kami semua yang berada di dalam rumah langsung keluar dan hanya menyisakan poppy di dalam.Yang mungkin ingin tetap berada di sana menjaga bu mayang!


"Sakit om" rintih kevin dan keenan yang kini sudah berurai air mata


Pak nanda yang melihat itu terlihat mulai mengeraskan rahangnya,dan sedetik kemudian pak nanda datang menghampiri pak restu lalu mendaratkan sebuah tonjokan tepat di wajah pak restu


"Bugh!"


"Mas apakan anak saya?" teriak pak nanda dengan mata yang sudah memerah


"Maaf pak nanda!"


"Saya hanya ingin melepaskan gelang itu"


"Tenang lah dulu" sambung pak restu yang ingin meraih tangan pak nanda,namun dengan cepat pak nanda langsung menepis tangan pak restu dengan kasar sebelum benar benar menyentuh tangan nya


"Biarkan saya memotong gelang itu sedikit lagi pak nanda!" lanjut pak restu dengan nada memohon namun lagi lagi pak nanda menolaknya dengan tegas.


Mendapat penolakan dari pak nanda,bukannya menyerah pak restu dengan cepat menggendong tubuh keenan dan membawanya masuk ke dalam rumah! yang membuat pak nanda langsung berlari mengejar pak restu.


"Bruuuuk"


pintu di tutup oleh pak restu dengan sangat keras lalu mengunci nya sebelum pak nanda sampai di sana


"Buka mas!" seru pak nanda


Tetapi pak restu tak menggubris permintaan pak nanda pada nya,dia tetap tak mau membuka pintu itu! dan tak berselang lama kembali terdengar suara teriakan keenan dari dalam


"Aaaaaaaaa"

__ADS_1


"Sakit om" rintih nya


__ADS_2