MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 18. RATAPAN CLAUDIA


__ADS_3

Beberapa jam kemudian meeting Telah usai. Kenzo dan Claudia segera kembali ke kantor. mengingat Jam sudah menunjukkan pukul 16.40. itu artinya jam kerja Claudia sebentar lagi akan berakhir. Kenzo melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kantor Atmaja Group. Setelah beberapa jam berada di samera group melakukan meeting Karena perusahaan samera group dan Atmaja group menjalin hubungan kerjasama.


Setelah tiba di kantor, Kenzo meminta Claudia untuk segera kembali ke rumah. Karena ia mengetahui kalau Tuan Thomson masih membutuhkan Claudia. Mungkin saja Tuan Thomson membutuhkan sesuatu di sore itu.


Claudia meraih tas sandang miliknya lalu ia mengambil motor matic miliknya yang terparkir di parkiran kantor. Claudia berpamitan kepada Kenzo lalu melajukan motor matic miliknya ke arah jalan raya menuju rumah yang selama ini ditempati oleh Claudia dan juga Tuan Thomson setelah perusahaan percetakan memiliki Thomson bangkrut.


Kenzo menatap kepergian Claudia sampai bayangan tubuh dan motor Claudia hilang dari pandangannya. "Dia semakin cantik!" Puji Kenzo membayangkan ketika dirinya Masih bersama dengan Claudia.


****


Claudia mendongak saat melihat seseorang menaruh beberapa bungkus plastik putih di meja kerjanya. Dia menunjukkan senyum tipis ke arah Diana yang tengah berdiri tepat di hadapannya. Kemudian menopang dagu dengan sebelah tangan.


"Tumben banget kamu berani ke sini, Padahal tadi kamu nggak mau ngobrol sama aku. pakai bawain banyak cemilan lagi. Kan aku jadi senang kalau dia terkekeh kecil.


Sebagian cemilan kamu yang ketinggalan di mobil Pak Kenzo, terus kalau coklat, snack kentang dan beberapa minuman ini, dari Pak Ken." Diana tersenyum Soraya mengedipkan sebelum matanya.


"Jangan jangan....!


"Jangan jangan apa? jangan mikir yang aneh-aneh deh.


Claudia melemparkan salah satu snack ke arah Diana dan Gadis itu menangkapnya dengan sempurna.


"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Pak Ken, jangan kamu salah prasangka."Sahud Claudia.


"Ya biasa aja sih, nggak usah ngegas,"timpal Diana


Claudia mendengus kesal."Eh by the way Pak Ken ke mana? kok nggak ada.


"Cie... cie. . cie nanyain pak Ken, baru saja semalam bertemu udah rindu."ledek Diana.


Diana semakin semangat meledek Claudia. Hal itu membuat Claudia menggeram kesal sembari mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Ngak lah, mana mungkin aku memiliki hubungan dengan lelaki brengsek seperti dia. wajahnya aja tidak pernah tersenyum dan vakum seperti vakum Cleaner. Yang ada Aku pengen lenyapkan dia dari muka bumi ini.


"Iya iya, pak Ken keluar kota Karena ada urusan penting.


"Oh, terus ngapain kamu masih di sini? Aku kan nggak boleh ngobrol sama karyawan lain termasuk kamu. Sesuai dengan perintah Pak Kenzo ucap Claudia.


Brakkk...


Claudia tersentak kaget kebiasaannya yang selalu latar Kembali keluar saat Diana menggebrak meja secara tiba-tiba.


"Kaget tahu!"status Claudia


"Makanya jadi cewek tuh jangan bodoh ngapa sih, aku ke sini karena disuruh nemenin kamu. Dan Pak Kenzo udah bolehin kita ngobrol." jelas Diana panjang lebar.


"Oh, Claudia menganggukkan kepalanya.


Salah satu hal yang bisa membuat Claudia bahagia adalah ngobrol dengan teman-temannya. Meskipun dia belum bisa menceritakan kejadian yang sebenarnya mengenai hubungan kenzo dengan Claudia di masa lalu.


"Claudia sayang papa,"ucap Claudia.


Tuan Thomson mengusap lengan Claudia seraya tersenyum."Papa juga sayang sangat sayang sama kamu. Tuan Thomson sembari melepaskan pelukannya dan berlalu pergi masuk ke dalam kamar.


Tuan Thomson yang melihat hal itu pun, hanya bisa tersenyum tipis. Dan berharap Putri semata wayangnya akan selalu bahagia. Claudia duduk bersandar di balik pintu kamar, dengan menurunkan wajah dan tangisnya kembali pecah meluruhkan air mata yang Sedari tadi terbendung membayangkan wajah wanita paruh baya yang ada di samera Group.


Wajah itu benar-benar seperti wajah Nyonya Riana, ibu kandung dari Claudia yang meninggalkan Claudia saat masih kecil. bayangan masa lalu saat Nyonya Riana pergi meninggalkan mereka selalu terngiang-ngiang dalam ingatan Claudia.


Ditambah lagi pertemuan Setelah sekian lama yang kembali menemukan hal tersebut menimbulkan rasa Benci membuat dirinya semakin merasa hancur, belum percaya kalau wanita paruh baya yang ada di Samera group itu merupakan Nyonya Riana sendiri.


Tetapi setelah ia memperhatikan dengan seksama, wanita paruh baya yang ia temui di sana, ternyata wanita yang sama seperti yang ada di foto yang ia pegang saat ini. Tetapi jika itu memang mama Riana mengapa dia sampai tidak mengenaliku? bahkan menegurku pun tidak, Jika memang wanita perlu bayar itu Ibu kandungku mengapa dia tidak memiliki ikatan batin dan menyapaku sama sekali." Claudia bertanya di dalam hati sembari menangis kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Itu benar-benar dirasakan oleh Claudia.


Ia enggan memberitahu kalau Claudia bertemu dengan sosok wanita yang mirip sekali dengan ibu kandungnya. Karena ia takut kalau Tuan Thomson, akan teringat dengan perlakuan Apa yang dilakukan oleh Ibu Riana kepada tuan Thomson yang meninggalkan mereka begitu saja. Karena Ibu Riana tidak ingin hidup susah dan juga Claudia.

__ADS_1


Tuan Thomson yang sedari tadi menunggu Claudia keluar dari kamarnya, terlihat sangat gelisah berniat untuk mengetuk pintu kamar putrinya.


Tok....


tok....


tok.....


Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Claudia. Membuat Claudia terhenyak dan langsung menghapus air matanya. Ia tidak ingin Tuan Thomson melihatnya terlihat lemah dan menangis.


Claudia membuka pintu kamarnya, setelah memastikan penampilannya tidak ada yang mencurigakan termasuk air mata mengalir di wajah cantiknya.


"Apa Kamu belum mandi? kalau kamu sudah mandi, Papa sudah sangat lapar lebih baik kita makan saja kebetulan Papa masak mie instan di sana.


"Papa masak mie instan?


"Kan bisa Claudia saja yang melakukannya Papa, tidak perlu seperti itu?


"Tidak apa-apa nak, tubuh Papa terasa pegal kalau tidak papa gerakkan. lebih baik Papa lakukan apa saja yang bisa Papa lakukan. ucap Tuan Thomson kepada putrinya yang sangat ia sayang.


Claudia kembali memeluk Tuan Thomson. Jangan pernah melakukan apa-apa lagi pa, Claudia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Papa, karena hanya papa yang Claudia miliki." ucap Claudia kepada Tuan Thomson sambil meneteskan air matanya. Membuat Tuan Thomson merasa heran melihat putrinya yang tiba-tiba mewek.


"Ada apa Sayang? kenapa kamu seperti berbeda hari ini?


"Apa ada masalah di kantor? tanya Tuan Thomson, karena melihat sikap Claudia begitu asing bagi Tuan Thomson.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2