
Ketika Kenzo mendengar masa lalu Claudia yang begitu kelam, ternyata ibunya yang diceritakan oleh Claudia saat itu kepada Kenzo, meninggalkan mereka saat masih kecil ternyata Nyonya Riana, rekan bisnisnya sendiri.
"Jika memang Nyonya Riana merupakan ibu kandung kamu sendiri, Mengapa Nyonya Riana sama sekali tidak mengenalimu? ucap Kenzo yang tidak percaya begitu saja ternyata Nyonya Riana yang ia kenal seorang wanita yang begitu menyayangi anaknya, ternyata tega meninggalkan darah dagingnya sendiri dan ternyata Kenzo sudah salah menilai Nyonya Riana. Karena selama ini nyonya Riana selalu bersikap baik dan menyayangi Putri angkatnya sendiri.
Katy wanita yang menatap Kenzo dan Claudia dengan tatapan yang tajam ternyata Putri angkat dari Nyonya Riana, salah satu petinggi perusahaan yang dipimpin oleh Nyonya Riana sendiri selama ini, Selama ini Katy sudah sangat lama mencintai Kenzo tetapi Kenzo sama sekali tidak pernah peduli akan hal itu. Karena dia masih sangat mencintai Claudia. walaupun Claudia sudah memutuskan hubungan mereka satu tahun yang lalu.
"Aku harap kamu sabar, mungkin Nyonya Riana belum mengetahui kalau kamu itu putrinya.
" Tidak perlu dia mengetahui aku putrinya atau tidak, karena itu sama saja bagiku. Jika memang dia menyayangiku, dia pasti akan mencariku ketika ia sudah memiliki segudang harta. Tetapi sampai saat ini dia sama sekali tidak mencari tahu tentangku. Itu artinya dia memang tidak pernah menyayangiku sebagai putrinya." ucap Claudia sambil terus menangis sesungguhkan dipelukan Kenzo.
Kenzo berusaha untuk menenangkan hati Claudia. Saat ini ia begitu sedih melihat suara Isak tangis Claudia. Seolah dirinya dapat merasakan apa yang dirasakan Claudia saat ini. Sesak di dada Claudia seolah kesulitan untuk bernapas ketika dirinya mengingat sosok Nyonya Riana.
Padahal Claudia sendiri sudah memberitahu namanya kepada Nyonya Riana. Tetapi Claudia melihat tidak ada reaksi apa-apa dari Nyonya Riana, itu artinya nyonya Riana sama sekali tidak mengenalnya.
"Kenapa kamu tidak langsung memberitahu kalau kamu itu adalah Putri kandungan yang ia tinggalkan saat itu? tanya Kenzo penuh selidik.
__ADS_1
"Tidak perlu aku beritahunya. Seharusnya kalau dia benar-benar masih ingat saja kepadaku, dia pasti akan mengenaliku." ucap Claudia sambil melepaskan pelukannya dari Kenzo.
"Maaf Pak Kenzo, saya melibatkan Pak Kenzo Maslah saya. Dan Seperti saya tidak bisa kembali ke kantor saat ini, lebih baik Pak Kenzo kembali ke kantor. Claudia masih ingin berada di sini, Tolong tinggalkan aku sendiri." ujar Claudia meminta kepada Kenzo agar segera meninggalkannya Di sana. Ia tidak ingin Kenzo terganggu melakukan tugas dan tanggung jawab sebagai pimpinan perusahaan.
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan kamu dalam situasi seperti ini. Biarkan aku disini bersamamu, aku dapat merasakan apa yang kamu rasakan sekarang." ucap Kenzo sambil menghapus air mengalir yang begitu deras di wajah cantiknya Claudia.
Entah mengapa hati Claudia begitu damai ketika berada di dekat Kenzo. "Ada apa ini? mengapa ketika aku bersama Kenzo rasa hati ini seolah terobati." gumam Claudia dalam hati sambil netranya menelisik lokasi danau yang terlihat indah dan mempesona.
****
" Loh Kakak di mana? Kok tidak ada di ruang kerjanya?" gumamnya dalam hati sembari melirik ke arah Ardiansyah.
"Sepertinya asistennya juga tidak ada, ke mana mereka, apa mereka sedang berada di luar?" tanya Mario kepada Ardiansyah.
" Bagaimana mungkin kamu bertanya kepadaku? sementara aku saja baru tiba di kantor ini. Kita sama-sama baru sampai kali." ucap Ardiansyah sambil menoyur kepala Mario. Membuat Mario pun langsung mengelus-elus kepalanya yang tidak sakit.
__ADS_1
Mario berjalan ke ruang kerja Cleo, yang sedang asyik mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil sang kakak. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Mario dan Ardiansyah masuk begitu saja.
" Kak dimana Kak Kenzo kok tidak ada di ruang kerjanya?" tanya Mario penuh selidik.
" Kakak ada Meeting di luar. Memangnya ada apa? kalau kamu memerlukan sesuatu katakan saja kepadaku." ucap Cleo sebari menatap adiknya dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Kamu bisa tidak merubah penampilan kamu seperti itu. Kamu pikir kamu preman pasar? jika preman melihat kamu maka bisa-bisa menganggap Mu menjadi saingan mereka. mereka akan menghajar mu suatu ketika." ucap Close kepada Mario yang sudah tampak kesal karena sang kakak memintanya harus membenahi penampilannya.
"Baju kamu yang seperti itu, apa anggapan orang nanti? Bagaimana kak Kenzo membiarkan kamu bekerja di kantor ini, kalau kamu tidak bisa merubah sikap dan tingkah laku Mu yang urakan itu." ucap Cleo, berharap Mario dapat berubah.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1