
"Ya Allah apakah ini satu kebetulan atau memang takdir?" gumam Tuan Thomson di dalam hati, sambil terus berjalan masuk ke ruang tamu menghampiri Claudia, Kenzo dan Mario di sana diikuti oleh Nyonya Kanada.
"Lagi ngomongin apa sih mom dengan ayah? ucap Kenzo penasaran. Tidak ngomongin apa-apa hanya saja Mami ingin, bertanya kepada Ayah kamu mengenai rencana pernikahan kalian." ucap Nyonya Kanada menutupi apa yang mereka bicarakan sebenarnya.
Sementara di tempat lain, terlihat Mischa yang baru keluar dari mobil milik Cleo berjalan masuk ke lift apartemen yang selama ini ditempati oleh Cleo,dengan membawa beberapa paper bag yang ada di tangannya.
Cleo juga membawa sebagian paper bag itu. ketika mereka sudah berada di apartemen, Mischa kembali menghampiri Cleo yang baru duduk di sofa. "Mas Mengapa kau melakukan ini semua kepadaku? Apa kamu tidak merasa rugi mengeluarkan uang sebesar itu untuk wanita sepertiku? tanya Mischa penuh selidik.
"Aku ingin kau berpenampilan terbaik jika kau menjadi asisten pribadiku. Karena kau akan ikut denganku ke mana saja jika klien meminta kita meeting di suatu tempat dan juga menghadiri undangan rekan bisnis. anggap aja itu sebagai fasilitas dari kantor.
"Tapi tidak harus seperti ini juga Mas. harga pakaian itu terlalu mahal di butik."
"Aku tidak pernah mempermasalahkan harga untuk kepuasan diriku. Jadi kau tidak perlu protes lakukan saja apa yang Aku perintahkan selagi itu tidak melanggar norma." ucap Cleo kepada Mischa membuat Mischa langsung terdiam.
__ADS_1
Mischa merebahkan tubuhnya di atas sofa karena ia sudah merasa lelah.
"Apa kau capek? kalau kau capek Lebih baik kau istirahat langsung di kamar Mischa seolah tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Cleo kepadanya. Ia pun terus memberikan tubuhnya di sana dan akhirnya Mischa tertidur pulas di sofa.
"Astaga, dia sudah tidur." gumam Cleo dalam hati sambil memperhatikan raut wajah polos Mischa dengan seksama. Cleo merasa tidak tega membiarkan Miska tidur di sofa, hingga Ia pun memilih untuk menggendong tubuh dan membaringkan Miska di tempat tidur yang berukuran King size itu.
"Mungkin dia sangat lelah setelah beberapa jam berjalan-jalan." gumam Cleo dalam hati sembari terus memperhatikan wajah polos Mischa. ia mengembangkan senyumnya menatap Mischa dengan tatapan seksama
"kau cantik, tapi sedikit bawel, Aku harap kau bisa bekerja sama dengan baik disana nanti." gumam Cleo di dalam hati sembari membaringkan tubuhnya di samping Mischa dibatasi dengan bantal guling yang ada.
Keesokan harinya Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi Mischa terbangun dari tidurnya, melihat dirinya sudah tidur di kamar padahal Ia sebelumnya tidur sofa. "Kok aku bisa tidur di sini? gumamnya dalam hati.
sambil mengingat-ingat apa yang ia lakukan malam itu, yang ia tahu kalau dirinya Langsung tertidur di sofa yang ada di ruang tamu.
__ADS_1
Ia melirik ke sisi kanannya ternyata ada Cleo masih tertidur pulas disana Miska mengembangkan senyumnya menatap wajah polos Cleo yang begitu membuat hati setiap kaum hawa akan terpesona melihat ketampanan Cleo.
Mischa bangkit dari pembaringannya lalu berlalu ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Ia pun menggunakan pakaian seadanya lalu berlalu ke dapur ingin memasak sarapan pagi untuk mereka berdua. untungnya saat Mischa dan Cleo berada di sebuah mall Miska mengingat membelanjakan bahan makanan yang dapat diolah di rumah.
Mischa mengolah bahan makanan yang ada di dalam kulkas untuk sarapan pagi, pagi itu. "syukurlah aku sempat membeli bahan makanan yang dapat diolah untuk sarapan pagi."gumam Mischa dalam hati sambil terus berputar mengolah makanan itu di dapur
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya teman emak
__ADS_1