
Di ujung telepon Kenzo tertinggi geli saat melihat foto-foto yang dikirimkan oleh Claudia. Tak tanggung-tanggung Gadis itu langsung mengirim ratusan foto dengan berbagai macam pose lucu
dan menggemaskan."Syukurlah Kalau hari ini Claudia baik-baik saja.
Tetapi tetap saja sekarang Claudia merasa kesal pada Kenzo yang sudah merusak ketenangan hatinya dan kembali mendatangkan ombak besar yang akan menggulungnya hidup-hidup.
****
Seminggu sudah berlalu. Claudia selalu melewati hari-hari dengan penuh kemarahan dan emosi. Bukan tanpa sebab, melainkan Kenzo selalu mengganggunya meski hanya lewat pesan singkat, bahkan pria itu memberikan banyak tugas yang harus dikerjakan sampai-sampai dirinya terpaksa lembur selama beberapa hari.
Hari ini Gadis itu berangkat lebih pagi. Dia sudah mempersiapkan mental dan fisik yang kuat agar berani mengeluarkan semua kekesalannya pada Kenzo. Mulai sekarang akan kembali bekerja di kantor seperti biasanya.
Di dalam ruang kerjanya, Claudia tersenyum licik, saat mendengar suara langkah kaki dari luar."Ayo Claudia Kamu pasti bisa marahin pria brengsek yang menyebalkan itu." ujarnya bermenolok sendiri, sambil mengepalkan tangan di udara menyemangati dirinya sendiri.
"Bersiaplah Pak Ken, ha....ha...ha, tawa Claudia. Terdengar Gadis itu mulai melangkah kakinya, tangannya memegang knot pintu membuka dengan kasar.
" Pak....,"Claudia menggantungkan ucapannya dengan mata sempurna.
"Siapa ya?"
Claudia terdiam mematung, saat melihat pria punya tampan berdiri tepat di hadapannya. Penampilan keduanya jauh dari kesan rapi. dan Justru lebih mirip seperti preman pasar dengan celana robek-robek dan jaket jeans. Meskipun demikian, Claudia tetap terpesona dengan ketampanan tanpa ekspresi apapun.
__ADS_1
"Sempurna!" itulah kata yang ada dalam benak Gadis itu, saat pertama kali menatap Wajah pria yang menurut Claudia sangat dingin, dan tanpa ekspresi dengan tetapan datar. Pria itu seperti aktor Korea kesayangannya yang kebetulan Claudia menyukai menonton drama Korea.
"Oh, cewek pendek minggir-minggir ngilangin jalan lo!"
Lamunan Claudia buyar dalam sekejap, saat mendengar kata cewek pendek yang diucapkan oleh pria tampan dengan senyum jenaka di bibirnya.
Entahlah Siapa namanya. Yang jelas itu tidak termasuk dalam kriteria idaman seperti Kenzo. Yaitu suka berbicara sembarangan.
"Aku nggak pendek, ya cuman kurang tinggi saja." sahutnya dengan suara kecil pada kalimat terakhir.
"Kok bisa sih Kenzo punya asisten tuyul kayak gini! hadeh... nggak berkelas banget.
Claudia menggeram kesal sembari mengepalkan tangan menatap tajam pria yang sudah melontarkan pertanyaan aneh.
"Kamu jangan sembarangan ngomong ya. Aku bisa aja aduin kamu.
"Kenapa? nggak suka? emangnya kenapa hah?
Pria itu menelan saliva yang terasa pahit, lalu menghabiskan pandangan ke arah lain setelah mendengar teriakan dan tatapan tajam dari Claudia, yang sedikit membuatnya merinding.
"Astagfirullah, galak bener nih cewek ih serem."
__ADS_1
Dia sekilas menunduk mengambil nafas berkali-kali dan lagi menatap Claudia dengan tajam
"Minggir Ketusnya, melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Kenzo langsung diikuti oleh temannya dan Claudia.
"Eh tiang listrik!" Jangan duduk di kursi Tuan Kenzo. tunjuknya nggak sopan banget sih. Claudia berteriak. Kala pria yang tadi menghinanya duduk di kursi kerja Kenzo namun bukannya menuruti ucapannya sampai seraya menyandarkan kepalanya di kursi.
"Nama gue tidak tiang listrik. Gue punya nama. Perkenalkan nama saya Mario, calon CEO di perusahaan Atmaja Group.
" Jadi Lo, nggak berhak ngatur-ngatur gue ngerti?
Uhukkk uhukk....
Claudia terbatuk-batuk mendengar pernyataan yang terucap dari bibir pria itu.
"CEO? Tanyanya
"Yups, suatu hari nanti gua bakalan ganti Kak Kenzo.Karena Kak Kenzo akan pindah ke perusahaan yang ada di kota Changi jawab Mario dengan santai
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏