
Kenapa Tuan Kenzo tidak bertugas di sini lagi? Apa kau juga adiknya Tuan Kenzo?
"iya, Karena perusahaan ini pemilik almarhum Ayah gue, dan Kak Kenzo hanya mengurus perusahaan ini sampai dia tahu kalau gue benar-benar siap jadi CEO, jelas Mario panjang lebar kepada Claudia.
Claudia mengangguk paham."jadi Atmaja itu punya kamu?
"Betul sekali."Mario tersenyum manis seraya mengedipkan sebelah matanya.
"Calon asistenku yang pintar."pujinya lebih tepatnya memuji mengejek.
Claudia mendengus kesal."aku nggak mau ya jadi asisten kamu. Kalau jadi asistennya dia aku baru mau.
Claudia tersenyum malu-malu menatap pria tampan yang berdiri dengan jarak 1 Meter di depannya. Namun sayangnya pria itu tetap diam dan tak menunjukkan ekspresi apa-apa.
"Ardiansyah nggak bakalan kerja di sini."sahut Mario
"Kalau nggak jadi asistennya, jadi ibu dari anak-anaknya juga nggak papa."
"Ya ampun, Kak Kenzo dapat asisten kayak lo dari mana sih? selain pendek, lo juga tukang gombal. Ketara banget kalau lo lagi jomblo.
"Biarin, Week! Claudia menjulurkan lidahnya. setelahnya tersenyum manis ke arah Ardiansyah. Claudia berjalan menghampiri Ardiansyah. Sembari mengulurkan tangan kanannya.
"Ardiansyah, kenalin namaku ....
"Eh apa-apaan nih."
Belum sempat Claudia berjabat tangan dengan Ardiansyah, tiba-tiba seseorang menarik kerah bajunya dari belakang. Lalu segera menarik tubuh mungil menjauh dari Ardiansyah dia mendengus kesal.
"Kepalanya mendongak menatap seseorang yang sudah lancang menarik kerah bajunya.
Amarah dalam dirinya menghilang dalam sekejap berganti menjadi senyuman kikuk. saat melihat wajah tampan milik Kenzo yang tengah menatapnya datar.
"He he he, Pak Ken, sudah datang rupanya?"
__ADS_1
Kenzo berdecak kesal Tak habis pikir tingkah aneh sang asisten.
Netranya kini beralih menatap Mario dan Ardiansyah secara bergantian."Mario pulang! titah Kenzo meminta kepada Ardiansyah dan juga Mario agar segera keluar dari ruang kerjanya.
"He....he....he, Jangan marah-marah dong Kak Ken, entar cepat tua. Ngak ganteng lagi ledek mario.
Mario tersenyum ikut beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri Kenzo. Berhenti tepat di samping Ardiansyah yang dari tadi hanya diam tak mengeluarkan suara ataupun sekedar mengubah ekspresi wajahnya.
"Kak Ken, tadi gue cuman mampir aja
"Gue? Kenzo menatap Mario dengan tatapan tajam.
"Maksudnya, aku tadi ke sini cuman mau ketemu sama Kak Kenzo aja kok. Serius deh."ujar Mario sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V.
"Bohong,"sahut Claudia. Kemudian menatap wajah tampan keju.
"Katanya nih ya tadi, dia mau gantiin Pak Ken jadi CEO di kantor ini. Apa itu benar ya pak?
Claudia terbelalak mendengar jawaban Kenzo.
Meski pria itu hanya menjawab dengan Deheman, Tetapi dia bisa menyimpulkan bahwa jawaban adalah iya.
Claudia tidak terima dengan sikap sembarangan lelaki itu. Pandangannya tak luput melihat Mario tersenyum penuh kemenangan, sambil mengedipkan matanya sebelah menggoda Claudia.
"Pak Ken, saya nggak mau ya, jadi asisten dia. saya lebih baik pengangguran daripada kerja sama dia." ucap Claudia seolah dia menatap lekat wajah tampan milik Kenzo.
"Dia akan punya asisten sendiri bukan kamu jawab Kenzo datar.
"Huh, syukurlah."Claudia menghela nafas lega.
"Punya bos kayak bapak aja, sudah bikin darah tinggi dan asam lambung naik. Apalagi kayak cowok yang nyebelin itu, nggak kebayang masa muda udah depresi gumamnya pelan.
Sebenarnya Kenzo masih bisa mendengar pernyataan Claudia. Meski Gadis itu mengatakannya dengan sangat pelan. Tapi dia tidak mau menanggapi hal-hal yang dapat menyebabkan pertengkaran di depan Mario dan Ardiansyah.
__ADS_1
"Ardiansyah, saya titip Mario jangan sampai dia bertingkah ceroboh dan kembali mengikuti balapan liar lagi." ujar Kenzo pada Ardiansyah.
Ardiansyah mengangguk pelan.
" Tenang saja kak Ken, Mario bakalan aman sama gue.
"Kak Ken, aku kan bukan anak kecil lagi kok dititipin segala sih." protes Mario.
"Calon CEO perusahaan ini, harus bisa disiplin dan bertanggung jawab kalau kamu benar-benar ingin menjadi CEO. itu artinya kamu harus merubah penampilan dan sikap kamu." Jelas Kenzo kepada Mario.
"Iya Kak. Ayo Ar, kesalnya dengan memilih pergi dengan jalan setengah terpaksa Mario berjalan melewati Kenzo dan Claudia. Keluar dari ruang kerja Kenzo seraya menghantakan kakinya di lantai. Merasa kesal karena dimarahin tepat di depan Claudia.
"Hancur sudah harga diri gue di depan cewek songong itu."batin Mario
"Ya udah gue juga pamit dulu ya, Sampai ketemu di rumah." ujar Ardiansyah kemudian berlalu pergi.
Kenzo mengangguk pelan
"Hai Ardiansyah kita belum kenalan, Aku juga belum sempat meminta nomor ponsel kamu." teriak Claudia tanpa ada rasa malu.
Claudia hendak berlari menyusul Ardiansyah tapi itu hanya sekedar angan saja.
Ketika Kenzo kembali memegang kerah bajunya dari belakang, sehingga membuatnya tidak bisa bergerak dan alhasil dia harus pasrah. Karena kehilangan kesempatan pertamanya untuk berkenalan lebih dekat dengan Ardiansyah, lelaki tampan yang membuat dirinya terpesona.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak
__ADS_1