
"Teriakan tangis Claudia menggema di seisi ruangan. Membuat pihak rumah sakit terpaksa menyeret Claudia keluar dari ruang ICU itu. "Tolong kerjasamanya dengan baik. kami akan berusaha menyelamatkan ayah anda. teriak Suster itu sambil Langsung kembali ? menutup ruang ICU.
Dokter yang bertugas di sana berusaha menyelamatkan Tuan Thomson. Mereka pun akhirnya terpaksa menggunakan alat pemicu jantung hingga beberapa kali akhirnya denyut jantung Tuan Thomson kembali berdetak dengan normal, setelah beberapa kali dokter melakukan pemicu jantung.
"Syukurlah Akhirnya sekarang kondisinya kembali membaik." ucap dokter itu kepada suster yang ikut membantu dokter menyelamatkan nyawa Tuan Thomson. denyut jantung Tuan Thomson kembali berdetak secara normal membuat hati suster dan dokter itu pun bernafas lega.
Sementara Claudia masih tetap menangis di luar ruang ICU, entah apa yang akan ia lakukan jika terjadi sesuatu kepada Tuan Thomson. Ketika dokter dan suster itu keluar kembali, Claudia langsung menghampiri keduanya.
"Bagaimana kondisi ayah saya dokter?" tanya Claudia penuh selidik.
"Syukurlah akhirnya detak jantung Tuan Thomson kembali berdetak normal. Mungkin sebentar lagi Tuan Thomson akan dapat dipindahkan ke ruang rawat." ucap dokter itu sambil berlalu meninggalkan Claudia dan juga yang lainnya di sana.
Norin ingin meraih tubuh Claudia ku pelukannya. Tetapi tangan Claudia menghentikannya. Karena sebelum Norin memeluk Claudia, ia langsung memberikan kode agar tidak memeluknya. Rasa benci Claudia kepada Norin, belum sirna begitu saja. Atas apa yang ia lihat 10 bulan yang lalu.
" Claudia Apa kau tidak ingin mendengarkan penjelasanku terlebih dahulu?" tanya Norin kepada Claudia tetapi Claudia seolah tidak peduli. Sedangkan Cleo hanya diam saja Tidak berkomentar apa-apa. Karena dia sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap Norin dan juga Claudia.
__ADS_1
Bahkan masalah yang dihadapi Norin dengan Claudia itu tersangkut kepada Kenzo. Kini Claudia hanya ingin memikirkan kondisi kesehatan Tuan Thomson, tanpa peduli dengan hubungan Norin dengan Kenzo
"Yang Lalu biarlah Berlalu tidak perlu diingat-ingat lagi. Aku tidak ingin melihat masa lalu yang suram. Aku ingin menata kehidupanku ke depan, aku tidak akan larut dalam kesedihanku yang tak berarti. Karena penghianatan bagiku itu sulit dimaafkan.
Tetapi aku akan mencoba memaafkan orang-orang yang telah mengkhianati Ku. Tidak peduli hubungan kamu dengan pria itu yang bagaimana. Saya tidak akan peduli lagi, dan saya tidak akan mau tahu lagi dengan kehidupan kalian. Yang pasti aku ingin menata kehidupanku ke depan tanpa dibayang-bayangi dengan masa lalu.
Kata-kata itu yang keluar dari mulut Claudia tanpa melihat sosok Norin dan juga Kenzo sama sekali.
"Aku kakak sepupumu. Seharusnya aku mengetahui apa yang ada di dalam beban pikiranmu. Kini Norin berkomentar.
Aku ingin melupakan memori-memori yang masa lalu, tidak perlu mengingat-ingatnya lagi. Mau Kak Norin menikah atau tidak sama dia, aku tidak peduli. Karena rasa cinta ini sudah berubah menjadi benci. sahutnya sambil bangkit dari tempat duduknya lalu meraih ponsel pemiliknya. Berniat untuk menghubungi seseorang mencari bantuan untuk biaya pengobatan Thomson.
Tiba-tiba seorang wanita paruh baya menabrak Claudia. "Maaf saya tidak sengaja! ucap wanita itu meminta maaf kepada Claudia yang telah menjatuhkan ponsel miliknya, ketika menabrak tubuh Claudia. Claudia menatap wanita itu dengan seksama lalu kembali meraih ponselnya yang jatuh.
Dilihat dari penampilan Wanita itu sangat elegan dan juga berwibawa. Claudia kembali menatap wanita itu dengan Tatapan yang seksama."Kenapa wajah wanita ini mirip sekali dengan wajah ibuku yang ada di foto pernikahan ayahku dulu?." gumamnya di dalam hati.
__ADS_1
Tetapi ia kembali menepis. Ah tidak mungkin ibuku saat ini berpenampilan seperti sekarang." Claudia membatin. Tetapi ia terus memperhatikan gerak-gerik wanita itu lalu wanita itu bersalaman pertanda mau minta maaf kepada Claudia.
Claudia terus memandangi wajah wanita itu di saat mereka bersalaman. "Maafkan saya gadis cantik saya tidak sengaja!"
"Tidak apa-apa nyonya, mungkin nyonya buru-buru. "sahut Claudia. lalu Wanita itu pergi begitu saja tanpa berbicara apa-apa kepada Claudia.
"Mengapa aku seperti dekat dengan gadis tadi! gumam wanita paruh baya itu sambil terus berjalan melewati ruang ICU. Sementara Claudia kembali meraih ponselnya, lalu melihat nomor ponsel yang ia harapkan dapat membantu dirinya.
Tetapi ketika ia menghubungi seseorang yang ada di layar ponselnya, Tak ada satupun yang bersedia meminjamkan uangnya kepada Claudia. Hal itu membuat Claudia semakin khawatir, darimana dia mencari uang sebesar 30 juta biaya pengobatan ayahnya. Padahal biayanya itu, belum keseluruhan selama Tuan Thomson dirawat di rumah sakit.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
JANGAN LUPA, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏
__ADS_1