MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 7. AMARAH KENZO_ MBMM


__ADS_3

Ketika Cleo melangkahkan kakinya Ke tangga berniat untuk langsung masuk ke dalam kamarnya. "Cleo tunggu!" suara bariton terdengar jelas di telinga Cleo yang tak lain yang tak bukan, itu suara khas dari Kenzo.


"Kamu dari mana saja? setelah pulang dari kantor tidak langsung pulang ke rumah.


"Biasa, anak lajang!" sahut Cleo dengan santai tanpa peduli dengan raut wajah sang kakak yang terlihat sudah merah padam karena emosi melihat Cleo.


"Cleo berhenti!" Kenzo kembali menegaskan agar Cleo kembali menghampirinya.


"Ada apa lagi sih Kak? sepertinya Cleo tidak melakukan di kantor. Bahkan di kampus juga tidak, asal Kakak tahu sebentar lagi Cleo akan wisuda S2.


Pendidikanku Sudah kelar. Karena skripsiku sudah disetujui oleh para dosen pembimbing dan pembinaku. lebih baik Kakak santai saja tidak perlu seperti itu. ngegas setiap melihatku. "Ada apa? sentimen apa Kakak kepadaku? tanya Cleo karena melihat sang kakak sudah sangat otoriter kepadanya beberapa bulan terakhir ini. "Jaga ucapanmu Cleo aku kakak kamu!"


"Karena aku mengetahui Kak Kenzo merupakan kakakku, makanya aku diam selama ini walaupun Kakak selalu melakukan tindakan yang tidak aku sukai. Sekarang Cleo sudah besar, waktunya Cleo memilih jalan hidup Cleo sendiri. Tanpa ikut campur kakak. Kenzo mendengar perkataan Cleo pun sangat emosi Ia pun melayangkan tamparan kepada Cleo.


Plak.....


"Tampar saja sebisa Kakak. Cleo tidak akan peduli. Yang pasti Cleo sudah tahu bagaimana sikap kakak yang akhir akhir ini dan apa yang membuat Kakak seperti ini Cleo sama sekali tidak mengetahuinya. Bahkan Claudia yang tidak mengetahui apa-apa sehingga Kakak memberikan hukuman yang tidak pantas baginya.


Claudia karyawan baru di kantor bahkan masih hitungan hari. Kakak mau ngerjainnya dengan memberikan file-file yang udah berlalu, agar Claudia menghabiskan waktunya di kantor, Apa itu yang namanya profesional kerja. Anak perempuan orang kakak biarkan pulang sendiri karena ingin membuat wanita itu tidak betah di kantor bukan?


Kalau memang Kakak membenci Claudia, Mengapa tidak memecatnya saja. Cleo mengalihkan pembicaraan tentang Claudia kepada sang kakak membuat Kenzo semakin emosi kepada Cleo. Tidak ada gunanya Cleo berdebat dengan kakak lebih baik Cleo istirahat dan membayangkan wajah Claudia yang begitu manis." ucap Cleo sambil berlalu meninggalkan Kenzo disana.

__ADS_1


Membuat Kenzo sangat emosi tingkat dewa. "Aku akan menarik semua fasilitas yang aku berikan kepadamu, jika kau macam-macam." ucap Kenzo yang masih dapat didengar Cleo."Tidak apa-apa, aku masih bisa hidup dengan gajiku sendiri!


"Mulai saat ini kau ku pecat." teriak kenzo yang mampu membuat Cleo terhenyak dengan keputusan Kenzo yang tidak masuk di akal.


"Ingat, walaupun Kakak memecatku aku tidak peduli. Masih banyak perusahaan yang dapat menerimaku kerja. Karena aku memiliki skill. Jangan pernah memecatku menjadi karyawan teladan di kantor." teriak Cleo sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah sang kakak. Hal itu yang mampu membuat Kenzo semakin sangat emosi.


"Salah satu asisten rumah tangga memberitahu kepada Kenzo, kalau esok hari ia tidak akan bisa masuk kerja mengingat anaknya sedang sakit. "Maaf Tuan saya mau minta izin besok tidak masuk kerja, karena anak saya sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit."ucap wanita paruh baya itu kepada Kenzo dibalas tatapan tajam dari Kenzo.


Membuat wanita paruh baya itu merasa ketakutan dan takut dipecat juga oleh Kenzo. Kenzo hanya diam saja, Tidak berkomentar apa-apa. Kenzo meraih dompet yang ada di saku celananya mengambil beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu.


Kenzo meraih telapak tangan wanita paruh baya yang selama ini bekerja menjadi asisten rumah tangga di rumah utama keluarga Atmaja. "Ini bawa anak kamu berobat jangan sampai dia kenapa-kenapa."ucap Kenzo sambil memberikan uang itu kepada wanita paruh baya itu lalu meninggalkannya begitu saja.


Di dalam kamar, Cleo tersenyum semeringah membayangkan senyum manis dari Claudia. apalagi terlihat Tuan Thomson begitu ramah terhadapnya membuat dirinya merasa nyaman ketika berada di rumah Tuan Thomson dan juga Claudia.


****


Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Kini Claudia sudah bersiap untuk segera berangkat ke kantor. "Kamu hari ini lembur lagi nak?" tanya Tuan Thomson menatap putrinya yang ingin berangkat ke kantor. "Tidak pa, mungkin Claudia pulang seperti biasa sahutnya sambil memberi salam kepada tuan Thomson.


"Maafkan Papa, sudah membuatmu susah saat ini, tetapi ayah berjanji akan mencari pekerjaan lain untuk menambah pendapatan kita, membiayai kehidupan kita sehari-hari. Tuan Thomson meyakinkan Claudia bahwa kehidupan mereka akan baik-baik saja ke depannya.


"Tidak apa-apa pa, papa sehat saja sudah syukur dan selalu ada di kehidupan Claudia. untuk melindungi Claudia." sahut Claudia sambil mengembangkan senyumnya menatap Tuan Thomson dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


Kini Claudia berlalu dari rumah yang selama ini mereka tempati. Ketika Claudia ingin keluar dari pintu gerbang rumah mereka, Tiba-tiba suara klakson mobil terdengar jelas di telinga Claudia. Ia mengetahui kalau mobil itu adalah mobil milik Cleo sehingga ia pun langsung melambaikan tangannya kepada Tuan Thomson.


"Pa, Claudia pamit." ucapnya sambil langsung masuk ke dalam mobil milik Cleo. Karena ia mengetahui Cleo akan menjemputnya mengingat jarak rumah utama keluarga Atmaja dengan rumah keluarga Thomson tidak terlalu jauh.


Cleo menghidupkan mesin mobil miliknya melajukannya ke arah jalan raya menuju Atmaja Group. Beberapa menit kemudian Cleo dan Claudia tiba di kantor Atmaja Group. Cleo turun dari mobil miliknya lalu memutari mobil untuk membuka pintu kepada Claudia.


"Silakan turun nona manis." ucap Cleo sambil mempersilahkan Claudia keluar dari mobil miliknya membuat Claudia tertawa ngakak melihat tingkah Kenzo yang membuat dirinya lucu. Claudia masuk ke ke kantor berjalan melewati beberapa karyawan karyawati Yang masih berdiri di lobby.


Claudia berniat untuk menaiki lift khusus karyawan. Tetapi Cleo menarik tangannya masuk ke khusus petinggi perusahaan. Ketika lift khusus petinggi perusahaan itu terbuka, Cleo langsung menarik tangan Claudia masuk ke dalam lift, yang ternyata di dalam lift Ada Kenzo.


Membuat Claudia terhenyak, ingin keluar tetapi sudah tidak bisa lagi. Astaga Mengapa aku harus dihadapkan dengan situasi seperti ini Claudia membatin. "Ingat, menaiki lift ini hanya petinggi perusahaan! kata-kata itu yang keluar dari mulut Kenzo membuat Cleo dan Claudia saling bertatapan.


"Kamu sih menarikku naik lift ini! Claudia menyalahkan Cleo berbisik tepat di telinga Cleo.


Setelah tiba di lantai dimana mereka harus melakukan aktivitas, Cleo keluar bersamaan dengan Claudia. Seolah mereka tidak peduli dengan kehadiran Kenzo di sana.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


JANGAN LUPA, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2