
Di kota Medan
Terlihat Cleo sudah memulai aktivitasnya menjadi pimpinan Atmaja group yang berada di kota Medan. Mischa selalu setia mendampingi Cleo saat melakukan aktivitas Cleo selaku menjadi asisten pribadi Cleo.
"Apa agenda saya hari ini? tanya Cleo dengan wajah yang datar kepada Mischa tanpa menatap mischa sama sekali. "Kita akan ada meeting di salah satu restoran yang ada di kawasan Cemara asri. Klien kita yang berasal dari kota Cebu sudah menunggu di sana.
Mereka merubah jadwal meeting dan mempercepatnya, karena hari ini juga mereka akan segera kembali ke kota Cebu." ucap Mischa kepada Cleo yang mampu membuat Cleo langsung terhenyak. "Apa kau sudah mempersiapkan bahan meeting ke sana pagi ini?" tanya Cleo kepada Miska.
Mischa tidak menjawab. Ia memilih untuk diam. Karena Dirinya belum mengetahui apa maksud Cleo mengatakan bahan meeting mereka pagi itu. Karena mischa masih buta sama sekali dengan urusan kantor Atmaja Group.
Sehingga ia pun tetap diam tidak dapat berbicara apa-apa. Untung saja Pak Armed langsung datang menghampiri keduanya dengan membawa file dan flash disk yang ada di tangannya.
"Maaf Pak Cleo, bahan meeting ada pada saya." ucap Armed sambil langsung memberikan file dan juga flashdisk yang ada di tangannya kepada Cleo. Cleo menatap Mischa dengan Tatapan yang sulit diartikan. Mischa tidak mampu menjawab Ya hanya menundukkan kepalanya.
"Kau ikut aku meeting. karena kau yang paham akan hal ini." ujar Cleo meminta Pak Armed untuk mengikuti dirinya meeting bersama klien yang datang dari kota Cebu
"Baik Pak." sahutnya dengan singkat sambil melangkah mengikuti Cleo masuk ke lift khusus petinggi perusahaan. Sementara Mischa masih setia berdiri di tempatnya semula.
__ADS_1
"Mischa Ngapain kau di situ? Panggil Cleo yang melihat Mischa yang tak kunjung mengikuti mereka masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.Sontak Mischa langsung berlari menghampiri Cleo dan juga Pak Armed yang sudah berada di dalam lift.
Cleo menggelengkan kepalanya, menatap Mischa dengan Tatapan yang sulit diartikan. "Apa yang kau pikirkan? Mengapa kau melamun? tolong, sewaktu bekerja Jangan berpikir yang macam-macam. fokus untuk bekerja." ujar Cleo sambil menatap Mischa.
"Maaf Tuan." sahutnya dengan lembut sambil tetap menundukkan kepalanya.
Sementara di tempat lain terlihat Nyonya Riana menghampiri Katy yang tak kunjung keluar dari kamarnya. Sudah beberapa hari Katy mengurung diri di kamar. Setelah mendapat berita kalau Kenzo akan segera menikah dengan seorang wanita yang sangat ia cintai. Nyonya Riana khawatir Katy melakukan hal nekat yang mampu membuat Nyonya Riana menyesal nantinya.
"Katy sayang...., buka pintunya." ucap Nyonya Riana sambil mengetuk pintu kamar Katy sampai beberapa kali. Tetapi Katy tak kunjung membuka pintu itu. Hal itu membuat Nyonya Riana semakin khawatir akan kondisi Katy saat ini. Berulang kali Nyonya Riana mengetuk pintu. Tetapi tak kunjung mendapat jawaban.
Sekali dua kali didobrak oleh petugas keamanan itu, Tetapi tak kunjung terbuka. Hingga kedua petugas keamanan itu pun berbarengan untuk mendobrak pintu itu dan akhirnya berhasil terbuka. Nyonya Riana terhenyak melihat keadaan Katy yang saat ini berbaring lemah di lantai. Ia tidak mengetahui apa yang terjadi kepada Katy yang pasti kondisi katy saat ini sangat kritis.
Nyonya Riana Langsung menangis histeris menjerit melihat kondisi kaki yang begitu memprihatinkan. Petugas keamanan untuk mengecek denyut nadi Katy apakah masih bernafas atau tidak. Denyut nadi Katy saat ini masih berlanjut. Tapi terlihat lemah membuat petugas keamanan itu pun langsung membawa Katy masuk ke dalam mobil.
Salah satu dari petugas keamanan itu, masuk ke bangku kemudi di ikuti dengan Nyonya Riana yang mendampingi Katy di dalam mobil. Salah satu petugas keamanan, melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi melarikan Katy ke rumah sakit. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit mereka tiba di rumah sakit milik Nyonya Riana sendiri.
Melihat mobil pemilik Rumah Sakit masuk ke area UGD, Dokter dan suster langsung datang menghampiri mobil itu. Itu artinya ada pasien yang gawat darurat yang ada di dalam mobil Nyonya Riana. Dokter dan suster yang bekerja di sana pun melihat sosok Katy yang dibopong oleh petugas keamanan yang bekerja di rumah utama Nyonya Riana.
__ADS_1
"Apa yang terjadi Nyonya? tanya dokter itu sambil berjalan masuk ke ruang UGD membawa Katy agar segera dilakukan pemeriksaan dan melakukan tindakan menyelamatkan nyawa Katy.
"selamatkan putri saya, saya tidak tahu apa yang terjadi kepadanya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya. Terserah apa yang akan kamu lakukan, Yang pasti putri saya dapat selamat." ucap Nyonya Riana sambil terus berdoa berharap Katy dapat selamat.
"Apa yang terjadi kepadamu,Katy Mengapa ini bisa terjadi." gumam Nyonya Riana di dalam hati sembari terus menatap putrinya dengan tatapan iba. Di satu sisi, Ia tidak tega melihat kondisi Katy yang berbaring lemah di atas berangker yang disediakan oleh rumah sakit.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"
__ADS_1