MY BOS MY MANTAN

MY BOS MY MANTAN
BAB 67. MERUBAH PENAMPILAN _MBMM


__ADS_3

Hari ini untuk pertama kalinya Mario menggantikan Cleo di Atmaja Group. Mario berjalan masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Banyak karyawan-karyawati lainnya melihat penampilan Mario sangat berbeda kali ini.


"Itu Tuan Mario kan? tanya salah satu karyawan yang bertugas di sana kebetulan melihat Mario masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan.


"Tumben tumbennya Dia memakai pakaian formal seperti ini, biasanya juga dia menggunakan pakaian yang acak-acakan." sahut salah satu karyawan lainnya.


Claudia dan Diana sudah sibuk berkutat di laptop mereka masing-masing. Tiba-tiba keduanya terhenyak melihat Mario lewat dari hadapan mereka masuk ke ruang kerja yang selama ini ditempati Cleo."Wow tampan sekali."gumam Diana terpesona melihat ketampanan Mario menggunakan pakaian kantor yang selama ini belum pernah dilihat Diana sama sekali.


Mario mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya. Memulai aktivitas seperti yang dilakukan oleh Cleo. "Tidak asik banget bekerja berdiam diri di kantor hanya memegang laptop ini saja" gerutu Mario sambil terus Menatap layar laptop yang ada di hadapannya.


Sementara Kenzo yang berada di ruang kerjanya. Menekan interkomnya dan meminta kepada Mario untuk segera datang ke ruang kerjanya.


"Mario ke ruanganku sekarang!" perintah Kenzo di dalam pesan interkom Nya.


Mario beranjak dari tempat duduknya masuk ke ruang kerja Kenzo.


"Ada apa memanggilku? tanyanya dengan raut wajah yang tidak bersahabat.


"Pelajari ini, lalu kerjakan. Setelah selesai kau kerjakan serahkan kepadaku."titah Kenzo berharap Mario dapat mengerjakannya.


Sebenarnya Kenzo tidak yakin kalau Mario dapat mengerjakan tugas yang ia berikan kepada Mario. Tetapi Kenzo juga ingin mengetahui sebatas mana kemampuan Mario dapat mengelola perusahaan milik mereka.


Mario keluar dari ruang kerja. Kenzo dengan membawakan beberapa file yang sudah diberikan Kenzo kepadanya. Diana yang melihat Mario melintas dari ruang kerjanya mendongakkan kepalanya. "Itu wajah kok datar sekali? apa dia punya masalah. gumamnya dalam hati sembari terus memperhatikan langkah Mario masuk ke ruang kerjanya


"Penampilan pujaan hatimu agak berbeda hari ini."Celetuk Claudia sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Diana.


"Iya terlihat tampan sih, tapi melirik ke sini saja tidak." sahut Diana membuat Claudia langsung terkekeh.


"Sabar saja, kalau kau memang benar-benar mencintainya, seharusnya kau jangan pesimi seperti itu. Kau Harus optimis. Perjuangkan jika kau benar-benar mencintainya." ujar Claudia sambil menatap sahabatnya dengan Tatapan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Diana tidak menjawab dan memilih untuk berkutat di laptopnya. Kini keduanya asyik mengerjakan tugas-tugas mereka yang diberikan Kenzo kepada mereka masing-masing.


Hingga jam makan siang pun tiba. Claudia bangkit dari tempat duduknya berniat untuk menghampiri Kenzo. Padahal sebelumnya Diana sudah berniat ingin mengajak Claudia makan bersama di warung tenda biru langganan mereka selama bekerja di perusahaan Atmaja Group.


Selain dari Citra rasanya yang pas di lidah mereka, pemilik warung tenda biru itu juga ramah dan juga humoris. Harganya yang pas untuk kantong. karyawan seperti Claudia dan Diana membuat mereka selalu menyantap menu makan siang di sana, Jika mereka tidak membawa bekal.


"Aduh sendiri lagi deh makan siang." Guman Diana sambil beranjak dari tempat duduknya memperhatikan langkah Claudia masuk ke ruang kerja Kenzo. Tanpa ia sadari Mario mendengar gumaman Diana.


"Daripada makan sendiri, Lebih baik makan bareng gue saja." ucap Mario tiba-tiba saja menarik tangan Diana berjalan masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. membuat Diana terhenyak tiba-tiba saja Mario berada disana.


"Kamu kok bisa langsung datang menghampiriku tadi?tanya Diana penuh selidik.


"Aku tidak tega melihatmu pergi makan sendiri,jadi aku rasa lebih baik kita makan berdua saja." ucap Mario tanpa menoleh ke arah Diana membuat Diana Langsung terdiam.


Beberapa menit kemudian, mereka tiba di lobby kantor, berjalan keluar. "Tunggu di sini, aku akan mengambil mobil.


"Aku ingin makan di dekat kantor saja.


"Memangnya kamu mau makan di mana?


"Tenda biru!


"Tenda biru?


"Iya Rumah makan tenda biru yang ada di pinggiran jalan itu, jalan kaki 5 menit saja sudah sampai."ucapnya sambil menunjukkan warung tenda biru yang ada di seberang kantor.


"Kalau kau tidak mau makan di sana, lebih baik kau makan sendiri. Yang pasti aku akan makan disana." ucap Diana sambil melangkah meninggalkan Mario di sana.


"Tunggu!" teriak Mario sambil langsung berlari menghampiri Diana berjalan menyeberang jalanan raya.

__ADS_1


Claudia dan Mario masuk ke warung tenda biru itu. "Eh Neng Diana, pesan Apa Neng Apa masih tetap seperti biasa? tanya pemilik warung dengan ramah kepada Diana.


"Iya mang seperti biasa, agak pedas ya." sahutnya sambil nyengir


"Kau memesan apa? Mario belum menjawab iya justru menelisik tempat dimana warung tenda biru itu.


"Samakan aja pesanannya. Tapi jangan terlalu pedas."


"Apa kau yakin menyukai makanan kesukaanku? tanya Diana penuh selidik


"Tidak salah kan Kalau aku mencoba makanan kesukaanmu?


Diana menganggukkan kepalanya lalu menambah pesanannya kepada pemilik warung.


Menunggu beberapa menit, akhirnya makanan pesanan Diana dan Mario pun tiba. "silahkan Neng Diana, Oh iya Neng Diana di mana Neng geulis Claudia? tanya pemilik warung mencari keberadaan Claudia.


"Dia makan siang bareng calon suaminya mang?


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"


__ADS_1


__ADS_2