MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 49. MERASA TIDAK PERCAYA _MBMM


__ADS_3

Claudia Aulia Thomson seolah tidak percaya apa yang diucapkan oleh Nyonya Kanada Atmaja. Claudia menatap Kenzo dengan tatapan penuh tanya. Claudia menarik tangan Kenzo keluar dan menjauh dari Nyonya Kanada.


"Mas apa apaan ini mas?


"Ya kita akan menikah dalam waktu dekat.


"Tapi mas,


"Tidak ada tapi tapi. Kalau kau memang mencintai ku. Pasti kau tidak akan menolak lamaranku ini.


"Tapi kalau dia belum membicarakannya sama sekali dengan ayah.


"Bukan kamu yang akan membicarakannya. Mas yang akan langsung meminta restu kepada papa." ucap Kenzo sambil Langsung kembali masuk ke ruang meeting dengan menarik tangan Claudia.


Cleo menatap Claudia dengan tatapan penuh tanya. lalu beralih menatap Kenzo dengan tatapan tajam. "Kalian pintar sekali menutupi hubungan kalian, sungguh sangat luar biasa terutama dengan kau Claudia. Pintar sekali kamu menutupi hubungan kamu dengan kakakku. Kau sangat luar biasa." ucap Cleo yang mampu membuat Claudia mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?


"Kak Kenzo juga tidak perlu seharusnya menutupi hubungan kalian. Pantas saja setiap kali aku dekat dengan Claudia, Kakak emosi dan selalu meminta Claudia mengerjakan sesuatu di ruang kerja kakak. Ternyata kalian memiliki hubungan khusus. sungguh disayangkan kalian berdua memang sangat luar biasa mampu menutupi hubungan kalian.


Claudia Aulia Thomson menghela nafas panjang. Seharusnya sebelum memvonis orang lain Anda harus mencari tahu hal yang sebenarnya. daripada menunggu seperti ini.


"Apalagi yang harus saya cari tahu, semuanya sudah jelas Mami tidak mungkin mengumumkan pernikahan kalian jika tidak ada hubungan diantara Kalian.


"Diam kau Cleo!" jaga sikap kamu." ucap Kenzo dengan nada meninggi.


"Kenapa aku harus diam? memang kenyataannya seperti itu. Tidak perlu ditutup-tutupi.


"Kau tidak tahu apa-apa Cleo, jadi jangan sok tahu!"

__ADS_1


Cleo menatap Tenjo dengan tatapan tajam. lalu pergi meninggalkan ruang meeting itu, menutup pintu ruangan meeting dengan keras. Hingga membuat suara pintu itu mampu membuat orang-orang yang berada di ruang meeting itu terhenyak.


"Sudah biarkan saja. Nanti juga dia akan memahami segalanya setelah Mami pelan-pelan menjelaskannya. Dia mungkin sok mendengar rencana pernikahan kalian.


"Tapi apa masalahnya kepada dia jika kami menikah?


"Tentu masalah dong, secara Cleo juga mencintai wanita yang sama dengan Tuan Kenzo." ucap Diana yang mampu membuat Kenzo terhenyak.


"Maksud kamu?


"Tidak Pak hanya bercanda saja. ucap Diana sambil mengangkat kedua jarinya ke atas udara hingga berbentuk V.


Mario mengembangkan senyumnya menatap wanita yang ada di hadapannya tidak berani berterus terang kepada sang kakak. kalau Diana mengetahui Cleo juga mencintai Claudia. Mario menghampiri Diana yang masih duduk di ruang meeting.


Mario menarik tangan Diana keluar dari ruang meeting itu. Meninggalkan Nyonya Kanada, Claudia dan juga Kenzo di sana.


"Apa kamu menginginkan hubungan Kak Cleo dan Kenzo semakin ribet? Jika Kak Kenzo mengetahui kalau Cleo mencintai wanita yang sama dengan wanita yang akan


menjadi pendamping hidup kakakku?


Diana terdiam. Hampir saja dirinya memberitahu kalau Adik Kenzo sendiri mencintai wanita yang sama, dengan wanita yang sangat ia cintai bahkan sudah memiliki hubungan hingga beberapa tahun yang lalu.


"Maaf aku tidak sengaja keceplosan.


"lain kali kamu Jangan melakukan tindakan yang membuat hubungan kekeluargaan semakin ribet. Aku tidak ingin hubungan di antara kami menjadi renggang." ucap Mario kepada Diana dibalas anggukan dari Diana.


Di tempat lain tepatnya di lokasi di mana saat ini Cleo berada. "Mengapa takdir seolah selalu mempermainkanku? setiap kali aku mencintai seorang wanita, dia lebih memilih memakai lain dibandingkan diriku. Apakah aku tidak pantas bahagia dan mendapat wanita yang aku cintai menjadi pendamping hidupku?


"Entahlah Sampai kapan takdir mempermainkanku seperti ini. Cleo bermonolog sendiri sambil duduk di sebuah taman kota. Menghadap ke air mancur yang ada di tengah-tengah taman itu. Di bawah kegelisahannya Cleo memejamkan matanya di kursi itu. Bayang-bayang Claudia bersanding dengan sang kakak sudah menari-nari di pikirannya.

__ADS_1


"Astaga bagaimana bisa aku menghadapi ini semua. Wanita yang aku cintai ternyata akan bersanding dengan kakakku sendiri. apa yang harus aku lakukan? pertanyaan demi pertanyaan timbul dibenak Cleo saat. iya memutuskan tidak kembali ke kantor dan menikmati indahnya taman kota dan memandang air mancur yang berada di tengah-tengah taman kota.


Seorang wanita ada di seberangnya juga mengalami hal yang sama. Takdir juga sekolah mempermainkan dirinya. Wanita itu berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan kekesalannya. "ya Allah mengapa aku harus dihadapkan dengan takdir seperti ini? teriak seorang wanita berparas cantik dari seberang sana. Suara teriakan itu masih terdengar jelas di telinga Cleo.


Cleo membuka kedua kelopak matanya. melihat ke arah suara yang berteriak. iya mengerutkan keningnya menatap wanita itu yang berjalan mengelilingi air mancur, sambil merentangkan tangannya di sana.


Ingin rasanya Cleo melakukan hal seperti yang dilakukan wanita itu. Tetapi aku Dia tidak berani melakukannya. "Hei berisik? dari tadi kau berteriak-teriak Memangnya hanya cuma kamu saja ingin menikmati pemandangan yang indah di taman kota ini? ucap Cleo kepada wanita yang ada di seberang sana.


Tetapi wanita itu seolah tidak peduli. Ia larut dalam kesedihannya. "Mungkin dengan berteriak beban yang ada di dalam hati ini dapat berkurang." gumam wanita itu di dalam hati sambil tetap melakukan aktivitasnya.


Karena tak kunjung diam akhirnya, Cleo bangkit dari pemberiannya yang berada di sofa itu. "Kau bisa dibilangin atau tidak? suaramu berisik banget. gerutu Cleo sambil duduk.


"Apa urusanmu denganku Lebih baik kau urus dirimu sendiri. daripada waktumu habis untuk mengurusi aku, lebih baik sapu tuh sampah-sampah dedaunan yang ada di dekatmu."ucap wanita yang berparas cantik itu sambil menatap Cleo dengan tatapan tajam.


Karena merasa tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar, kedua insan ini terlibat pertengkaran kecil. Membuat Cleo menggelengkan kepalanya menatap wanita yang ada di hadapannya. "Masih ada ya wanita sepertimu. Kau memang wanita yang sangat gila.


"Kalau aku gila, terus kamu apa? gerutu Cleo


"Kau memang lelaki yang payah. ucap wanita itu sambil berkacak pinggang. Cleo menatap wanita itu dengan tatapan bertanya."kau siapa? Mengapa kamu berteriak-teriak di sini?


"Itu bukan urusanmu." ucap wanita itu kepada Cleo yang mampu membuat Cleo menggelengkan kepalanya.


,Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


"

__ADS_1


__ADS_2