MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 17. HUTANG _MBMM


__ADS_3

Berkali-kali Claudia menghela nafas panjang. bosan dengan suasana membosankan seperti sekarang ini. Claudia lantas menoleh ke arah Kenzo, tetapi pria itu hanya diam dan tetap menunjukkan wajah datarnya.


"Pak Ken." ucap Claudia memulai pembicaraan


"Hem"


"kita mau ke mana?


"Meeting jawab Kenzo dengan datar.


Claudia terbelalak mendengar pernyataan Kenzo yang akan mengajaknya meeting bersama klien. Meski sudah mempersiapkan berkas untuk berjaga-jaga. Tetapi Claudia masih terkejut dan Tak habis pikir Bagaimana bisa pria itu mengajaknya meeting, sedangkan penampilannya hari ini benar-benar berantakan.


Antar kaget, marah, malu dan senang bercampur aduk menjadi satu. Hingga membuat perasaan tak karuan sepertinya hari ini, dia harus pasrah dengan tingkah laku Kenzo terhadapnya.


"Bapak yakin mau ngajak saya meeting? Aduh penampilan Saya buruk sekali loh Pak, rengek Claudia


Dukk


Claudia terhenyak, dan terhempas ke depan saat Kenzo mengerem secara mendadak. Namun sedetik kemudian. Dia kembali Duduk seperti semula. Guna menutupi rasa malu dalam dirinya.


"Ada apa Pak? kok berhenti? tanya Claudia yang melihat Kenzo menghentikan mobilnya. Kenzo mengeluarkan kartu kredit dari dalam dompet lalu menyodorkannya pada Claudia. dan tak menghiraukan pertanyaan gadis itu.


"Turun! ucap Kenzo dengan datar.


Claudia mengerutkan keningnya. "Di sini? memangnya kita meeting nya disini pak?


"Tidak. Kenzo meraih telapak tangan Claudia kemudian meletakkan kartu kredit di genggamannya. "Cepat turun!


"Tapi kenapa? tanya Claudia yang masih belum mengerti apa maksud Kenzo. memintanya untuk turun di sana.

__ADS_1


"Kamu ini bodoh sekali sih!"


Kenzo menyentil kening Claudia. Hingga membuat yang punya meringis kesakitan. Dia tak menghiraukan peringatan gadis itu.


"Turun dan rubah penampilan kamu." perintah Kenzo.


"Nanti suruh bayar hutang dan potong gaji. nanti gaji saya tidak cukup untuk biaya kehidupanku dan ayahku sehari-hari. Belum lagi untuk bayar listrik, air dan yang lain-lainnya. Lebih baik aku tahankan berpenampilan seperti ini, daripada harus berhutang. Asalkan penampilan perfect di hadapan orang lain. Saya tidak ingin berpenampilan perfect di hadapan orang lain tetapi itu hutang." sahut Claudia yang mampu membuat Kenzo menggelengkan kepalanya.


"Claudia, saya beri waktu kurang dari 40 menit kalau kamu berhasil belanja dan membenahi penampilan kamu, maka baju, sepatu, tas dan aksesoris yang kamu beli akan saya gratiskan.


"Beneran ya pak?


"Tidak potong gaji kan?


Kenzo menganggukkan kepalanya. Membuat Claudia tersenyum sumringah. Okey, Claudia langsung turun dari mobil yang ia tumpangi. Dan berlalu pergi memasuki salah satu pusat perbelanjaan terbesar di ibukota. Untuk membeli sesuatu yang saat ini dibutuhkannya.


Sekitar 40 menit kemudian.


"Kenapa Pak? saya terlihat cantik ya? tanya Claudia dengan percaya diri di atas rata-rata.


Harus Kenzo akui, Claudia memang benar-benar terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress berwarna merah maroon selutut dan sepatu warna maroon senada dengan bajunya ,di poles make up di beserta rambut panjang yang tergerai lembut, membuat aura kecantikannya semakin terpancar. Namun bukan hanya kecantikan Claudia yang membuat Kenzo, tercengang melainkan banyaknya cemilan yang dibeli oleh gadis itu.


"Oh iya, Claudia menyodorkan kartu kredit pada Kenzo sambil tersenyum manis mungkin. Karena saya berhasil belanja dalam waktu 40 menit, Jadi semua ini gratis."ucap Claudia sambil tersenyum sumringah menatap lelaki yang lagi menyetir mobil itu


Kenzo melemparkan dompetnya tepat di pangkuan Claudia, kemudian kembali melajukan mobilnya. Tanpa diketahui oleh gadis itu, Kenzo kembali menunjukkan senyum samar di bibirnya.


"Sering-sering ya Pak, nyuruh saya belanja kayak gini. Kan jadi senang . Claudia tersenyum lebar sambil memasukkan kartu kredit ke dalam dompet milik Kenzo.


Hening ... Kenzo tak menanggapi." ucapan Claudia dan memilih fokus menatap Jalan raya.

__ADS_1


"Akhirnya aku bisa balas dendam juga sama pria brengsek ini. Ha....ha.. ha tawa Claudia di dalam hati. Claudia tersenyum penuh kemenangan hati yang rasa sangat puas. Akhirnya dia bisa membalaskan dendamnya pada Kenzo meskipun secara tidak langsung, Tetapi dia yakin perlahan-lahan pria itu pasti akan merasa jenuh dan mengibarkan bendera merah putih tanpa lelah menerima kekalahan.


Hampir satu jam perjalanan menelusuri jalanan ibukota yang lumayan macet. Akhirnya mobil memasuki area parkiran salah satu gedung perusahaan besar. Kenzo dan Claudia turun dari mobil dan seperti biasa Gadis itu berjalan di belakang sambil membawa beberapa berkas.


Di bagian depan kantor, terdapat tulisan samera Group. hal itu menjadi penanda bahwa perusahaan ini cukup besar meski tak sebesar Atmaja Group.


Entah apa yang ada di pikiran Kenzo hingga membuat dirinya tiba-tiba berhenti dan memutar tubuh ke belakang. Beruntung kali ini Claudia berhenti pada waktu yang tepat hingga tak menabrak tubuhnya.


"Ada apa Pak? tanya kalau dia


"Claudia, saya ingat ada sesuatu yang penting dan harus Kamu urus di kantor. Bisakah kamu kembali ke kantor sekarang juga? saya mohon."pinta Kenzo


Claudia mengerutkan kening dia menatap lekat wajah tampan milik Kenzo. Yang juga tengah menatapnya dengan sangat serius, namun dirinya tidak mau kembali tertipu oleh ucapan pria yang selalu saja menghargainya itu.


"Bapak jangan bohong ya, pokoknya saya nggak mau kembali ke kantor sebelum meeting ini selesai." sahutnya dan berlalu melewati Kenzo. Pria itu hanya bisa menghela nafas, kemudian menyusul Claudia masuk ke dalam kantor. Mengapa sepertinya kali ini Kenzo benar-benar berkata jujur? seakan ada sesuatu yang baru saja masuk ke dalam benaknya.


Kini keduanya sudah berada di depan ruang meeting. Claudia tak hentinya mengembangkan senyum di bibir, merasa sangat bahagia. Karena ini adalah kali pertama dirinya ikut meeting dalam seumur hidupnya setelah ia lulus kuliah. Tapi tidak dengan Kenzo lelaki itu justru menunjukkan kegelisahan di wajah.


Perlahan pria itu membuka pintu, lalu masuk ke dalam ruang meeting. disusul oleh Claudia yang berdiri tepat di belakangnya, sehingga gadis itu belum bisa melihat siapa saja orang-orang penting yang akan mereka temui di hari ini.


"Silakan duduk tuan Kenzo." ujar salah satu wanita paruh baya yang berdiri dengan jarak tidak terlalu jauh di hadapan Kenzo


Dan langsung duduk di tempat yang sudah disediakan. Claudia terhenyak melihat wanita yang menabrak dirinya, saat berada di rumah sakit berada disana. "Sepertinya wanita itu yang menabrak ku ketika berada di rumah sakit." gumamnya di dalam hati. Netranya mendekat menatap wanita paruh baya itu.


"Tetapi wanita itu kok mirip sekali dengan foto yang ada bersama papa dan juga aku ketika masih kecil. Apakah dia benar-benar Mama Riana? Oh tidak mungkin dia wanita sosialita dan tampak berkelas. Claudia menjawab pertanyaannya sendiri. Claudia tidak percaya begitu saja dengan kata hatinya, hingga ia menepisnya begitu saja.


Bersambung...


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih

__ADS_1


JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2