
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Saat ini Claudia Aulia Thomson ingin bergegas berangkat ke kantor setelah berpamitan kepada tuan Thomson. "Pa Claudia pamit berangkat ke kantor sekarang. semalam pekerjaan Claudia sedikit tertunda karena ada meeting di luar kantor." ucap Claudia sambil langsung berpamitan kepada tuan Thomson.
Setelah memberi salam kepada Tuan Thomson, Claudia berlalu meninggalkan rumah sederhana yang mereka tempati saat ini. Ia menaiki ojek online yang sudah ia pesan sebelumnya, yang kebetulan motor matic miliknya tertinggal di parkiran kantor. Karena setelah kembalinya mereka meeting di perusahaan yang dipimpin oleh Nyonya Riana, Claudia tidak kembali lagi ke kantor dan memilih untuk langsung pulang ke rumah.
"Beberapa menit di dalam perjalanan akhirnya Claudia tiba di kantor Atmaja group. Claudia memasuki areal kantor ia melihat beberapa karyawan sudah pada berlalu lalang di sana. Claudia masuk ke lift khusus karyawan tanpa memperhatikan sekelilingnya.
Tiba-tiba saja Kenzo menarik tangan Claudia. membuat Claudia terenak ia bingung Siapa yang tiba-tiba saja menarik tangannya.
"Eh Tuan! Claudia kira siapa, ucap Claudia sembari memperhatikan Kenzo dengan seksama.
"Lewat sini saja!" ucap Kenzo dengan wajah yang datar membawa Claudia masuk ke khusus petinggi perusahaan. Claudia mengikuti langkah kencuk masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.
hening tidak ada yang mengeluarkan suara.
Claudia sibuk dengan pemikirannya sendiri bayang-bayang Nyonya Riana masih menari-nari di pikirannya. Ia tidak habis pikir Mengapa wanita yang sudah melahirkannya tega meninggalkannya begitu saja. Bahkan tidak berniat untuk mencari tahu bagaimana kondisi Putri yang sudah ia tinggalkan.
"Apa kau masih sedih?
"Tidak!
"Untuk apa aku sedih, tidak penting."sahut Claudia dengan pandangan yang lurus ke depan.
"Aku harap suatu saat nanti Nyonya Riana akan menyadari segala kesalahannya."ucap Kenzo kepada Claudia.
"Sudah tidak perlu dibahas. Aku tidak ingin membahas orang yang tidak penting di kehidupanku. Aku tidak ingin peduli tentang yang dia saja tidak peduli kepadaku Mengapa aku harus peduli kepadanya? ucap Claudia dengan nada kesal.
Kenzo terdiam dan memilih tidak melanjutkan pembicaraan tentang Nyonya Riana. Dan memilih untuk membicarakan mengenai pekerjaan kantornya.
Ting....
lift berhenti tepat di lantai 10. kini Claudia dan Kenzo sudah keluar dari dalam lift menuju ruang kerja masing-masing.
__ADS_1
"Tolong antarkan bahan hasil meeting kita semalam." ucap Kenzo mau minta Claudia untuk segera menghantarkan hasil meeting mereka bersama perusahaan yang dipimpin oleh Nyonya Riana.
"Baik Pak Tejo saya akan mengcopy pasti dulu dari laptop milik saya ucap Claudia sambil melangkah masuk ke meja kerjanya. Claudia melakukan apa yang diperintahkan oleh Kenzo. Ia tidak ingin mencari masalah kepada big bosnya itu. Apalagi mood Claudia saat ini sedang tidak baik, pertemuannya yang kedua kali dengan Nyonya Riana pikiran Claudia sedikit kurang fokus.
Beberapa menit kemudian setelah Claudia mengcopy pasti hasil meeting mereka dengan perusahaan yang dipimpin oleh Nyonya Riana, kini Claudia berlalu meninggalkan meja kerjanya menuju ruang kerja Kenzo..
Tok...
Tok...
Tok....
Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Kenzo.
"Masuk!" teriak Kenzo dari dalam ruang kerjanya.
Ceklek...
sekali hentakan gagang pintu, pintu ruang kerja Kenzo terbuka lebar. Claudia masuk mendekati meja kerja yang selama ini ditempati oleh Kenzo yang bertulisan ruang CEO.
"Silakan duduk Claudia."perintah Kenzo mempersilahkan Claudia untuk duduk di hadapan meja kerjanya.
Claudia duduk tanpa berbicara. Ia menatap Kenzo dengan tatapan seksama. Kenzo masuk sibuk dengan laptopnya, jari-jarinya masih tetap berkutat di sana. Claudia yang merasa bosan menunggu perintah dari Kenzo pun akhirnya angkat bicara. "Maaf tuan Kenzo Apa ada yang bisa Claudia bantu lagi? tanya Claudia selidik.
"Kenzo mengangkat jari telunjuknya menempelkannya ke bibir.
"Susssttt!"
Memberi kode agar Claudia tidak berbicara lagi karena ia sedang konsentrasi mengerjakan apa yang ada di dalam laptopnya. Claudia kembali terdiam menunggu sang Big boss memerintahkan sesuatu kepadanya.
Saat pekerjaan Kenzo. setelah selesai yang ada di layar laptopnya, Kenzo meminta Claudia untuk duduk di sofa bersamanya.
__ADS_1
Claudia duduk di sana sesuai dengan instruksi Kenzo.
"Ada apa ya pak? tanya Claudia yang masih penasaran.
"Ada yang ingin saya bicarakan kepada kamu tetapi ini bukan masalah pekerjaan.
"Maaf Pak kalau membicarakan hal pribadi sepertinya tidak etis kita membicarakannya saat ini. lebih baik kita membicarakannya nanti setelah istirahat kerja atau sesudah pulang kerja ucap Claudia merasa tidak enak membicarakan sesuatu hal yang tidak berkecimpung di dunia kerja.
"Tapi hal ini lebih penting daripada pekerjaan. ucap Kenzo yang sudah tidak sabar ingin membicarakan hal penting kepada Claudia.
"Sepenting apa sih? ucapnya penasaran
Kenzo menghela nafas panjang, ia bingung memulai dari mana.
"Kalau Pak Kenzo tidak ingin berbicara Lebih baik saya kembali ke ruang kerja saya karena ada pekerjaan saya yang masih tertunda. ucap Claudia yang tak kunjung mendengar Kenzo berbicara kepadanya.
"Jangan lagi pergi dariku! Aku mencintaimu Claudia Aulia Thomson. menikahlah denganku ucap Kenzo yang mampu membuat Claudia Aulia Thomson terlihat tiba-tiba saja Kenzo melamarnya di waktu yang tidak tepat dan di lokasi yang tidak tepat.
"Pak Kenzo Atmaja yang terhormat, Ini kantor tidak saatnya untuk bercanda. Saya tidak suka mendengarkan candaan bapak." ucap Claudia sambil berniat ingin bangkit dari tempat duduknya.
"Saya tidak bercanda Claudia Thomson. Saya serius ingin menjadikan kamu pendamping hidupku. Saya tidak main-main."ucap kenzo sambil memegang kedua tangan Claudia. berharap Claudia bersedia menikah dengannya.
Padahal sebelumnya Claudia belum mengambil keputusan kalau dirinya ingin kembali menjalin hubungan kekasih dengan Kenzo. Tiba-tiba saja Kenzo melamarnya di ruang kerjanya. Kenzo melakukan itu bukan tidak memiliki alasan. karena iya khawatir sama seperti yang diucapkan oleh Cleo kepadanya, agar Claudia tidak keburu direbut orang lain darinya.
Claudia hanya terdiam terpaku mendengar apa yang diucapkan oleh Kenzo seolah ia menganggap Itu semua hanya candaan belaka."Jika memang Pak Kenzo serius ingin melamar Claudia, apa tidak ada tempat lain yang lebih pantas untuk melamar seorang wanita selain di ruang kerja ini? ucap Claudia kepada Kenzo.
"Maaf aku melamar kamu di ruangan ini. karena, hati ini sudah tidak tahan ingin mengungkapkan apa yang aku rasakan terhadap kamu."Kenzo berterus terang kepada Claudia, membuat Claudia menggelengkan kepalanya sambil mengembangkan senyumnya.
"Mas ini jangan dibahas sekarang, nanti saja dibahas takut karyawan lainnya melihat. Tidak enak dengan yang lain." ucapnya sambil mengembangkan senyumnya menatap Kenzo dengan Tatapan yang sulit diartikan.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓