MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 51. LELAKI YANG BAIK_MBMM


__ADS_3

Hujan sudah mulai reda. Tetapi rintik-rintik gerimis masih terasa di tubuh ketika Mischa dan juga Cleo berjalan masuk ke dalam mobil milik Cleo. "Begini saja mungkin kau bisa tinggal di apartemen milikku untuk sementara waktu. Sebelum kau mendapatkan tempat tinggalmu." Aku akan menghantarkan kamu ke sana." ucap Cleo kepada Mischa.


Mischa tampak berpikir sejenak. Lalu ia menganggukkan kepalanya, karena hari sudah malam. Mischa tidak memiliki pilihan lain, selain menurut Apa yang diucapkan oleh Cleo saat ini. Cleo melajukan mobil miliknya menuju apartemen miliknya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 35 menit, akhirnya Cleo dan sudah tiba di gedung apartemen milik Cleo. Terlihat Cleo membuka pintu mobilnya setelah memarkirkan mobilnya di parkiran apartemen.


Cleo menghampiri misca yang masih duduk di bangku samping kemudi. "Ayo turun, kita masuk. Ini sudah pukul 08.00 malam. tubuhmu sudah basah kuyup, kau harus ganti baju terlebih dahulu nanti kau sakit


"ujar Cleo dibalas anggukan dari Mischa. perlahan Mischa berjalan mengikuti langkah Cleo masuk ke dalam apartemen miliknya.


Untuk sementara waktu kau bisa tinggal di sini. "Maaf apartemen ini hanya memiliki satu kamar. Kau mandi terlebih dahulu, aku akan memesan makanan malam untuk kita." ucap Cleo dibalas anggukkan dari Mischa. Mischa langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Ia begitu takjub melihat apartemen milik Cleo yang tampak mewah dan rapi.


"Sepertinya lelaki ini lelaki baik-baik. di samping itu dia juga pasti keturunan orang kaya. Kalau tidak, tidak mungkin dia bisa tinggal di apartemen mewah seperti ini." Mischa bermonolog sendiri sembari mengguyur tubuhnya dengan menggunakan air shower yang ada di kamar mandi.


15 menit kemudian, Mischa keluar dengan menggunakan handuk yang dililitkan di tubuhnya. Cleo yang melihat punggung mulus Mischa menjadi terpanah. "Astaga! mulus sekali." gumam Cleo di dalam hati sembari langsung memalingkan wajahnya dari Mischa tanpa Miska sadari.


Perlahan Mischa membuka tas ransel milik nya. Ada beberapa pakaian yang ia bawa sebelumnya. lalu ia menggunakan pakaian itu dan sekarang sudah terlihat bersih dan rapi. Mischa menghampiri Cleo yang masih duduk di ruang tamu sambil menikmati siaran televisi yang tayang di salah satu televisi swasta luar.


Tiba-tiba suara bel berbunyi. Cleo bangkit berdiri membuka pintu apartemen miliknya. salah satu Abang ojek online datang menghampiri Cleo untuk menghantarkan menu makanan pesanan Cleo sebelumnya.


"Terima kasih Mas." ucap Cleo sambil memberikan beberapa lembar Uang pecahan Lima puluh ribu kepada Abang ojek online, lalu kembali menghampiri Mischa yang duduk di sofa.


Mischa meraih makanan yang sudah dipesan oleh Cleo untuk segera menghidangkannya di atas meja. Mischa berlalu ke dapur mengambil dua piring sendok dan air mineral. karena ia mengetahui Cleo saat ini pasti sudah sangat lapar ia dapat merasakannya sendiri. "Ini Mas dimakan." ucap mischa sambil menyodorkan menu makanan itu kepada Cleo lalu Cleo pun meraih makanannya.

__ADS_1


Tampak Cleo Menatap Mischa sambil menyantap menu makanan yang ada di hadapannya. Tetapi netranya masih terfokus dengan siaran televisi. Mischa memperhatikan gerak-gerik Cleo. Sepertinya dia lelaki yang baik. Kalau memang dia lelaki jahat dia sudah berbuat macam-macam terhadapku, semenjak kami sampai di tempat ini." gumam Mischa dalam hati sembari menyantap menu makanan yang ada dihadapannya.


Drama makan malam telah usai, kini Mischa berlalu ke dapur dan mengembalikan piring itu ke tempat semula. Setelah ia membersihkannya terlebih dahulu. Ia merapikan apartemen milik Cleo dengan lincah membuat Cleo mengembangkan senyumnya.


"Kau pasti lelah, Lebih baik kau Langsung istirahat sekarang. Aku tahu kau masih cukup lelah setelah satu harian berdiri di taman Tanpa tujuan." ucap Cleo mengingatkan Mischa akan masalahnya, kembali mengingat apa yang terjadi di kehidupannya. tanpa terasa air bening memenuhi kedua kelopak matanya, dan jatuh membasahi wajah cantiknya.


"Maaf aku tidak berniat kamu membuat kamu menangis,aku hanya mengkhawatirkanmu kau bisa sakit karena terlalu lelah. lebih baik kamu istirahat." ujar Cleo sambil menghampiri Mischa yang masih berdiri di hadapannya.


"Tidak Mas, aku yang minta maaf kepada mas karena sudah merepotkan mas disini. Jujur kalau tidak ada mas, entah aku mau tinggal di mana malam ini." ucapnya sambil menangis sesungguhkan membayangkan Bagaimana dirinya sampai di kota itu.


"Sudah tidak perlu kamu pikirkan. lebih baik kamu istirahat di kamar. "Kalau mischa tidur di kamar Mas mau tidur di mana?


"Mas bisa tidur di sini. kamu tenang saja.


"Tidak bisa begitu mas lebih baik Mischa yang tidur di sofa mas tidur di kamar.


Mana mungkin seorang pemilik apartemen ini tidur di sofa, sementara aku yang bukan siapa-siapa tidur di atas tempat tidur yang empuk. "Tidak apa-apa, kamu tidurlah pasti kau sudah lelah. bukan? Ayo aku antar kamu tidur." ucap sambil menarik tangan Mischa masuk ke dalam kamarnya.


"Tidurlah, Aku akan tidur di sofa semoga tidurnya nyenyak." ucap Cleo sambil berniat meninggalkan niska di sana.


"Tunggu mas! sepertinya tempat tidur ini ukurannya sangat besar,lebih baik Mas tidur sebelah sini, dan aku sebelah sana kita batasi dengan bantal guling ini. Sepertinya itu tidak masalah. Itu lebih baik daripada Mas tidur di sofa." ucap Mischa. Terlihat Cleo berpikir sejenak, Ia pun mengembangkan senyumnya lalu menganggukkan kepalanya.


Mischa membaringkan tubuhnya dan menghadap ke kiri sedangkan Cleo membaringkan tubuhnya, lalu menghadap ke kanan. Entah karena faktor kelelahan Mischa Langsung tertidur pulas mengarungi mimpinya.

__ADS_1


Berbeda dengan Cleo. Saat ini ia sangat sulit memejamkan matanya, sudah berulang kali dirinya memejamkan mata. Tetapi tak kunjung terkejam membuat dirinya sedikit gelisah dan berputar Ke kanan dan ke kiri.


"Polos sekali wanita ini, mengapa dia percaya sekali kepadaku tidur di satu ranjang yang sama. Apa dia tidak takut jika aku melakukan sesuatu kepadanya? batin Cleo sambil memperhatikan wajah polos Mischa dengan seksama.


Jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari Cleo belum juga dapat memejamkan matanya. "Astaga, ada apa denganku Mengapa aku tidak bisa tidur saat ini? gumamnya dalam hati sembari terus berusaha untuk memejamkan matanya.


Tetapi tak kunjung terkejam. Ia pun kembali meraih Ponselnya dan mengotak-atik ponselnya membuka aplikasi yang dapat menghibur dirinya sendiri di sana. Hingga akhirnya pukul 02.30 dini hari Cleo memejamkan matanya dan tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Hingga sinar mentari masuk melalui celah celah gorden apartemen milik Cleo. Membuat tidur gadis cantik dan rupawan itu menjadi terganggu. Kedua kelopak matanya mulai bergerak dan perlahan terbuka. Karna sinar mentari mengusik tidurnya.


Heyemmmm


Mischa bergeliat, ia berusaha mengumpulkan kesadarannya. Saat terbangun ia melihat tidurnya masih sama seperti saat dirinya membaringkan tubuhnya di tengah-tengah ada bantal dan di sebelahnya ada Cleo yang masih tertidur pulas.


Mischa memperhatikan wajah polos Cleo yang masih tertidur pulas. Kau lelaki yang baik,kau tidak melakukan apa-apa kepadaku walaupun kesempatan itu ada. Jarang sekali aku menemukan lelaki tampan seperti mu. Tetapi kau menjaga harkat dan martabatku. ucap Mischa sembari memperhatikan wajah polos Cleo yang masih tertidur pulas.


"Kau benar-benar Dewa penolongku. Aku terhutang Budi kepadamu. Entah bagaimana aku akan membalas kebaikanmu kelak." Mischa memberanikan diri mengelus rambut Cleo. Lalu ia bangkit dari pembaringannya, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


,Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


"


__ADS_2