
Julia menyapa anak muridnya yang dia lewati.Saat sampai di depan pintu ruangannya Julia melihat seorang gadis cantik bermake up tebal menghalangi jalannya "Maaf,saya mau lewat" ucap Julia sopan. Gadis itu menatap Julia sinis dia melihat Julia dari atas sampai bawah. "Pantesan Jonathan berpaling dari gue ternyata guru baru di sekolah ini seorang jalang" ucap Intan "Oh rupanya dia korban wajah tampannya Jo" batin Julia "lumayan buat hiburan,belum tau dia siapa gue" tambahnya lagi.
"Apa saya terlihat seperti jalang nona besar?" tanya Julia "Apa kamu tidak merasa seperti itu?lalu apa nama yang cocok untuk orang yang merebut pacar orang lain?" sinis Intan,dia sengaja menaikan nada suaranya biar semua siswa tau kalo guru barunya itu seorang penggoda. Semua siswa berbondong-bondong ke arah sumber suara. mereka tidak ingin melewatkan kegaduhan di pagi hari itu. "Maaf nona besar,apa anda punya bukti kalo saya merebut pacar anda?kalo boleh saya tau siapa nama pacar anda dan kalo bisa tolong suruh pacar anda datang ke sini" kata Julia santai,dia tidak ingin terpancing walau sebenarnya dalam hatinya dia sangat ingin memaki siswa tidak tau diri ini. "Nama pacar saya Jonathan,anak pemilik sekolah ini. dan Ibu sebagai guru tidak pantas menggoda muridnya sendiri untuk bisa ngajar di sekolah elit ini" seru Intan. Julia lalu menunjuk salah satu siswa yang sedang nonton dirinya debat "Hey kamu,tolong panggilkan Jonathan Al-Farizqi ke sini" titah Julia "Baik bu" siswa itu pun berlari mencari Jo.
Jo yang tengah duduk di kantin bersama ke 2 sahabatnya itu pun kaget saat mendengar siswa yang tadi di suruh Julia menggebrak mejanya,Jo ingin marah tapi sebelum dia memaki siswa itu tangan Devan menghalanginya. "Kenapa Lo lari-lari Van?" tanya Dev ke Ivan siswa yang menggebrak mejanya." Gawat Dev,Jo....Bu Julia nyuruh Lo ke depan ruangannya. Dia di labrak Intan" ucap Ivan sambil ngosngosan "Yang bener Lo?si Intan berani bener" sahut Irgi "Serius gue,buruan Lo ke sana. Kasian bu Julia dia di bilang jalang sama wanita penggoda" ucap Ivan lagi.
Tanpa BaBiBu Jo langsung berlari ke arah ruangan Julia dan di ikuti Devan,Irgi serta Ivan. Jo menyingkirkan kerumunan siswa dan berhenti di tengah-tengah antara Julia dan Intan.
__ADS_1
Intan langsung memeluk Jo di depan Julia "Sayang,kamu lihat guru baru ini dia menggoda kamu hanya karena ingin mendapatkan posisi di sekolah kita" ucap Intan manja . Jo menghempaskan pelukan Intan kasar,Intan tersentak. "Lo tuh kalo punya mulut di jaga. Bu Julia gak godain gue. Dia emang guru baru di sini,tapi itu murni karena kerja kerasnya. Dia anak temen papa gue,dia bisa aja minta papa gue buat dapat posisi di sekolah ini tapi apa?die malah melakukan beberapa tes untuk lulus dan bisa ngajar di sini. Lo,kalo gak tau apa-apa jangan bicara omong kosong. dan satu lagi,udah berapa kali gue bilang kalo itu BUKAN PACAR GUE jadi berhenti Lo ngaku-ngaku sebagai pacar gue. sekarang Lo pergi" Bentak Jo.
Wajah Intan memerah dia menahan marah dan malu. dia berniat untuk mempermalukan Julia dan malah dia yang malu sendiri. Rupanya dia salah memilih lawan. harusnya dia tidak mengganggu Julia.
Semua siswa membubarkan diri dan masuk ke kelas masing-masing. Julia masuk ke ruangannya dan menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya."Huhhh" dia menghembuskan nafasnya kasar,"Belum juga siang,kenapa harus ada kejadian yang memalukan seperti ini, hari ini akan menjadi hari yang berat"bayin Julia. Toktoktok suara pintu di ketuk dari luar "masuk" kata Julia. Pintu terbuka nampak Jo masuk dan duduk di Sofa gak jauh dari meja Julia "Ada apa?" tanya Julia. "Maaf soal tadi Bu" jawab Jo sambil menatap Julia. "Gak papa,lupain aja. sekarang kamu masuk ke kelas"titah Julia. Jo geram dengan sikap Julia yang menjadi dingin terhadapnya. "Julia,Lo tuh kenapa sih?bukannya kemarin kita baik-baik aja? kenapa Lo berubah?" bentak Jo.
"Ini sekolah,kamu gak perlu teriak-teriak karena telinga saya masih normal" ucap Julia "Bodo amat,gue gak peduli mau di sekolah ke mau dimana kek,yang pasti harus Lo tau kalo gue gak suka di giniin" teriak Jo. "Terserah kamu,sekarang kamu keluar". ucap Julia. Jo keluar dengan rahang yang mengeras dan membanting pintu ruangan Julia denga keras. Julia tersentak "Sampai kapan sikapmu akan seperti ini Jo?kapan kamu bersikap dewasa dan tidak seenaknya. Sepertinya aku menyesal menitipkan hatiku padamu"gumam Julia.
__ADS_1
Julia melangkahkan kakinya dengan berat. Saat sampai di kelas Julia mengedarkan pandangannya ke tempat Jo biasa duduk,dan benar saja dugaan Julia Jo masih kekanak-kanakan dia belum bisa mengesampingkan egonya. Terlihat Devan dan Irgi yang menunduk sepertinya mereka takut Julia menanyakan keberadaan Jo.
"Baik anak-anak kita mulai pelajarannya"...
......
......
__ADS_1
.....
......