
"Claudia ikut saya sekarang!"perintah Kenzo yang tiba-tiba datang menghampiri Claudia duduk di kursi kerjanya. Claudia menghembuskan nafas kasar. Ia tidak ingin membuat masalah kepada bosnya itu. Claudia memilih untuk mencari aman.
Claudia memutuskan untuk tetap menahan rasa bencinya dan amarahnya kepada Kenzo mengingat ucapan Kenzo tentang profesional dalam bekerja. Namun dirinya tetap memberikan sumpah serapahnya untuk pria itu.
Dia mengerutkan keningnya, saat Kenzo meletakkan paper bag di atas meja. Tetapi matanya tetap fokus pada layar laptop yang berada di hadapannya.
"Ambil."ujar Kenzo datar. Padahal Kenzo sangat mengetahui keadaan Claudia saat ini. Claudia baru saja tertimpa musibah, ayahnya mengalami kecelakaan.
Claudia tersenyum malu kalau mendengar pernyataan Kenzo yang menyuruhnya mengambil paper bag yang ada di meja. Dia sudah menerka-nerka Apa isi di dalamnya. Mungkin saja coklat atau makanan lainnya sebagai permintaan maaf Kenzo kepada Claudia. untuk menghilangkan rasa penasarannya, Claudia segera mengambil paper bag itu dan memeriksa isinya.
"Apa ini? kirain hadiah. Hanya pakaian kotor . apes banget aku, terlalu percaya diri mendapat hadiah dari pria brengsek tukang selingkuh ini.," gumamnya dalam hati.
"Pak, pakaian ini harus saya apakan?" tanya Claudia.
"Cuci? aku harus nyuci bajunya dia? wah dikira aku istri atau pembantunya kali ya. seenak jidatnya main suruh aja. Untung bos Kalau nggak udah aku kerjain ini orang.
"Maksudnya pak?
"Kamu cuci pakaian itu, karena kamu yang membuatnya kotor.
flash back.
Saat Claudia datang menghantarkan file yang sudah selesai ia kerjakan ke ruang kerja Kenzo. Ia tidak sengaja menabrak kopi yang ada di meja tempatnya di pinggir meja, membuat baju Kenzo saat itu terkena siraman kopi buatan OB, yang ada di sana.
Claudia sudah berusaha meminta maaf saat itu. Tetapi Kenzo seolah tidak peduli dan membentak Claudia, saat Claudia masih ada di ruangannya sampai Claudia keluar kembali ke meja kerjanya
flesh off
"Kamu yang sudah mengotorinya, jadi kamu harus bertanggung jawab dan cuci pakaianku sampai bersih. Jangan sampai ada noda yang tertinggal di sana. lagi lagi Claudia menghembuskan nafas kasar. Tangannya meremas paper bag yang ada di genggamannya. Tentu saja dia tetap menunjukkan senyum manis. tetapi senyuman itu terpaksa.
"Baik, Pak. jawabnya sambil menahan geram
__ADS_1
"Yang kotor cuma sedikit, kebangetan bangat emang di rumahnya nggak ada mesin cuci apa? tanpa meminta izin lagi, Claudia nyelonong pulang rasa kesalnya membuat dirinya enggan memberi rasa hormat kepada Kenzo ketika sudah jam pulang.
Hingga dia pun memutuskan pulang kerumah. Mengingat Tuan Thomson pasti memerlukan bantuannya. Selama di atas motor matic miliknya. Claudia terus menggerutu menyumpah serapah bosnya itu.
Setelah tiba di rumah. Claudia memberi salam kepada Tuan Thomson yang duduk di teras. Tuan Thomson mengembangkan senyumnya melihat kehadiran putrinya sudah kembali ke rumah setelah satu harian beraktivitas di luar. "Selamat sore Pa, siapa Claudia sambil memberi salam kepada tuan Thomson.
Setelah bertegur sapa kepada tuan Thomson, Claudia masuk ke dalam kamarnya lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur yang selama ini menemani tidurnya. Sambil tiduran Claudia menghabiskan waktunya mengecek sosial media miliknya. Beberapa kali jemarinya mulai me like foto dari akun yang dia kenal. Sesaat memejamkan mata, guna melepas rasa penat dan melupakan semua kejadian tidak menyenangkan.
"Kau harus rileks Claudia, lupakan semuanya termasuk cowok yang nyebelin dan tukang selingkuh itu.
Ngomong-ngomong soal pria yang menyebalkan itu, Claudia langsung kembali membuka matanya seakan ada sesuatu yang terlupakan olehnya.
"Ya ampun aku sampai lupa, kalau aku janji pulangnya bersama Cleo rumah, gumam Claudia di dalam hati sambil menepuk jidatnya. Claudia langsung menghubungi nomor ponsel ke. Setelah sambungan telepon selulernya tersambung. Ia pun memberitahu kalau Cleo tidak perlu menunggunya.
Karena Claudia sudah pulang terlebih dahulu. akibat lelaki yang selama ini membuatnya geram. Cleo yang mendapat sambungan telepon seluler dari Claudia pun tidak mempermasalahkan hal itu. Ia paham Claudia buru-buru pulang, ingin sekali langsung merawat Tuan Thomson.
"Tidak apa-apa Claudia, aku paham kok posisimu saat ini. pasti kau mengkhawatirkan Tuan Thomson?" Cleo menebak kalau Claudia sangat mengkhawatirkan kondisi kesehatan Tuan Thomson sehingga Claudia bergegas itu langsung pulang tanpa menunggunya terlebih dahulu.
Saya tidak suka bertele-tele. Jadi saya harap kamu tidak lupa membawa baju yang kemarin saya berikan kepadamu untuk kamu bersihkan." ucap Kenzo dengan nada datar.
Claudia membulatkan bola matanya. "Baju?"
Kenzo mengiyakan Nya saat Claudia menatap paper beg sontak saja apa yang dia lakukan membuat Claudia terkejut yang langsung mematikan saluran telepon selulernya.
Bagaimana tidak, Claudia sampai lupa mencuci baju yang kemarin diberikan oleh kenzo kepadanya, bukan tanpa sebab melainkan karena seharian penuh harus bekerja keras menahan amarah dalam dirinya Sama halnya dengan hari ini belum sampai satu hari berada di kantor namun pria itu sudah membuatnya darah kembali mendidih.
Claudia beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju meja Kenzo. Saat pria itu menggerakkan tangannya memberi isyarat agar dia mendekat.
"Maaf Pak, Saya lupa mencuci baju yang kemarin bapak berikan. ucapnya sudah berdiri tepat di depan meja kerja Kenzo
"Saya sudah menduga. Sahut Kenzo dengan datar
__ADS_1
"Claudia mendengus kesal!" Maaf."
"Bisa tidak sih kamu berhenti meminta maaf' timpal Kenzo.
"Tentu tidak Pak,
kalau kamu berhenti ngerjain aku pasti aku berhenti bakalan minta maaf. Lagian seharusnya kan kamu yang minta maaf bukan aku." ucap Claudia seenaknya.
Kenzo menghela nafas. Baru satu bulan kamu bekerja di sini, tapi sudah membuat darah saya mendidih setiap hari. Sentak Kenzo yang mampu membuat Claudia terhenyak lalu Claudia menundukkan kepalanya.
Claudia mengepal tangan. Rahangnya mengeras dengan nafas naik turun menahan amarahnya. Dia benar-benar ingin mengunyah pria yang berada di hadapannya, karena selalu saja berbicara seenak jidatnya saja.
"Mendidih? jidatmu? harusnya aku yang bilang kayak gitu dasar pria brengsek!"
"Dari sekian banyak karyawan yang bekerja di sini, cuman kamu yang tidak bisa bekerja dengan baik." ketus Kenzo.
Claudia menghela nafas dalam-dalam. menghembuskannya secara perlahan sampai emosinya kembali normal. Baginya akan sangat percuma jika terus menanggapi ucapan Kenzo yang selalu menyudutkan dirinya. Jadi dia lebih memilih untuk tetap diam dan tersenyum manis mungkin daripada harus berdebat dengan pria itu.
Kenzo beranjak dari tempat duduknya. kemudian berjalan melewati meja kerjanya. dan berhenti tepat di samping Claudia keduanya berdiri berdampingan tetapi menghadap ke arah berlawanan.
"Berhenti dan ikut saya!" Kenzo yang mampu membuat Claudia terhenyak
"Mau apa lagi dia? lirik Claudia pelan. Untung saja Kenzo tidak mendengarnya.
Claudia membulatkan bola matanya, lalu menghadap ke samping mendongakkan kepala. Dia menatap muka setiap inci wajah kenzo yang terlihat sangat tampan dari samping.Dengan tatapan mendalam, hidung mancung serta bibir kemerahan yang semakin menambah ketampanan dalam diri pria itu.
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1