Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan

Misteri Rumah Mewah Di Tengah Hutan
Bab 34.Sosok hitam besar


__ADS_3

Karna tak mau berdebat lebih lama dengannya yang hanya akan membuat amarah ku semakin meledak ledak aku memutuskan untuk kembali ke dalam kamar saja.


"Saya mau ke kamar lagi! kamu tolong awasi mereka jangan sampai terjadi sesuatu pada kevin dan keenan".Ucap ku sebelum pergi


"Memangnya kenapa si bu mayang? bukan kah ada mala di sana yang jagain mereka berdua! saya harus menerima telpon penting dari kantor sebentar lagi".jawab ardi yang berhasil membuat ku menghentikan langkah


"Kamu masih belum menerima telpon dari tadi?".tanya ku bingung


Ardi mengangguk "Sebenarnya sudah! cuma tadi telpon kami sempat terputus karna ada klien penting yang menemui rekan kerja saya bu mayang!"


"Oooh begitu,jadi! apakah kamu tidak bisa melihat anak anak sebentar sebelum saya selesai solat di?"


"Maksud saya,kalau sudah selesai saya akan langsung keluar".lanjut ku


"Baiklah,kalau begitu saya akan melihat anak anak sampai bu Mayang selesai solat!"


"Tapi,tolong cepat ya bu! soalnya saya mau membahas masalah pekerjaan yang sangat urgent".


Setelah mendapat jawaban dari nya,tanpa berlama lama lagi aku langsung ke kamar dan dengan cepat melaksanakan solat ku.


Dari mulai rakaat pertama,kedua,dan ketiga aku masih khusyuk dalam menjalan kan kewajiban ku.Tetapi saat ingin melaksanakan rakaat ke empat entah kenapa ke dua bahu ku rasanya sangat berat sekali,sehingga membuat ku kesulitan untuk bangkit dari sujud ku.


"Allaaaaahukbar"


Terus ku lafaz kan surah surah pendek dari mulut ku dan berusaha menepis perasaan ganjal di hati ku,tapi lama ke lamaan bahu ku semakin berat sekali hingga membuat tubuh ini hampir jatuh ke lantai.


Dengan penuh keberanian,terus ku lafaz kan surah pendek itu dengan suara yang sedikit keras,agar gangguan gangguan ini segera hilang! dan Alhamdulillah bahu ku yang terasa sangat sakit tadi perlahan menghilang tetapi hanya meninggalkan rasa kebas sedikit saja.


Terus ku lanjutkan gerakan solat ku dengan perlahan,hingga tiba saat nya untuk mengucap kan salam gangguan itu akhirnya sudah berakhir.


"Assalamualaikum warahmatullah"


"Assalamualaikum warahmatullah"


Setelah selesai mengucap kan salam ku usap wajah ku lembut menggunakan ke dua telapak tangan,lalu berlanjut mengucap istighfar dan setelah itu ku lanjut kan dengan doa.


Saat sedang fokus berdoa dan menyampaikan keinginan ku pada sang maha kuasa,tiba tiba saja ekor mata ku tak sengaja menangkap sebuah bayangan bewarna hitam gelap di tambah lagi bayangan itu sangat tinggi,kira kira 3x lipat dari tinggi badan ku sendiri.


"Astagfirullah".ucap ku yang langsung tersentak.


Tapi aku memilih untuk pura pura tidak melihat sosok tinggi hitam besar itu,terus saja aku berdoa pada sang maha kuasa dan meminta agar sosok yang berada di belakang tubuh ku ini menghilang.


Dengan perasaan cemas,serta jantung yang berdebar ingin sekali langsung ku selesaikan saja doa ini dan segera berlari kencang ke arah luar.Tetapi itu tidak bisa ku lakukan saat ini karna sosok itu masih saja berdiri di belakang ku.


Dengan sedikit keberanian yang ku punya,ku beranikan diri untuk bertanya pada nya dan memintanya untuk pergi dari sini.


"Si-siapa kamu?".tanya ku dengan mulut tercekat


"Per-gi lah da-dari sini".lanjut ku


Setelah aku mengatakan itu padanya,tiba tiba saja dia mengerang pelan lalu melayang perlahan berdiri di hadapan ku.Aku yang menyadari hal itu langsung memejamkan mata dan menutup seluruh bagian wajah ku dengan menggunakan mukenah!


"Aaaargh....aaaargh!"

__ADS_1


"Kau!"


"Tidak! ku mohon jangan ganggu aku pergilah!".ucap ku dengan nada gemetar


"Aku tidak akan menggangu mu!".ucap nya dengan nafas memburu namun sangat menyeramkan


"Aku kesini hanya ingin memperingati mu! kalau nanti malam adalah malam bulan purnama!"


"Segera lah pergi tinggalkan tempat ini sebelum magrib tiba! kalau tidak kau akan mati di tangan nya".


"Apa maksud mu? aku tidak akan pernah pergi dari sini! yang harusnya pergi itu adalah kamu bukan aku!"


"Jadi ku mohon segera pergilah dari hadapan ku". lanjut ku yang kini sudah terisak tak mampu rasa nya hati ini untuk menahan lagi.


Tak selang beberapa lama aku mencium aroma bau gosong yang sangat menyengat masuk ke dalam indra penciuman ku! padahal seluruh wajah ku kini sudah terbungkus oleh mukenah,tapi entah kenapa bau itu tetap bisa masuk ke dalam hidung ku.


Awalnya aku mengira bau gosong ini menandakan bahwa sosok hitam itu sudah pergi dari sini,tapi pemikiran ku sangat sangatlah meleset jauh! saat ku beranikan diri ini untuk membuka mata secara perlahan,betapa shock nya aku melihat sosok itu berada tepat di depan wajah ku yang hanya menyisakan jarak 2 senti saja!


Bersamaan dengan itu dia mencengkram ke dua bahu milik ku,yang berhasil membuat seluruh tubuh ku kaku dan tak mampu bergerak sedikit pun! bahkan air mata ku tak mampu lagi untuk keluar.


"Segeralah pergi dari sini! tempat ini tidak aman untuk kalian"


"Cepatlaaaaaaaah"teriaknya


Dia terus saja bicara di depan wajah ku tapi sial nya mata ku tak mampu ku pejamkan,hingga membuat ku dengan jelas bisa melihat wajah nya yang di penuhi oleh banyak bulu yang sangat lebat! serta taring miliknya yang terlihat begitu besar dan tajam.


"Jika wanita itu berpesan untuk tidak mempercayai orang lain termasuk orang yang mengantar kan mu kesini"


"Maka ingat pesan ku ini"


"Tetap lah percaya pada pria itu! karna pria itu yang akan menyelamatkan kalian dari jeratan ke dua makhluk itu"


"Segeralah pergi dari sini"


Setelah mengatakan perkataan terakhir nya makhluk hitam besar itu tiba tiba langsung lenyap dan entah kemana hilangnya! tapi bersamaan dengan itu aku mencium aroma melati yang sangat menyengat kembali masuk ke dalam indra pencium ku dan sedetik kemudian aku merasakan perut ku sangat mual.


"Uhuk uhuk! hueeeek"


Tanpa menunggu lama aku langsung berlari ke arah kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perut ku ke dalam wastafel.


"Hueek!"


"Hueeeeek"


"Astagfirullah kenapa aku mual sekali..


"Hueeeek"


"Kenapa tidak mau keluar?"


"Hueeeeek!"


Karna tetap tak mau keluar sementara perut ku sudah sangat mual sekali,segera ku masukkan jari telunjuk ku kedalam mulut ku untuk menyogoknya berharap sesuatu yang ingin keluar dari mulut ku segera keluar.

__ADS_1


"Hueek!"


"Uhuk uhuk"


Tiba tiba aku merasakan sebuah pukulan keras yang menghantam tubuh bagian belakang ku, yang berhasil membuat ku mengeluarkan semua itu.


Tak hanya sampai di situ saja! saat aku melihat ke dalam wastafel betapa terkejutnya aku saat melihat begitu banyak sekali belatung yang menggeliat di sana.


"Astagfirullah bu Mayang!"


"Ka-kamu! kenapa kamu bisa masuk ke dalam sini?"


"Keluar lah dari kamar saya sekarang!".ucap ku sedikit berteriak


"Tidak bu mayang! saya tidak akan pergi dari sini"


"Maaf kalau saya lancang tiba tiba masuk kedalam kamar ibu! tapi saat saya ingin berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air.Saya mendengar ibu muntah muntah jadi saya refleks masuk ke sini bu"


"Sungguh saya tidak ada maksud apa pun!".ucap nya dengan nada bersalah


Aku yang sudah tak ingin mendengar penjelasan nya dengan keras ku panggil ardi untuk mengajak wanita ini segera keluar dari kamar ku.


"Ardi!"


"Ardii! kemarilah"


Sedetik kemudian tampak lah ardi yang dengan cepat menerobos masuk kedalam kamar ku dan berjalan mendekati kami.


"Ada apa bu mayang? kenapa teriak teriak begitu memanggil saya? saya sedang meeting dengan rekan kerja saya bu!"


"Lanjutkan nanti pekerjaan mu di! sekarang kamu saya tugaskan untuk segera bawa wanita ini keluar dari kamar!"


"Dan 1 lagi antar kan dia untuk kembali ke rumahnya! tapi ingat jangan lama lama".pinta ku dengan penuh penekanan sedang kan ardi malah menatap ku dengan tatapan bingung


"Memangnya ada apa bu Mayang? kenapa ibu tiba tiba ingin mengusir mala seperti ini?"


"Jika dia membuat kesalahan maka maafkan lah di bu mayang".ucap ardi dengan wajah lesu


Sementara wanita yang berada tepat di samping ku ini, terlihat mulai menangis karna bisa ku lihat tubuhnya mulai gemetar hebat.


"Mala?"


"Kamu kenapa? apa yang kamu lakukan pada bu Mayang?".tanya ardi padanya


"Tidak ada mas!".ucap nya senggugukan


"Saya hanya ingin membantu bu mayang saja! karna saat saya ingin mengambil air,tiba tiba saja saya mendengar bu mayang sedang muntah muntah"


"Kalau mas tidak percaya pada saya! lihat lah di sana ada belatung yang keluar dari muntahan milik bu mayang".ucap nya sambil menunjuk ke arah wastafel


Setelah mendengar itu ardi langsung menyuruh mala untuk segera menyingkir dari tempatnya berdiri saat ini,lalu dengan cepat ardi melihat ke arah wastafel.


"Astagfirullah bu Mayang! ini apa kok bisa begini?". tanya ardi dengan wajah cemas kepada ku.

__ADS_1


"Sa-saya juga tidak tau di! sa-saat saya selesai solat entah kenapa perut saya tiba tiba mual dan saya memuntah kan belatung belatung itu".ucap ku yang mulai tergugu.


__ADS_2