MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 16. MATA SUCI_MBMM


__ADS_3

Harus diakui bahwa Kenzo adalah satu salah satu pria yang patut menjadi idaman setiap wanita. Selain memiliki wajah tampan kejujuran berprestasi dan terkenal di kalangan pengusaha sukses. Namun Claudia bukan salah satu gadis yang menjadikan Kenzo sebagai pria idaman. Karena Kenzo selalu menunjukkan sikap yang membuatnya naik pitam.


Berhenti menatap saya seperti itu."ujar Kenzo lalu melangkah pergi. Seketika itu Claudia mengepal tangan di udara dan mengarahkannya ke arah Kenzo seakan memukul seseorang. Ia sangat geram melihat tingkah Kenzo yang seolah cuek dan datar.


Mataku yang suci ternodai oleh wajah palsunya. Claudia menggerutu kesal dengan bibir cemberut. Setelah itu berjalan mengikuti Kenzo setelah sebelumnya mengambil beberapa berkas untuk berjaga-jaga jika ada pria itu mengajaknya meeting.


Ting....


Pintu lift terbuka. Claudia dan Kenzo telah sampai di lantai dasar. Suasananya pun sangat berbeda dari lantai paling atas di lantai satu semua karyawan tampak lebih santai dan mampu bekerja sama.


Lain halnya dengan Claudia yang harus selalu menahan amarah dalam diri dan emosi ketika berhadapan langsung dengan Kenzo yang memiliki sikap semena-mena terhadap dirinya. Contohnya seperti sekarang ini, dia harus tengah berlari guna menyusul pria itu yang berjalan sangat cepat.


Diana yang mengetahui jika sang sahabat sedang keluar bersama sang Bos pun, langsung tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya di udara menyemangati Claudia.


"Semangat!"ucap Diana dengan nada pelan berharap Kenzo tidak mendengar apa yang ia bicarakan kepada Claudia.


Namun bukannya membalas dengan senyuman, Claudia justru menatap tajam kerah sang sahabat sembari memanjangkan bibirnya. Karena baginya menyemangati dirinya berhadapan dengan Kenzo itu suatu mustahil baginya, dapat semangat ketika bersama Kenzo


Lagi pula dia juga tidak bisa ngobrol dengan karyawan lain. Karena peraturan tidak masuk akal yang kemarin diberikan Kenzo akibat terlalu fokus menatap Dian. Dirinya lupa karena tengah berjalan cepat di belakang Kenzo dan tidak sempat menghentikan langkahnya.


"Maaf Pak, ucap Claudia segera membenarkan posisi dirinya.


Kenzo menghela nafas. lalu memutar tubuh ke belakang. Mantap mata Claudia dengan dingin. Sedangkan Gadis itu hanya bisa tersenyum kecut seraya berharap jika dirinya tak akan dipermalukan, apalagi saat ini semua mata tertuju pada mereka berdua.


Diana yang sudah dari tadi memperhatikan dari kejauhan pun tampak sedikit khawatir dan takut akan nasib Claudia.


"Berjuang Claudia" lirihnya pelan


Claudia menundukkan kepala saat wajah Tampan itu terlihat semakin menatap nya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Claudia sudah pasrah jika suatu waktu Kenzo akan mengucapkan hal-hal yang akan membuat dirinya dipermalukan. Toh penampilannya saat ini pun sudah membuat dirinya malu, bukan begitu? pikir Claudia.

__ADS_1


Perhatikan langkah kamu Claudia." tutur Kenzo tetap dengan wajah yang datar.


"Hah?" Claudia langsung melongo menatap dekat wajah datar yang ada di hadapannya. Akhirnya Claudia bisa bernapas lega karena Kenzo Tidak memarahinya seperti biasanya. Claudia tersenyum lebar dan kembali mengikuti langkah pria itu.


Tampaklah dia ketahui Kenzo menunjukkan hal yang sangat langka ditunjukkan selama beberapa bulan terakhir ini. Yaitu tersenyum senyum yang mampu membuat para kaum wanita tak berkedip dan Claudia mematung ketika terpesona oleh Aura ketampanan CEO itu.


Namun hal itu masih tidak disadari oleh siapapun. Karena senyuman pria itu sangat samar. Bahkan mungkin dia sendiri pun tidak menyadarinya. Setibanya di parkiran, Claudia sudah berdiri tepat di samping kiri mobil mewah warna metalik.


Lalu membuka pintunya secara perlahan. sialnya saat dia hendak masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba Kenzo masuk lebih dulu dan duduk tepat di samping kursi kemudi. Tentu saja hal itu sukses membuat Claudia mengernyitkan keningnya.


Claudia merasa heran biasanya salah satu asisten duduk di bagian depan sedangkan Bos duduk nyaman di belakang namun Kenzo malah sebaliknya.


"Maunya cowok ini apa sih?


"Maaf Pak, kenapa Bapak duduk di sini. Terus sopir Bapak mana? tanya Claudia kepada Kenzo yang belum melihat sosok pria atau wanita yang menyetir mobil milik bosnya itu.


"Saya liburkan ,anaknya sakit jawab Kenzo dengan santai.


Claudia terbelalak lah terus siapa yang menyetir Pak?


Sementara Claudia menatap tajam ke arah pria itu. Kemudian menutup pintu mobil dengan keras, menimbulkan suara nyaring bahkan membuat Kenzo mendelik dan terkejut namun bukannya meminta maaf. Claudia justru nyengir dan merasa sangat puas melihat wajah lucu pria itu sangat terkejut.


"Cepat nyalain mobilnya." perintah Kenzo saat Claudia sudah duduk di kursi kemudi.


"Baik pak."


Kenzo menyilangkan kedua tangannya di dada lalu bersandar setelah itu memejamkan mata guna menenangkan pikirannya.


Tin....


Tin....

__ADS_1


Tin....


Kenzo tersentak kaget, langsung membuka mata saat mendengar suara klakson yang mengusik ketenangannya.


Kenzo menghembuskan nafas kasar mendelik tajam ke arah Claudia. Bukan melajukan mobil, Gadis itu justru menyembunyikan klakson sampai beberapa kali mengusik telinga setiap orang yang kebetulan lewat di sana.


Apalagi dengan Kenzo yang ingin bersantai di sampingnya. Kenzo menatap Claudia dengan tatapan tajam


"He he he..m, Maaf Pak Claudia tersenyum kikuk


"Kamu bisa nyetir nggak sih?


"Bisa Pak!


"Tapi saya bisanya nyetir sepeda motor dan sepeda, bukan mobil he he he he, ucap Claudia sambil mengangkat kedua jari tengah dan telunjuknya hingga berbentuk V naik ke atas udara.


"Turun biar saya saja yang menyetir."


pria itu keluar dari mobil, lalu membuka pintu bagian kanan mempersilakan Claudia untuk turun. Setelah Claudia itu turun dari mobil dia langsung masuk dan menutup pintu dengan keras. Dirinya benar-benar merasa sangat kesal dengan Claudia yang tidak mengatakan sejak awal, jika tahu akan seperti ini kan dia tidak akan mengerjai Claudia dengan menyuruhnya menyetir


Akhirnya dia harus terpaksa menyetir sendiri. pasalnya Pak min, yang sudah lama menjadi sopir pribadi Kenzo selama ini. Sudah pulang terlebih dahulu menggunakan angkutan umum. Dan jika disuruh balik, pasti akan memerlukan waktu lama untuk sampai di kantor.


Kenzo menatap kaca Claus menjadi sangat kesal pada sang asisten. "Claudia, duduk di depan! kamu pikir saya sopir kamu hah?


Claudia yang baru saja menyandarkan tubuh di kursi belakang, harus kembali turun dari mobil dan pindah duduk di depan. Tepatnya di bangku samping kemudi atau duduk di samping Kenzo. Kali ini dia hanya diam dan mengikuti perintah pria itu, tanpa menentang sedikitpun.


Mungkin Claudia sudah terlalu lelah atau memang selalu kalah dalam hal berdebat dengan Kenzo. Yang pasti Claudia benar-benar bosan menanggapi sikap Kenzo yang selalu menang sendiri.


Di sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa sangat hening. Claudia memilih untuk menatap keluar jendela. Dan memperhatikan pepohonan dan bangunan-bangunan tinggi, yang mereka lewati. Sedangkan Kenzo tetep fokus menyetir agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Bersambung...

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2