
Karena tak kunjung mendapat jawaban dari sambungan telepon selulernya, saat menghubungi nomor ponsel Claudia, Kenzo kembali ke meja kerja Claudia. "Dimana Claudia mengapa dia tidak ada di meja kerjanya? tanya Kenzo kepada Diana yang kebetulan meja kerja Diana berdekatan dengan meja kerja Claudia.
"Maaf Tuan Kenzo, tetapi sepertinya Claudia pergi ke rumah sakit. Sebelumnya Claudia mendapatkan sambungan telepon seluler yang memberitahu kalau orang tua Claudia Tuan Thomson mengalami kecelakaan dan kondisinya saat ini sedang kritis di rumah sakit. Diana mencoba memberitahu apa yang terjadi terhadap Claudia.
"Mengapa tidak ada yang memberitahuku? Kenzo kembali berteriak menyalahkan orang-orang yang ada di sana. Orang-orang di sana serba salah. "Ya ampun diberitahu salah nggak diberitahu salah." gerutu Diana di dalam hati sambil menundukkan kepalanya.
Kenzo kembali menghubungi nomor ponsel milik Claudia. Tetapi tak kunjung diangkat dia ingin mengetahui Tuan Thomson dirawat di mana saat itu. Karena tidak mendapat jawaban dari Claudia, ia meminta anak buahnya untuk mencari tahu kejadian yang terjadi terhadap Tuan Thomson.
Tidak berselang lama, anak buah Kenzo langsung menghubunginya kembali dan ternyata apa yang diinformasikan Diana benar adanya. Kalau Tuan Thomson saat ini dirawat di rumah sakit, akibat kecelakaan yang menimpanya. Mendapat informasi di rumah sakit mana Tuan Thomson dirawat, Kenzo langsung beranjak dari ruang kerjanya.
Ia meminta sopir pribadi yang selama ini setia menemani dirinya pergi ke mana saja jika ia inginkan. "Jalan sekarang!" perintahnya kepada Pak min, yang selama ini selalu setia menghantarkan dirinya kemana saja.
Pak min membuka pintu milik Kenzo lalu mempersilahkan Kenzo masuk ke dalam.
Setelah memastikan Kenzo duduk dengan tenang, Pak min melajukan mobilnya kerajaan raya menuju rumah sakit tempat Tuan Thomson dirawat. Kini Kenzo sudah tiba di rumah sakit, berlalu langsung tepat di depan ruang operasi. Ia melihat Claudia sudah duduk di dinding dengan menekuk lututnya tertunduk menangis sejadi-jadinya.
Tetapi ketika ia melihat Cleo di sana, emosinya naik kembali. Ingin rasanya Dia menghantam Cleo di sana tetapi posisinya saat ini sedang di rumah sakit. "Ngapain Kakak kemari?
"Bukan urusanmu?
"Oh Cleo kira ingin melihat kondisi kesehatan Tuan Thomson." ucapnya dengan nada sinis membuat emosi Kenzo semakin meningkat.
"Kalau ini tidak di rumah sakit kamu sudah saya hajar." Cleo hanya tersenyum sinis menatap kakaknya. Dua jam sudah berlalu Tuhan Thomson berada di ruang operasi, setelah Claudia menandatangani surat persetujuan operasi terhadap Tuan Thomson.
__ADS_1
Kini dokter sudah keluar bersama suster yang membantu mengoperasikan Thomson. melihat lampu mati dan pintu terbuka Claudia bangkit berdiri dan langsung menghampiri dokter dan suster yang menangani Tuan Thomson. "Bagaimana kondisi ayah saya dokter?
"Puji Tuhan operasinya berjalan dengan lancar semua itu berkat doa-doa anda nona. Tetapi Tuan Thomson saat ini kondisinya masih dalam keadaan kritis. Jadi kami harus menanganinya secara intensif dan sebentar lagi Tuan Thomson akan kami bawa ke ruang ICU. Claudia kembali menangis mendengar kondisi ayahnya masih dalam keadaan kritis walaupun operasinya berjalan dengan lancar.
"Tolong selamatkan ayah saya, Saya tidak memiliki siapa-siapa lagi selain ayah saya. bantu saya dokter." tangis Claudia memohon dan bersujud kepada dokter yang menangani Tuan Thomson. "lebih baik anda bangkit nona, tanpa Anda minta saya akan melakukan yang terbaik terhadap Ayah Nona Tuan Thomson. jawab dokter itu sambil menatap Claudia dengan tatapan iba.
Claudia bangkit dan kembali memohon kepada dokter itu dengan menakup kedua tangannya di dada. Hati Claudia begitu teriris mengetahui kalau kondisi ayahnya saat ini masih dalam keadaan kritis. "Yakin dan percaya akan kemampuan Tuhan tidak ada yang mustahil. Kamu harus berdoa kepada Tuhan, agar Ayah kamu diselamatkan." ucap dokter itu kepada Claudia yang kebetulan berasal dari negara Jerman.
Claudia menganggukan kepalanya. dan kembali mengucapkan terima kasih kepada dokter itu. Cleo menghampiri Claudia." Yang sabar Claudia. Aku yakin dan percaya Tuan Thomson akan baik-baik saja. Cleo mencoba menenangkan hati Claudia ia mengusap punggung Claudia. Saat ini Claudia membutuhkan seorang yang dapat merangkul dirinya. Claudia memeluk Cleo tanpa peduli kehadiran Kenzo disana.
Yang ia tahu saat ini dia hanya membutuhkan sandaran. Cleo membalas pelukan Claudia"yang sabar Claudia Kamu harus tabah menjalani hidup ini. Tuhan tidak akan membiarkan umatnya larut dalam kesedihan." lagi-lagi Cleo berusaha menenangkan Claudia.
Tidak berselang lama beberapa orang suster mendorong tubuh Tuan Thomson keluar dari ruang operasi menuju ruang ICU. Claudia tidak dapat kembali mendung air matanya Ia pun menangis melihat ayahnya yang berbaring di atas Branker dilengkapi dengan beberapa selang yang menyambungkan ke tubuhnya.
Claudia menghela nafas panjang. lalu ia bangkit berdiri kembali pergi dengan langkah gontai menuju ruang administrasi. "Permisi mbak atas nama Tuan Thomson biaya pengobatannya berapa ya?
"Sebentar ya Mbak, saya akan periksa!" sahut salah satu bagian administrasi di rumah sakit itu.
"Biaya pengobatan Tuan Thomson sekitar 50 juta nona." sahut bagian administrasi itu yang mampu membuat Claudia terhenyak.
"Dari mana aku mendapatkan uang sebesar itu? tabunganku saja seperempatnya tidak ada sebesar itu, Claudia meratap.
"Saya boleh bayar sebagian terlebih dahulu?
__ADS_1
"Boleh Nona, tetapi yang pasti Nona memberikan deposit terlebih dahulu setidaknya ada sebagai jaminan." sahut bagian administrasi itu kepada Claudia sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
Claudia memberikan kartu debit miliknya,
Saya deposit 20 juta dulu. Nanti akan saya cari tambahannya." ujar Claudia meminta kepada bagian informasi rumah sakit. setelah memberikan deposit kepada pihak rumah sakit Claudia berlalu menuju ruang ICU.
****
Setelah bernegoisasi kepada pihak rumah sakit, Claudia diizinkan oleh pihak rumah sakit melihat kondisi ayahnya. Kini Claudia sudah dilengkapi dengan jubah Rumah Sakit melihat kondisi Tuan Thomson.
"Pa ini Claudia, hati Claudia terasa hampa tidak adanya Papa di samping Claudia. cobaan ini bertubi-tubi kepada kita pa. Papa harus kuat jika Papa sayang kepada Claudia. apa Papa tahu tidak ada gunanya Claudia hidup tanpa adanya papa.
Sudah Claudia katakan kepada Papa, tidak usah bekerja pun tidak masalah bagi Claudia. karena ada Claudia untuk membiayai kehidupan kita sehari-hari. Dulu Papa sudah berjuang untuk menghidupi kehidupan kita. Saat ini Claudia yang akan mengganti posisi papa untuk mencari nafkah.
Tidak perlu harus pontang-panting mencari pekerjaan hingga membuat Papa mengalami seperti ini. Tangis Claudia sambil memeluk ayahnya. Dia tidak sanggup melihat penderitaan ayahnya. Dia tahu saat ini ayahnya sangat menderita?
"Claudia yakin kalau Papa bisa bertahan, karena Claudia benar-benar tahu kalau Papa sangat sayang kepada Claudia. Claudia berusaha berinteraksi kepada Tuan Thomson. meminta kepada Tuan Thomson agar selalu bertahan dan kembali terbangun dari tidur panjangnya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
__ADS_1