
Dua hari kemudian setelah pesta pernikahan Claudia dan Kenzo, kini kondisi Katy sudah mulai membaik. Dan dokter pun sudah memperbolehkan Katy untuk kembali ke rumah. Membuat hati nyonya Riana sedikit lega.
Nyonya Riana berniat untuk menemui Tuan Thomson, Ia sudah merasa tidak tahan lagi, ingin segera memberitahu kepada Claudia. kalau dirinya merupakan ibu kandung Claudia Aulia Thompson.
Nyonya Riana berlalu meninggalkan rumah yang selama ini ia tempati, menuju rumah sederhana yang ditempati oleh Tuan Thomson. Terlihat Tuan Thomson seperti biasa merawat tanaman yang ada di pekarangan rumahnya. Apalagi saat ini aktivitas Tuan Thomson hanya itu saja. Tuan Thomson sudah tidak diperbolehkan oleh Kenzo dan Claudia bekerja lagi.
Mereka ingin Tuan Thomson menikmati hari tuanya. Karena mereka sudah mampu membiayai kehidupan Tuan Thomson. Saat Riana sudah tiba di sana, Tuan Thomson yang melihat kehadiran Nyonya Riana mengerutkan keningnya.
"Ada apa kau datang kemari?tanya Tuan Thomson
"Aku ingin berbicarakan sesuatu kepada kamu.
Tuan Thomson mempersilahkan Nyonya Riana duduk disana.
"Duduklah dan katakan apa yang ingin kau bicarakan kepadaku."
"Riana sudah tidak tahan lagi Mas, Riana ingin sekali langsung memberitahu kepada Claudia kalau aku ini ibu kandungnya. Kau tega tidak mengundang dan juga memberitahu kepadaku, kalau Claudia sudah menikah dengan Kenzo." ucap Nyonya Riana komplain bahwa Tuan Thomson tidak mengundangnya dan juga tidak memberitahu tentang pernikahan Claudia. Bahkan Claudia juga tidak meminta Restu darinya.
Untuk apa aku memberitahu dan juga mengundangmu, tega kau bilang? kau saja tega meninggalkan Claudia saat Claudia sangat membutuhkan kamu. Bahkan Claudia sama sekali tidak mengenalmu. Apa kau masih layak dikatakan seorang ibu? tanya Tuan Thomson yang sudah sangat geram melihat Nyonya Riana, menyalahkan dirinya karena tidak mengundang dan juga memberitahu tentang pernikahan Kenzo dan Claudia. Dan ia mengetahui dari pemberitaan di layar televisi.
"Setidaknya kau memberitahu kepadaku mas. aku mengetahui pernikahan Claudia hanya dari layar televisi.
"Tidak, ada bedanya diberitahu sama kamu atau tidak. Aku juga tidak tahu kalau Claudia akan bisa menerima kau atau tidak tidak. . Sekarang terserah kau, putriku sudah ada yang menjaga. Kau mau memberitahu atau tidak, Itu urusanmu. Aku tidak mau ikut campur dengan urusanmu lagi." Ucap Tuan Thomson kepada Nyonya Riana.
"Aku minta tolong sama kamu Mas, bantu aku bertemu dengan Claudia.
"Kau wanita yang pintar tidak perlu harus dituntun bertemu dengan siapa. Karena kepintaranmu lah, sehingga kau tega meninggalkan Putriku Claudia Aulia Thomson, dan memilih menikah dengan lelaki yang yang kaya raya. Karena kau tidak ingin hidup susah denganku.
" Sudahlah, lebih baik kamu pergi dari sini. Aku tidak ingin terkena gosip nanti. Temui saja Claudia. Dia sudah kembali ke rumah. sekarang dia sudah tinggal di rumah keluarga Atmaja. Claudia mendapat jodoh yang baik dan juga kaya. Agar hidupnya tidak susah seperti hidup denganku.
Tapi aku bersyukur,karna putriku membuat aku bangga. Ucap Tuan Thomson kepada Nyonya Riana. Ayolah Mas, bantu aku bertemu dengan Claudia. Mungkin kalau aku saja yang langsung datang untuk menemuinya, dia pasti tidak akan mau menemuiku.
Tapi kalau ada kamu, mungkin saja dia mau mendengarkan apa yang aku katakan kepadanya, dan aku ingin meminta maaf kepadanya." ucap Nyonya Riana memohon kepada Tuan Thomson.
__ADS_1
Terlihat Tuhan Thomson menghela nafas berat, mempertimbangkan permintaan Nyonya Riana. Karena ia juga berpikir kalau dia pantas untuk mengetahui keberadaan ibu kandungnya saat ini.
Tuan Thomson tidak ingin egois, Akhirnya dia pun setuju untuk mempertemukan Claudia Aulia Thomson dengan Nyonya Riana. Tuan Thompson menghubungi Kenzo bertanya keberadaan mereka saat ini dimana.
Saat sambungan telepon seluler itu tersambung,Tuan Thomson langsung bertanya kepada Kenzo.
"Dimana kalian sekarang nak?" tanya Tuan Thomson
"Masih ada di rumah Ayah, Memangnya ada apa?
"Ayah ingin bertemu dengan Claudia dan juga kamu. Apa kalian memiliki waktu?
"Tentu ayah, Ayah mau bertemu dimana, di rumah atau di tempat lain? tanya Kenzo penuh selidik.
Kalian datang saja ke salah satu restoran, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Ayah. "Apa kalian bisa?
"Kapan ayah?
"Kalau bisa sekarang juga." ujar Tuan Thomson
"Bagaimana, apa mereka bersedia bertemu dengan kita? tanya Nyonya Riana penasaran.
"Mereka akan menemui kita di salah satu cafe yang lokasinya tidak jauh dari sini. lebih baik kita langsung ke sana, tapi tolong jangan langsung duduk di dekatku nanti saat mereka sudah tiba, baru kamu datang menemuiku. agar Claudia tidak langsung pergi saat melihat keberadaanmu di sana." ujar Tuan Thomson kepada Nyonya Riana, dibalas anggukan dari Nyonya Riana.
Tuan Thomson dan nyonya Riana memasuki mobil yang dikendarai oleh Nyonya Riana sendiri. Nyonya Riana melajukan mobil miliknya sesuai dengan instruksi dari Tuan Thomson. Saat mereka sudah tiba di sebuah cafe, yang lokasinya tidak jauh dari rumah Tuan Thomson.
Nyonya Riana memarkirkan mobil miliknya di sana. Lalu Tuan Thomson turun dari mobil masuk ke dalam Cafe. sementaranya Nyonya Riana, masih duduk di mobil sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Tuan Thomson. Tuan Thomson duduk di sudut paling pojok Cafe itu, menunggu Putri dan menantunya datang menghampirinya.
Pesanan Tuan Thomson belum dihidangkan, Claudia dan Kenzo sudah tiba di sana. Dan langsung menghampiri Tuan Thomson. Mereka belum menyadari keberadaan Nyonya Riana di sana. Saat mereka sudah duduk santai dan berbicara dengan leluasa, Tuan Thomson mengirimkan pesan Whatsapp kepada Nyonya Riana. Agar Nyonya Riana segera masuk menghampiri mereka.
Nyonya Riana langsung keluar dari dalam mobilnya, masuk ke cafe menuju tempat duduk yang ditempati oleh Tuan Thomson dan juga Claudia dan Kenzo.
Nyonya Riana yang sudah tiba di sana, pura-pura tidak mengetahui Tuan Thomson di sana Dan tidak mengetahui keberadaan Claudia di sana.
__ADS_1
"Mas Thomson kau disini juga? tanya Nyonya Riana berakting sesuai dengan permintaan Tuan Thompson.
"Eh Riana, Kau sama siapa ke sini?
"Sendiri Mas."
"Apa aku bisa gabung?
"Tentu, Silakan duduk." ucap Tuan Thomson yang membuat Claudia terhenyak.
Begitu juga dengan Kenzo tidak kalah terhenyaknya dengan Claudia.
Nyonya Riana menatap Claudia dengan Tatapan yang sulit diartikan. Terlihat Claudia ingin segera bangkit dari tempat duduknya, pergi meninggalkan Cafe itu. Tetapi ia tidak ingin membuat ayahnya kecewa kepadanya.
"Claudia,"
"Iya Nyonya ada apa? Claudia pura-pura tidak mengenali kalau Nyonya Riana merupakan ibu kandungnya.
"Mengapa kau tidak mengundangku saat pesta pernikahanmu?
"Untuk apa aku mengundang Nyonya Riana ke pesta pernikahanku, bersama lelaki yang sangat aku cintai. Aku tidak akan mengundang seorang ibu yang tega meninggalkan putrinya, saat putrinya masih kecil dan membutuhkan kasih sayang penuh dari ibu kandungnya sendiri." ucap Claudia
Membuat Nyonya Riana dan Tuan Thomson terhenyak Claudia mengatakan seperti itu.
Itu artinya Claudia sudah mengetahui kalau Nyonya Riana merupakan ibu kandungnya sendiri.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA LIKE COMENT VOTE DAN HADIAH NYA YA.🙏🙏🙏🙏
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya teman emak
__ADS_1