
"Pintu?"
"Pintu apa maksud bapak?" tanya ku kembali karna tak mengerti apa yang di maksud oleh nya.
Namun,bukan nya menjawab pertanyaan dari ku pria itu malah masuk kembali ke dalam rumah,dan di susul oleh istri nya! yang membuat ku semakin bingung.
Sudah sekitar 15 menit aku menunggu di depan pintu rumah pria ini,tetapi mereka berdua tak kunjung keluar juga dari dalam.
Entah apa yang sedang di perbincangkan oleh mereka,tapi yang pasti istri pria itu terus mencegah nya untuk tidak ikut bersama dengan ku.Terdengar juga sang istri mengatakan jika ada sesuatu terjadi pada suami nya maka dia tidak bisa memaafkan diri nya sendiri.
Aku terus mondar mandir di depan rumah nya,saat ini aku sangat cemas dengan keadaan kevin,keenan,dan bu mayang! aku yakin, pasti saat ini bu mayang masih belum sadar kan diri.
"Mari mas" ajak pria itu pada ku
"Ayo pak" sambut ku dan mengekor di belakang nya
"Tidak mas!" cegah sang istri yang kini sudah berdiri tepat di depan pria itu
"Aku mohon,jangan lah pergi ke sana! kalau mas tetap memaksa! maka datang lah esok pagi" lanjut sang istri yang kini sudah berlinang air mata sambil terus menahan tangan suami nya agar tak ikut bersama ku.
"Tidak buk! mas harus segera pergi ke sana sekarang"
"Ini tentang nyawa buk! mas harus menyelamat kan nyawa wanita itu" tegas pria itu pada istri nya
Sementara itu aku hanya diam dan tak mampu berbuat apapun,fikiran ku saat ini hanya terfokus pada mereka ber 3 saja.
Ingin sekali rasa nya aku segera menarik tangan pria ini, untuk segera ikut dengan ku! tapi,aku tidak punya hak akan hal itu.Jika aku melakukan nya,maka istri pria itu akan memarahi ku habis habisan dan memaksa suami nya untuk kembali lagi ke dalam rumah.
"Mas janji akan segera kembali secepat nya! ibuk tetap lah di sini"
"Jika ada yang mengetuk pintu jangan di buka! ingat itu" lanjut pria itu sambil mengelus kepala istri nya
"Ayo mas!" ajak pria itu lagi pada ku
"Tunggu pak!" cegah ku
"Saya tidak membawa mobil,karna mobil kami tertabrak pohon tadi"
Setelah mendengar perkataan dari ku, terlihat pria itu menatap ku sebentar lalu berjalan ke samping rumah nya,dan beberapa menit kemudian tampak sebuah mobil pick up ia keluar kan dari dalam sana.
"Naik mas!"
"Iya pak!" jawab ku cepat dan segera masuk ke dalam
Pria yang duduk di samping ku ini, langsung menginjak pedal gas dengan kecepatan penuh,yang sontak membuat ku langsung berpegangan pada kursi yang sedang ku duduki ini.
Selama di perjalanan pria ini tak mengucapkan 1 patah kata pun pada ku,dia hanya tetap terus fokus menyetir di sertai dengan wajah yang sangat cemas.
__ADS_1
Aku yang melihat itu hanya diam dan terus berdoa agar sang maha kuasa melindungi mereka,dan aku berharap saat kami sampai di sana! kevin,dan keenan dalam keadaan yang baik baik saja.
"Sudah berapa lama kalian di sana?" tanya pria itu pada ku
"Sudah 3 hari pak" jawab ku yang di balas anggukan oleh nya.
"Maaf pak, saya mau bertanya" lanjut ku
"Apa itu mas?"
"Siapa sebenar nya sosok bergaun merah itu? kenapa dia selalu mengganggu kami?" tanya ku
Pria itu menghela nafas panjang "Saya akan menjelaskan nya nanti mas! sekarang yang terpenting kita harus segera sampai di sana"
******
"Apakah itu adalah mereka mas?" tunjuk pria ini yang mengarah ke depan sana.
"Iya,benar pak! itu mereka" jawab ku
Dan sedetik kemudian pria ini langsung menghentikan laju mobil nya dengan jarak 5 meter dari tempat bu mayang terbaring saat ini.
Tak ingin menunggu lama aku langsung memutar knop pintu mobil untuk segera turun menghampiri mereka,namun pria itu tiba tiba saja menghentikan ku!
"Tunggu mas!"
"Mas tetap lah berada di dalam mobil"
"Biar saya yang akan menjemput mereka" lanjut nya lalu keluar dari dalam mobil.
Aku hanya mengangguk tanda setuju, sambil terus melihat pria itu yang berjalan perlahan mendekat ke arah kevin,keenan,dan bu mayang! sedangkan aku hanya berdiam diri di dalam sini sesuai dengan perintah pria itu.
Saat pria itu mulai mendekat ke arah mereka,aku pun berinisiatif untuk menyalakan kembali mobil ini dengan tujuan agar sorot lampu mobil ini dapat menerangi mereka.
Tak butuh waktu yang lama,pria itu berhasil membopong tubuh bu mayang dalam gendongan nya serta kevin dan keenan yang ikut membuntuti pria itu dari belakang.
Aku yang melihat itu tak ingin tinggal diam,saat mereka mulai mendekat aku langsung berpindah posisi duduk dan memutar mobil ini ke arah sebalik nya.
"Buka pintu nya mas!" Ucap pria itu
"Iya pak" sahut ku
Setelah pintu mobil berhasil ku buka, pria itu langsung meletakkan tubuh bu mayang yang masih dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi terduduk secara perlahan.
Aku terus memperhatikan tubuh bu mayang dari atas hingga ke bawah,jujur detik itu juga air mata ku turun begitu saja.Hati ini rasa nya sangat tak tega melihat keadaan bu mayang yang sangat sangat memprihatinkan itu.
Wajah yang awal nya mulus,kini sudah hancur akibat cakaran dari sosok tadi.Begitu pun dengan lengan serta sebagian perut bu mayang.
__ADS_1
"Om ardi" panggil keenan pada ku
Aku yang mendengar panggilan nya itu,langsung turun dari dalam mobil dan berlari ke arah mereka.
"Kalian baik baik saja kan?" tanya ku cemas
"Iya om!" Jawab keenan sambil terisak
"Kevin?" panggil ku
"Kemarilah"
"Tidak mau! om ardi jahat" teriak nya
Aku yang mendengar penolakan dari kevin barusan,hanya bisa menunduk kan kepala! mungkin saat ini dia Sangat marah pada ku,karna aku tidak mengatakan apa pun pada mereka sebelum pergi.
"Ayo mas! cepat lah naik! kita harus segera pergi dari sini"
"Tapi maaf,kalian ber 3 harus duduk di belakang karna kalau di depan tidak akan muat" lanjut nya
"Tidak apa apa pak! saya akan duduk di belakang bersama mereka ber 2" jawab ku cepat.
Bersamaan dengan itu aku langsung naik ke belakang mobil,dan meminta pada pria itu untuk membantu mengangkat tubuh kevin dan keenan untuk naik bersama ku
"Terimakasih pak!"
"Sama sama! kalian tetap lah di sana dan saya minta agar terus berpegangan dengan erat"
"Karna saya akan melajukan mobil ini dengan kecepatan penuh!"
"Baik pak!" jawab ku yang membuat pria itu langsung masuk ke dalam mobil lalu mengemudikan mobil ini kembali menuju rumah nya.
"Om ardi?" panggil keenan sambil menggoncang kan sedikit tubuh ku
"Ada apa?"
"Mobil kita" ucap nya sambil menunjuk ke arah mobil yang sudah terlihat sangat hancur akibat tabrakan tadi.
"Biarkan saja! om akan mengambil nya besok pagi"
"Tidak usah!" sahut kevin
"Kenapa tidak usah abang?" tanya keenan
"Mobil nya sudah rusak!"
Aku hanya bisa menghembuskan nafas berat,memang benar apa yang di ucap kan kevin pada keenan barusan,mobil itu sudah rusak! mungkin jika di perbaiki akan memakan waktu yang panjang serta memakan biaya yang tak sedikit pula.
__ADS_1
"Seperti nya aku harus segera memberitahukan masalah ini pada pak nanda besok pagi!" batin ku