
"Please Julia,beri aku kesempatan. Aku mohon" Jo memelas. "Saya bukan orang yang murah hati,tapi karena aku melihat kebaikan orang tuamu dan aku tidak ingin orang tuaku kecewa jadi aku putuskan akan memberikanmu kesempatan terakhir. jangan sia-siakan" tegas Julia. Jo tersenyum sumringah,tanpa mereka sadari ternyata orang tua mereka pada nguping pembicaraan Jo dan Julia.
"Eh Arya,anak Lo tu yah kegedean gengsi. bilang aja masih cinta sama anak gue pake alasan ngasih kesempatan segala" ucap agus papanya Jo pada ayah Julia. "Ya namanya juga cewek Gus, jual mahal dikit mah gak papa. Anak Lo aja yang bucin" balas Hadi,ayahnya Julia. "Iya juga yah,,,,kenapa anak gue jadi bucin begini?padahal dia itu ganteng kayak gue,cewek modelan Julia pasti banyak yang mau sama dia.kenapa jadi begini?bikin malu aja si Jo" gumam Agus. "Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya Gus,dulu Lo ngejar-ngejar Rita sampe ke Bandung terus Lo nangis-nangis di pinggir jalan karena lihat Rita jalan sama cowok yang ternyata sepupunya. Lo malah lebih memalukan di banding anak Lo" timpal Hadi mengingat masa mudanya. Ibu-ibu hanya tertawa saat melihat Para Suami yang sedang asyik berdebat tidak ada salah satu dari mereka yang mau kalah. "Lo jangan bongkar aib gue dong. malu kan gue" ucap Agus sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Sudah-sudah ayo masuk lagi" ajak Sri ,ibunya Julia..Mereka pun kembali ke dalam restoran dan melanjutkan makannya. Mereka tidak ingin Jo dan Julia curiga kalo mereka nguping pembicaraan pribadi dua sejoli beda umur itu.
____________
__ADS_1
"Sayang,kamu jangan berubah dingin lagi sama aku yah?" ucap Jo sambil menyelipkan anak rambut ke telinga Julia "Tergantung sikap kamu aja" singkat Julia "Aku janji sama kamu akan berubah,tapi perlahan. karena semuanya butuh proses" ucap Jo
"Gak usah janji segala,saya tidak butuh itu. Saya hanya ingin bukti" kata Julia."Semua wanita di dunia ini tidak ingin hanya makan janji-janji.mereka ingin bukti nyata. Entah itu dengan sikap atau pun tindakan. Karena manusia itu yang di pegang adalah kata-katanya". tambah Julia.
Jo diam seribu bahasa,dia tidak mampu menjawab perkataan Julia. Jo tau untuk meyakinkan hati Julia saat ini sangat susah,setelah apa yang dia lakukan dan Julia melihatnya dengan matanya sendiri butuh kesabaran yang ekstra. Masih untung dia di beri kesempatan. Jo tau kalo Julia ingin mengundur pernikahannya bahkan lebih parah lagi Julia malah ingin membatalkannya. Dan itu sukses membuat Jo frustasi dan gila. Dia menyadari sikapnya yang kekanak-kanakan,pemaksa,seenaknya dan bahkan selalu menghamburkan uangnya di club.karena bagi dia uang bukanlah hal yang susah. Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah. Secara kekayaan orang tuanya tidak akan habis olehnya bahkan oleh anak cucunya.
__ADS_1
"mau kemana yang?" tanya Jo saat Julia beranjak dari duduknya "mau masuk,saya lapar" jawab Julia berlalu tanpa menoleh ke arah Jo. "Ternyata sungguh sulit menaklukan hati mu oh guru sexy ku" batin Jo.
Dia mengekori Juia ke dalam restoran. "Loh,Ayah dan ibu saya kemana?" tanya Julia,Jo yang baru sampai pun kaget "Oh iya,papa sama mama aku juga gak ada" ucap Jo. Tiba-tiba hape Jo dan Julia berbunyi ada notifikasi pesan " sayang,kami pulang duluan yah. mau kencan dulu.kalian lanjut aja. dadaaahhh"
Kira-kira seperti itu pesan yang ibu Julia dan mama Jonathan kirim ke ponsel anak-anaknya.
__ADS_1
Hemmmm, Julia menghembuskan nafasnya kasar. dia tidak ingin berlama-lama dengan Jo setidaknya untuk saat ini. berbeda dengan Julia, Jo sangat senang bisa berduaan dengan Julia, Dia akan berterima kasih pada mamanya saat nanti pulang ke rumah.
###############