
Angin berhembus hingga terasa ke tulang belulang, hujan yang deras kini sudah mulai reda, tapi Aruna tak kunjung turun dari dalam mobil, ia tetap duduk di kursi penumpang tanpa pergerakan sedikitpun. Tetesan air dari langit mulai berhenti, kini langit yang tadinya diselimuti awan hitam, seketika berubah cerah. Aruna terus menatap kucing hitam yang ada di kursi kemudi, pikirannya sedang menerka-nerka, apakah benar Renan berubah menjadi seekor kucing? Atau hanya halusinasinya? Ketika pikirannya sedang berkelana entah kemana, tiba-tiba saja seekor kucing itu berubah menjadi manusia kembali.
“T-tuan?” tanya Aruna gugup.
Pria berambut cokelat menatap lekat gadis yang sedang tertegun menatapnya.
“T-tuan t-ternyata tuan—“ Aruna tidak bisa menahan rasa keterjutannya, hingga ia tidak sadarkan diri. Renan
bergegas membopong Aruna masuk ke dalam rumah, membawanya ke sebuah kamar. Danilo segera menyusul Renan karena Renan terlihat sangat panik.
“Tuan ada apa?”
“Gawat dia tau, ketika aku berubah menjadi seekor kucing.”
“Saya, kan sudah bilang tuan, hujan sebentar lagi turun kita harus segera sampai di rumah, kalau tidak, bisa bahaya bagi keselamatan kita tuan—“
“Jangan banyak bicara cepat bantu aku agar dia tidak mengingat kejadian tadi.”
Hening. Danilo sedang memikirkan cara bagaimana agar Aruna tidak mengingat kejadian yang baru saja di alaminya. Tiba-tiba saja Danilo menjentikkan jarinya.
“Saya tau tuan, seperti di film kdrama dengan cara di cium mungkin bisa tuan coba.”
“Bodoh, itu Cuma film!”
“Tapi tuan—“
“Cepat cari caranya, sebelum dia bangun Danilo!”
Danilo membuka buku-buku sejarah tentang kehidupan nenek moyang di planetnya, mereka diturunkan ke bumi hanya berbekal buku-buku sejarah nenek moyang dari planentnya, hingga Renan bisa mendirikan perusahaan sendiri di bumi, Danilo mulai membaca satu halaman demi halaman tanpa terlewatkan sedikitpun.
“Nah.. ada tuan.”
__ADS_1
“Bagaimana caranya?”
“Ketika Aruna bangun, yang pertama harus Aruna lihat adalah tuan, lalu tuan harus menicumnya juga.”
“Aku tidak percaya! Pasti itu akal-akalanmu saja kan?”
“Kalau tuan tidak percaya, baca sendiri bukunya!”
Renan mulai membaca buku yang diberikan oleh Danilo, dan ternyata benar. Di dalam buku tertulis ketika ada seseorang yang melihat perubahan wujudnya, dan lalu orang tersebut tidak sadarkan diri, maka ketika orang itu bangun, orang yang pertama yang harus dilihatnya adalah Renan, dan ia juga harus menciumnya, agar ia melupakan kejadian yang baru saja dialaminya. Renan masih setia menemani aruna yang belum sadarkan diri, ia sampai belum sempat mengganti bajunya. Terdengar lenguhan Aruna yang terbaring di atas ranjang, Renan juga melihat pergerakkan jari-jemari Aruna, ia bersiap-siap duduk di sisi ranjang menatap Aruan intens. Satu detik, dua detik, tiga detik, Aruna membuka matanya, benar saja orang yang pertama dilihatnya adalah Renan yang mengukungnya di atas, tanpa aba-aba lagi Renan mencium bibir Aruna, membuat Aruna membulatkan kedua matanya, ia tidak terima karena Renan telah berbuat tidak sopan terhadapnya.
“Apa yang tuan lakukan?” erang Aruna seraya mendorong tubuh Renan.
Ciuman singkat yang dilakukannya kepada Aruna cukup membuat hatinya berdesir, Entah kenapa rasanya begitu berbeda ketika berciuman dengan Aruna, bukan hanya membuat hatinya berdesir tapi ia juga merasa ada yang merasuki tubuhnya, tapi ia masih belum paham, dan ia harus mencari tahunya.
“Tuan, jangan mentang-mentang tuan adalah bos saya, tuan bisa dengan seenaknya berbuat tidak sopan kepada saya!” tunjuk Aruna dengan napas memburu menahan gejolak amarah di dalam dadanya.
Tanpa peduli ocehan Aruna, Renan melenggang pergi begitu saja meninggalkan Aruna yang tengah menahan emosinya.
“Bagaimana tuan? Berhasil?” Tanya Danilo ketika Renan sedang berjalan hendak ke kamarnya.
Renan mengedikkan bahunya. “Entahlah kita lihat saja nanti hasilnya.”
Hingga pagi menjelang Aruna masih di dalam kamarnya, Renan dan Danilo harap-harap cemas menunggu respon apa yang akan Aruna berikan terhadapnya. Seperti biasa Renan sudah menyiapkan sarapan pagi untuk Aruna, tapi yang ditunggu tak kunjung turun juga. Akhirnya Renan memutuskan untuk naik ke lantai atas menyusul Aruna.
Tok.. tok.. tok…
Renan mengetuk pintu kamar Aruna, Tapi sedikitpun tak ada jawaban dari dalam, hingga Renan menekan gagang pintu dan membuka pintunya, ia melihat Aruna masih bergelung dengan selimut tidak ada pergerakkan sedikitpun
dari tubuhnya.
“Aruna ayo bangun,” ucap Renan seraya menggoyangkan tubuh Aruna, tapi Aruna tetap geming dengan mata terpejam. Renan menempelkan telapak tangannya pada dahi Aruna, dan ternyata suhu tubuhnya sangat panas.
__ADS_1
“Danilo.. Danilo…” teriak Renan.
“Ada apa tuan?”
“Coba lihat dia, kenapa dia bisa sakit? Apa ini adalah efek semalam karena aku telah menciumnya?" Danilo membeku, ia pun sama tidak mempunyai jawabannya, karena di dalam buku tidak dijelaskan akibat apa yang akan terjadi jika seorang setengah manusia dan setengah binatang berciuman dengan manusia utuh.
“Cepat panggil dokter fred.” Danilo segera menghubungi dokter Fred, dokter yang selama ini membantu Renan dan
Danilo, kenapa dokter Fred menjadi kepercayaanya Renan? Karena dokter Fred juga sebangsa dengan Renan. Tak lama setelah menghubunginya secepat kilat dokter Fred sampai di kediaman Renan. Danilo segera mengajak dokter Fred masuk ke dalam kamar Aruna.
“Apa yang terjadi Renan?”Renan menceritakan kejadian tadi malam tanpa ada yang dia tutup-tutupi.
Dokter Fred menghembuskan napas berat.“Renan, kamu terlalu banyak menyesap energi gadis itu, hingga ia menjadi tidak berdaya.”
“Apa sakitnya berbahaya?”
“Sakit yang dideritanya saat ini, sama saja dengan manusia pada umumnya. Tapi jika kamu terlalu sering menghirup energinya ia akan gampang sakit, dan tubuhnya semakin lemah.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Berikan obat ini, jangan lupa sebelum meminum obatnya pastikan dia sudah makan.”
Setelah memberikan ultimatumnya, dokter Fred pergi meninggalkan kediaman Renan. Dokter Fred sudah memberikan suntukan vitamin kepada Aruna, tetapi Aruna masih enggan membuka matanya. Kontak fisik yang dilakukan Renan kepada Aruna ternyata sangat membahayakan nyawa Aruna. Mungkin penyebabnya karena Aruna memiliki darah suci dan hati yang suci. Renan memakai sarung tangan karena ia takut bersentuhan dengan Aruna.
“Aruna, ayo buka matamu, makan dulu lalu minum obat.”
“Tuan—“ lirih Aruna. Dengan bantuan Renan, Aruna duduk bersender pada kepala ranjang, dan Renan mulai menyuapi Aruna makan, baru suapan ke tiga, Aruna memuntahkan makanannya.
“Uhuk.. uhuk.. uhuk…" Aruna terbatuk-batuk dan memuntahkan semua makanan yang telah masuk ke dalam mulutnya. Renan dengan cekatan memijit tengkuk Aruna dan membantunya meminumkan obatnya.
“Terima kasih tuan,” ucap Aruna lemah. Setelahnya Aruna kembali memejamkan matanya, badannya terasa lemas dan tidak bertenaga, ia sudah tidak peduli sedang berada di rumah siapa, yang jelas tubuhnya ingin segera berbaring dan memejamkan matanya berharap hari esok lebih baik.
__ADS_1
“Maafkan aku. Sedikit saja bersentuhan denganku membuat tubuhmu kehabisan energi, bagaimana jika aku menginginkan darahmu?” gumam Renan seraya memandangi wajah pucat gadis berambut sebahu.