
Mischa memperhatikan wajah polos Cleo yang masih tertidur pulas. Kau lelaki yang baik,kau tidak melakukan apa-apa kepadaku walaupun kesempatan itu ada. Jarang sekali aku menemukan lelaki tampan seperti mu. Tetapi kau menjaga harkat dan martabatku. ucap Mischa sembari memperhatikan wajah polos Cleo yang masih tertidur pulas.
"Kau benar-benar Dewa penolongku. Aku terhutang Budi kepadamu. Entah bagaimana aku akan membalas kebaikanmu kelak." Mischa memberanikan diri mengelus rambut Cleo. Lalu ia bangkit dari pembaringannya, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai membersihkan diri, Kini Mischa berlalu ke dapur setelah memastikan penampilannya sudah terlihat bersih dan rapi. Ia melihat persediaan makanan yang ada di dalam kulkas. Berharap ada bahan makanan yang dapat diolah di sana.
"Syukurlah masih ada telur dan sedikit rempah-rempah. Aku akan terlebih dahulu menanak nasi, habis itu aku akan mengolahnya menjadi nasi goreng yang lezat. Aku berharap mas Cleo menyukai masakanku." gumamnya dalam hati sembari langsung menanak nasi dan membersihkan apartemen milik Cleo hingga terlihat bersih dan rapi.
Setelah menunggu beberapa menit kemudian kini Mischa langsung memasak nasi goreng. berharap nasi goreng masakannya akan disukai oleh Cleo jika Ceo sudah terbangun dari tidurnya.
Mencium aroma masakan yang begitu mengunggah selera, Cleo pun akhirnya terbangun dari tidurnya. Ia berjalan ke arah aroma masakan yang mengunggah selera itu. Apalagi cacing-cacing di perut Cleo sudah berdemo untuk diisi. "Kau masak? tanya Cleo sambil memperhatikan Mischa yang begitu telaten menata menu makanan yang ada di meja makan sederhana itu.
"Iya Mas, cepatlah mandi baru kita sarapan. pasti mas sudah lapar kan?" ucap Mischa sambil mengembangkan senyumnya menatap Cleo dengan tatapan penuh arti. Cleo sudah tidak sabar ingin menikmati nasi goreng yang dihidangkan oleh Mischa.
Cleo berlalu masuk ke kamar mandi. Cleo sengaja mempercepat ritual mandinya. Apalagi setelah mencium aroma masakan yang begitu mengunggah seleranya, membuat dirinya semakin tidak sabar ingin langsung menikmati masakan Mischa.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya. Cleo menggunakan baju kantor yang biasa ia gunakan. karena hari ini juga iya harus pergi ke kantor untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya untuk terakhir kalinya di perusahaan pusat Atmaja Group. Sebelum dirinya dipindah tugaskan menjadi CEO perusahaan Atmaja group yang ada di kota Medan.
"Mas mau kemana?
"Maaf aku harus pergi ke kantor Pagi ini. Aku harus menyelesaikan tugasku di kantor pusat. sebelum aku pindah tugas memimpin perusahaan Atmaja group di kota Medan.
"Jadi Mas mau pergi ke Medan dalam waktu dekat?
Cleo menganggukkan kepalanya pertanda tebakan Mischa benar adanya. "Aku harus memimpin perusahaan keluargaku yang ada di Medan. Tugasku di kantor pusat sudah selesai mendampingi Kak Kenzo. Adikku Mario yang akan menggantikan posisiku menjadi wakil CEO di Atmaja group pusat. aku harus bertolak ke Medan untuk memimpin perusahaan disana." ucap Cleo sambil mendudukkan bokongnya lalu menarik piring yang berisikan nasi goreng ke hadapannya.
"Apa sudah bisa dimakan?
__ADS_1
"Tentu Mas, semoga saja Mas suka nasi gorengnya."ucap Mischa sambil mengembangkan senyumnya. Terlihat Cleo menikmati nasi goreng masakan Mischa.
" Kau pintar sekali masak. Sumpah nasi gorengnya enak bangat. Aku jadi pengen nambah.
"Nambah saja mas." sahut Mischa sambil menyendok nasi goreng yang masih ada di piring lainya untuk Cleo. Cleo tampak memakannya dengan lahap.
"Kenyang Banget." ucap Cleo setelah menghabiskan nasi goreng yang ada di atas meja dan meminum air mineral.
"Wah kalau makan begini terus, bisa bisa aku gemuk." ucap Cleo sambil menatap Mischa dengan tatapan penuh arti.
"Aku rela memasak untuk Mu sarapan pagi setiap hari. Tapi sayang nya kamu harus meninggalkan ku lagi, padahal aku sudah merasa nyaman berada di dekat kamu." gumam mischa di dalam hati sembari menatap Cleo dengan tatapan penuh arti.
"Sebelum aku pulang dari kantor, Kau boleh menonton televisi dan entah ngapain saja yang kamu suka di sini. Jangan pergi ke mana-mana sebelum aku pulang dari kantor." kalau kau perlu apa-apa hubungi aku." ucapnya sambil memberikan nomor ponsel kepada Mischa.
"Iya Mas tapi sepertinya Mischa harus segera mencari kos-kosan dan mencari pekerjaan. Tidak mungkin Mischa terus menumpang hidup sama mas. " ucap Mischa
"Jangan membantah, tunggu aku pulang dari kantor. Kau istirahat dulu. Kalau masalah tempat tinggal dan pekerjaan tidak perlu kamu pikirkan. Kau boleh bekerja di perusahaanku yang ada di kota Medan, jika kau bersedia ikut ke sana." ucap Cleo sambil langsung berpamitan kepada Misca untuk segera berangkat ke kantor Pagi itu.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit menelusuri jalanan ibukota. Cleo akhirnya tiba di kantor Atmaja group. Ia memarkirkan mobil miliknya di parkiran kantor, lalu keluar dari dalam mobilnya langsung menuju lift khusus petinggi perusahaan.
Ketika Cleo sudah tiba di lantai dimana ruangannya berada. Ia langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa bertegur sapa kepada Claudia yang duduk di meja kerjanya. Biasanya Cleo terlebih dahulu menghampiri Claudia dan juga Diana.
Tetapi untuk saat ini, sepertinya Cleo ingin menjaga jarak dengan Claudia. Apalagi setelah Cleo mendengar langsung dari ibu kandungnya sendiri, Nyonya Kanada Atmaja. mengutarakan kalau Kenzo dan Claudia akan segera melangsungkan pernikahan.
Bagai petir di siang bolong, ketika mendengar pengumuman yang diumumkan oleh Nyonya Kanada, mengenai hubungan wanita yang sangat dicintai dalam diamnya, ternyata akan bersanding dengan kakaknya sendiri.
Sulit bagi Cleo untuk menerima itu semua. oleh karena itu Cleo merasa lebih baik menghindar tidak melihat sosok Claudia di sana. Ia memilih masuk ke ruang kerjanya tanpa menoleh ke arah Claudia Aulia Thomson.
__ADS_1
Kenzo yang mendapat kabar dari Nyonya Kanada Atmaja, Kalau malam itu Cleo tidak kembali ke rumah utama Atmaja menghampiri Cleo. Setelah mengetahui Cleo sudah tiba di ruang kerjanya.
Tok...
Tok.....
Tok...
Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Cleo.
"Masuk!" teriak Cleo mempersilahkan Kenzo masuk ke ruang kerjanya
ceklek....
sekali hentakan pintu ruang kerja Cleo terbuka. Kenzo masuk menghampiri Cleo.
"Kamu kemana saja, Mami mencarimu. Mengapa kau tidak kembali ke rumah utama?" tanya Kenzo penuh selidik.
"Aku kembali ke apartemenku. Ada hal penting yang harus aku urus disana, tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku baik-baik saja. lebih baik kakak urus rencana pernikahan Kakak." ujar Cleo sambil terus berkutat di laptopnya tanpa menatap Kenzo sama sekali.
"Kata mami kau harus segera berangkat ke Medan 1 minggu lagi. Kau sudah sah diangkat menjadi CEO di Atmaja grup yang ada di kota Medan.
"Kalau masalah itu, Cleo sudah mengetahui. Kakak Tenang saja Cleo sudah mempersiapkan segalanya. lebih baik Kakak fokus ke rencana pernikahan kakak.
Jangan karena menunggu Kakak, kami adik-adikmu tertunda untuk menikah." ucap Cleo yang mampu membuat Kenzo terhenyak. Memangnya kamu sudah punya pacar? masalah punya pacar atau tidak, Itu urusanku. Yang penting Kakak menikah dulu. malu dengan usia yang sudah hampir kepala empat tetapi tak kunjung mendapat pendamping hidup." ucap Cleo sambil terus fokus berkutat di laptopnya.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓