
Satu minggu sudah berlalu. Kondisi kesehatan Tuan Thomson sudah berangsur-angsur membaik, dan dokter juga sudah mengizinkan Tuan Thomson untuk kembali ke rumah. Walaupun Tuan Thomson harus sering check up ke rumah sakit.
Kini Claudia bernafas lega dan kembali dapat bekerja seperti biasanya. Pagi itu Claudia ingin segera berangkat ke kantor. Ia sudah tampak menggunakan pakaian kantornya. dan sudah terlihat rapi. Claudia menghampiri Tuan Thomson yang sedang duduk di sofa.
"Pa, Claudia berangkat kerja dulu. Tidak apa-apa kan Claudia tinggal di rumah sendiri? nanti kalau butuh apa-apa telepon aja Claudia. Ingat Pa, jangan melakukan apa-apa. Papa harus istirahat." ujar Claudia dibalas anggukan dari Tuan Thomson
Dengan menggunakan sepeda motor milik Claudia. Ia melajukan motornya ke arah jalan raya menuju Atmaja Group. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 25 menit menelusuri jalanan ibukota yang lumayan macet kebetulan. Pagi itu jalanan ibukota cukup macet. Itu sudah hal biasa di kota metropolitan. Kesibukan masyarakat lalu lalang membuat jalanan ibu kota menjadi macet.
"Syukurlah aku tidak telat masuk kantor. gumamnya sambil memarkirkan motor miliknya di parkiran kantor. Claudia melangkah masuk ke dalam lift khusus karyawan. Terlihat Diana juga ada disana.
"Wah sudah mulai masuk kantor kamu Claudia? syukur deh berarti aku tidak akan terlalu repot lagi. Bagaimana kondisi Ayah kamu sekarang apa sudah baik-baik saja?
"Puji Tuhan saat ini ayahku sudah baik-baik saja!'sahutnya sambil mengembangkan senyumnya menatap Diana dengan tatapan penuh arti.
Beberapa menit kemudian ,lift yang membawa Mereka ke lantai 10 tiba. Claudia dan Diana keluar bersamaan. Tanpa mereka sadari disaat mereka tengah asik bercanda gurau dengan Diana. Kenzo memperhatikan interaksi keduanya.
"Oh ya, Diana aku masih penasaran, ketika ayahku mengalami kecelakaan dan biaya pengobatan ayahku di rumah sakit ada yang membayarnya. Dan itu Aku tidak tahu siapa. aku sudah mendepositokan biaya pengobatan ayahku sebesar 20 juta.
Tetapi pihak rumah sakit mengembalikannya kembali Dengan alasan, kalau ada seseorang yang membayar biaya pengobatan ayahku sampai lunas. Aku bingung dan tidak tahu siapa yang membayarkan biaya pengobatan ayahku.
Ketika aku bertanya kepada pihak rumah sakit pihak rumah sakit mengatakan kalau yang membayar biaya pengobatan ayahku identitasnya tidak bisa diberitahu. Tetapi hingga sekarang, Aku tidak mengetahui Siapa orang yang membayar biaya pengobatan ayahku.
Padahal aku ingin sekali mengucapkan terima kasih kepadanya.
"Sudahlah, ngapain kamu pikirkan. Mungkin ada Dewa penolong yang ingin membantu biaya pengobatan Ayah kamu. Doakan saja semoga yang membiayai pengobatan Ayah kamu itu sehat-sehat dan rezekinya semakin bertambah." ujar Diana sambil mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya.
Claudia pun mengganggukan kepalanya "Semoga orang itu baik-baik saja dan rezekinya semakin melimpah ." doa Claudia di dalam hati. Ia kembali membuka layar laptopnya untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya yang sudah dilimpahkan Kenzo ke Diana. Saat ini Claudia yang handle sendiri.
__ADS_1
"Terima kasih Claudia, kau sudah kembali ke kantor ini. Kalau kau tidak ada di kantor ini, aku kewalahan. Apa kau tahu segala pekerjaanmu dilimpahkan Tuan Kenzo kepadaku. Sehingga aku selalu pulang telat.
"Maafkan aku sudah membuat kamu repot.
"Sudahlah tidak masalah yang penting Om Thomson saat ini sudah baik-baik saja." sahut Diana sambil terus berkutat di laptopnya.
Jam istirahat sudah tiba pukul 12.05 Claudia bergegas bangkit dari tempat duduknya.
"Eh kamu mau ke mana Claudia?
"Aku ingin menemui papaku, Siapa tahu dia membutuhkan aku untuk mengambil makan siangnya." sahut Claudia setengah berteriak sambil berpamitan langsung kepada Diana, berlari masuk kedalam lift.
Beberapa menit kemudian lift itu tiba di lantai dasar dan Claudia keluar menuju parkiran mengambil motor miliknya yang terparkir di parkiran kantor. Claudia Melajukan motornya ke arah Jalan raya kembali kerumah.
Tidak butuh waktu lama, setelah 10 menit kemudian Claudia tiba-tiba di rumah. Kebetulan jalanan tidak macet dan lancar. Claudia menghampiri Tuan Thomson.
"Loh kok kamu pulang?
"Claudia ingin makan siang bareng bersama papa." sahut Claudia sambil mengembangkan senyumnya menatap Tuan Thomson dengan tatapan penuh kasih sayang.
Dengan telaten Claudia menghidangkan makanan yang sudah ia masak sebelumnya pagi tadi. Ia tinggal hanya menghangatkannya saja.
Tuan Thomson mengembangkan senyumnya menatap putrinya."Tidak perlu kamu harus pulang siang seperti ini. Apa kamu tidak lelah? kau harus kembali lagi ke kantor bukan? Claudia menganggukkan kepalanya pertanda tebakan Tuan Thomson benar.
"Tidak apa-apa Pa, kan ada motor Claudia yang selalu setia menghantarkan Claudia kemana saja."sahut Claudia sambil mengembangkan senyumnya menatap Tuan Thompson dengan tatapan penuh arti.
Kini Claudia dan Tuan Thomson dengan lahap memakan menu makan siang yang sudah dihidangkan Claudia. Setelah siap makan siang, Claudia pun meraih obat milik Tuan Thomson. Agar Tuan Thomson mengkonsumsi obat yang sudah di resep dokter kepada Tuan Thomson. berharap kondisi Tuan Thomson kembali pulih seperti semula.
__ADS_1
Setelah memastikan Tuan Thomson istirahat, Claudia berpamitan untuk segera kembali ke kantor. Jam sudah menunjukkan pukul 12. 55 itu berarti Claudia hanya membutuhkan 5 menit lagi harus tiba ke kantor. Claudia melajukan motor miliknya menuju kantor Atmaja Group.
Tepat dipukul 13.05 Claudia tiba di kantor. tanpa kenzo melirik jarum jam yang ada di pergelangan tangannya. "Dari mana Claudia mengapa dia terlihat buru-buru sekali masuk ke kantor? gumam Kenzo penasaran.
Tiba-tiba Cleo datang menghampiri Claudia. membuat emosi Kenzo kembali bangkit. "Oh ya Kamu dari mana.
"Aku sebentar pulang ke rumah untuk memastikan kalau Papa aku sudah makan siang dan makan obat. sahut Claudia sambil tetap berjalan masuk ke lift khusus karyawan.
Cleo terus mengikutinya. padahal Cleo sudah tidak bekerja di kantor itu lagi. " Apa kau sudah mulai kembali bekerja di sini lagi? tanya Claudia penuh selidik. Cleo menggelengkan kepalanya. " lalu kau ngapain ke sini?
"Aku ingin menemui kamu, karena aku khawatir kalau kakakku bermacam-macam kepadamu. Claudia tertawa ngakak.
" Kamu pikir aku anak kecil? yang tidak tahu melindungi diriku sendiri, Claudia menggelengkan kepalanya mendengar Apa jawaban Cleo terhadapnya.
Ting..
suara lift itu kembali berbunyi pertanda mereka sudah tiba di lantai 10. Dengan langkah terburu-buru, Claudia masuk ke dalam ruang kerjanya dan duduk di kursi kerjanya. Sedangkan Cleo tetap mengikutinya sampai ke ruang kerja Claudia.
"Tolong jangan ganggu jam kerjaku. Nanti Bos Besar ngamuk, dan tiba-tiba aku dipecat. Mau kerja di mana Aku nanti, jika aku dipecat dari sini." ujar Claudia memohon kepada Cleo agar segera meninggalkannya di sana.
Claudia tidak ingin membuat masalah kepada bos besarnya. Karena posisinya saat ini sangat terancam, jika ia dipecat maka sulit baginya untuk mencari nafkah menghidupkan kehidupan mereka sehari-hari.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1