
Setelah makan malam, Claudia membereskan semua sisa makanan di meja dan mencuci piring. Tuan Thomson duduk manis sambil nonton acara televisi di ruang keluarga. Claudia sangat bersyukur kehidupannya saat ini jauh lebih baik, karena dirinya saat ini sudah bekerja dan dapat membahagiakan Tuan Thomson, walaupun tidak seperti yang ia harapkan sebelumnya. Dan mulai sekarang Dia yang bekerja keras untuk menopang biaya kehidupan sehari-hari.
"Akhirnya dapur sudah terlihat bersih, barang-barang tertata rapi di tempat masing-masing. Claudia berjalan keluar dari dapur, lalu duduk di samping Tuan Thomson yang tengah menuntut acara televisi kesukaannya.
Claudia dan Tuan Thomson, tampak bercanda gurau mengingat masa-masa kecil Claudia, Ketika Tuan Thomson menceritakan kejahilan Claudia saat masih kecil, membuat tawa Claudia semakin menggema di seisi ruangan. ia seolah melupakan masa lalunya yang begitu pahit bersama Tuan Thomson yang tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu.
Entah karena faktor kelelahan, Claudia pun memutuskan berpamitan kepada Tuan Thomson, masuk ke dalam kamarnya mengingatkan Claudia harus segera berangkat ke kantor. Ia tidak ingin membuat masalah lagi, dengan berdebat kepada Kenzo yang merupakan mantan kekasihnya itu.
****
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya di permukaan bumi. Pagi ini, pagi-pagi sekali Claudia sudah bangun. Setelah membersihkan diri Claudia memasak sarapan untuk Tuan Thomson Setelah semuanya selesai barulah dirinya bersiap-siap berangkat ke kantor.
Tuan Thompson yang melihat hal itu pun merasa sangat senang sekaligus bahagia. sebab Putri kecilnya, kini beranjak dewasa sepertinya baru kemarin dia menggendong tubuh mungil Claudia, dan hari ini Gadis itu sudah mampu membantunya dalam segala hal. Bahkan untuk membiayai kehidupan mereka sehari-hari.
"Pagi Pa, sapa Claudia.
Claudia berjalan menghampiri Tuan Thomson dengan penampilan yang sudah rapi dan terlihat sangat cantik dengan menggunakan kemeja warna biru muda, dipadu dengan rok span warna hitam serta tas dan sepatu warna senada, tak lupa dia juga menyematkan senyum manis di bibir.
"Pagi Pa, pagi ini papa sarapan sendiri dulu ya, soalnya Claudia sarapan di kantor saja. takut Claudia telat. Soalnya bos Claudia berada di luar kota, jadi Claudia banyak tugas di kantor." ucap Claudia kepada Tuan Thompson
"Iya nak, tidak apa-apa. Papa ngerti kok. sahut Tuan Thomson.
"Eh kemarin papa melihat kemeja cowok di dalam kamar. Kamu itu punya pacar. Kamu ya Nak, Kenapa kamu tidak cerita kepada papa, kalau kamu sudah memiliki pacar ? Papa ingin mengetahui siapa lelaki yang mampu menaklukkan hati Putri papa yang cantik ini." ucap Tuan Thomson sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah putrinya
"Pacar? ha ha ha
Claudia tergelap dengan pertanyaan Tuan Thomson yang menganggap bahwa Kenzo adalah kekasihnya. Padahal kan hubungan mereka hanya sebatas bos, dan asisten meskipun pernah menjalin Cinta.
"Itu milik Bos Claudia pa.
"Oh bos, kamu kemarin udah papa cuci mau kamu bawa sekalian nggak?
Claudia terbelalak mendengar pernyataan Tuan Thomson, telah mencuci baju milik Kenzo. rasanya dia ingin segera bertemu dengan pria itu, dan langsung menghajarnya.
Karena sudah membuat papanya mencuci baju kemeja miliknya."Ini semua gara-gara pria brengsek itu. Tidak tahu apa, papaku saat ini masih kurang sehat. Tetapi membiarkannya mencuci kemeja anak Songong itu, awas kamu nanti akan aku balas." umpat Claudia.
__ADS_1
"Ngak pa, kapan-kapan saja Claudia sudah pulang.
"Ya sudah, kamu hati-hati di jalan. Jangan ngebut-ngebut. Terus jangan lupa makan." ujar Tuan Thomson.
"Iya Pa, Claudia mencium punggung tangan Tuan Thomson dan segera berjalan keluar.
Waktu menunjukkan pukul 08.30. Claudia sibuk berkutat dengan berkas-berkas di meja kerjanya, dia membaca berkas dengan teliti dan hati-hati agar tidak melakukan kesalahan apapun.
Ia tidak ingin membuat Kenzo marah dengan hasil kerjanya, yang tidak sesuai dengan yang diinginkan Kenzo. Berdebat dengan lelaki yang pernah berada di masa lalunya, itu sulit bagi Claudia. Karena lagi-lagi ketika melihat wajah lelaki yang pernah menghianati dirinya, membuat Claudia kembali teringat masa-masa ketika mereka masih bersama.
Ting....
Tangannya segera meraih ponsel yang tergeletak di meja netranya melihat pesan yang masuk.
"Claudia jangan bermalas-malasan Selama saya tidak ada di kantor paham! pesan itu yang dikirimkan oleh Kenzo di dalam pesan whatsapp-nya kepada Claudia.
"Baik Pak jawab Claudia dan langsung mengirimkan pesan ke whatsapp-nya kepada Kenzo.
"jangan iya-iya aja tapi harus dibuktikan. pesan Whatsapp dari Kenzo kembali masuk ke nomor ponsel milik Claudia.
"Baik Pak saya saat ini sedang mengerjakan semua tugas dari bapak.
Claudia mengeram kesal saat membaca balasan pesan dari gincu dia bingung sebenarnya otak pria itu terbuat dari apa hingga tak mempercayai ucapannya padahal dirinya selalu menuruti semua perintah CEO atau mantan kekasihnya itu.
Untuk meletakkan ponsel di atas meja, tanpa mempedulikan pesan dari Kenzo kembali fokus kepada berkas berkas yang harus dikerjakan dengan cepat.
10 menit kemudian, ponselnya kembali berbunyi. Tanda ada pesan masuk. Claudia kembali meraih ponselnya membaca pesan dari Kenzo.
"Lama sekali sih, jangan-jangan kamu bohong!" ya pasti kamu lagi santai- santai, kesempatan sekali kamu. Ketika saya berada di luar kota duduk santai. Tapi gaji dibayar full."pesan Whatsapp Itu kembali dikirimkan Kenzo.
Beberapa menit kemudian, Claudia tak kunjung mengirimkan fotonya kepada Kenzo
"Tidak! Claudia membalas dengan cepat
"Kirim sekarang fotomu, Jika kamu memang benar-benar mengerjakan tugas yang saya minta. Sekarang tidak terima penolakan.
__ADS_1
"Iya Bos!
"Melawan kamu?!
Claudia terbelalak saat membaca balasan dari Kenzo. Karena terlalu kesal tangannya, Sampai berani ngetik dengan sendirinya dan memberi pesan itu pada Kenzo. Sehingga membuat emosi pria yang berada jauh darinya emosi tingkat dewa
Tetapi selalu membawa kehidupan yang selama ini berjalan dengan damai.
"Maaf Pak, tadi tangan saya mengetik sendiri.
"Kamu pikir saya lelaki bodoh?
"Tidak pak saya yang bodoh bukan bapak
"Ya akhirnya kamu ngaku.
"Arggggh, teriak Claudia frustasi.
dia selalu saja kalah saat berdebat dengan Kenzo. Padahal dia tengah berada di luar kota tetapi Claudia tidak bisa menentang Kenzo. Tapi kenapa sangat sulit untuk Claudia lakukan untuk membalas?
"Cepat kirim!" jangan coba-coba untuk menipuku ? pesan Whatsapp kembali masuk ke nomor WhatsApp Claudia
Claudia segera membuka kamera ponselnya. mencari background yang bagus. Lalu cekrek juga sana cekrek sini, dengan berbagai pose Ada Mata melotot, bibir senyum manis dan menggemaskan seperti menopang dagu tersebut.
Jemari tangan Claudia meraih ponselnya, mencari hasil foto yang bagus namun tak ada satupun yang terpilih. Dan Claudia untuk tidak membalas pesan dari Kenzo
Ia beginilah sifat wanita, di saat ada seseorang yang menyuruhnya untuk menyuruh foto. Dia harus benar-benar berjuang mencari background yang bagus, tapi saat melihat hasilnya Tak ada satupun yang terpilih.
"Claudia Apakah kamu masih di sana dan masih bernafas? pesan Whatsapp kembali masuk ke ponsel milik Claudia.
Hati Claudia bagia dihantam hujan secara tiba-tiba, hingga tak memiliki kesiapan mental dan fisik yang kuat. Persetan dia ini seandainya dia disini aku akan lahap dia itu hidup-hidup, kamu selalu berbicara sembarangan.
Entahlah sebenarnya siapa yang bersikap seperti anak kecil. Tetapi saat keduanya berada di tempat yang sama atau saling berjauhan, pertengkaran itu sudah terjadi meski tanpa disengaja.
Bersambung...
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏🙏🙏🙏🙏🙏