
"Papahh,,,,papahhh" celoteh anak di langkuan Jo.
"Om bukan papah kamu" sahut Jo.
"Papah,,,mimi papah" anak itu menunjuk ke arah gelas tapi Jo tidak paham.
"Apa sih gak ngerti gue"batin Jo.
"Kemana lagi ini keluarganya,kok anak sekecil ini di biarin sendiri sih" gumam Jo pelan.
Di toilet Julia mendapat telepon dari baby sitternya bahwa baby Je hilang. Ibunya pun panik mondar-mandir kesana kemari mencari cucunya.
Julia berlari ke tempat informasi di restoran itu,di sana sudah ada ibu dan baby sitternya sedang panik dan menangis. Baby Je lepas saat sang babysitter sedang fokus bikin susu.
"Bu,kenapa baby Je bisa hulang sih bu?" tanya Julia panik.
"Ibu juga gak tau Julia,tadi ibu sedang makan"
Rina si babysitter itu menagis menyesali ke cerobohannya...
"Haduh,,ini gimana??"batin Julia.
"Ibu udah cari kemana aja?" tanya Julia
"Ibu udah cari ke seluruh resto ini,tapi gak ada" jawab Ibu Julia
Triing....
Ponsel Julia berbunyi terdapat nama atasannya menelpon.
"Mampus,aku lupa kalo masih bersama Jo" batin Julia.
"Halo Mr"
"Dimana?"
"Maaf ,saya ada urusan Mr anak,,,eh anu sodara saya hilang saya mau bantu cari dulu"
"Gak bisa,lo harus ke meja gue sekarang dan bantuin gue".
Julia mendesah kasar,dia sedang panik baby Je belum ketemu di tambah masalah Jonathan yang minta di bantuin.
Julia berlari menuju ke meja Jo di ikuti oleh ibu dan Rina.
Julia tidak melihat ada yang aneh dari Jo,Jo yang saat itu sedang menggendong anak kecil di pangkuannya tidak terlihat seperti sedang ke susahan
Julia menghampirk meja Jo
"Ada yang bisa saya bantu Mr?" Tanya Julia dan seketika wajahnya berseri.
__ADS_1
"Baby Je,,,,kamu kemana aja sayang....mama cariin kamu dari tadi" Julia meraih baby Je dari pangkuan Jo dan memeluknya erat,baby Je tertawa kegelian.
Ibu Julia dan Rina tersenyum lega baby Je sudah di temukan.
"Julia,,,aku butuh penjelasan" ucap Jo penuh penekanan.
"Astaga,,,aku lupa saking senengnya" batin Julia.
"Baiklah sudah saatnya jujur".
Julia,ibu nya dan rina duduk satu meja dengan Jonathan yang terlihat angkuh melipatkan tangannya di dada.
"Ini baby Jeremy,anak kita" ucap Julia.
Jo tersentak kaget,dia tidak tau tentang dia punya anak.karena selama ini yang orang tuanya bilang Julia baik-baik saja dan tidak sedang hamil.
"Aku tau kalo aku hamil saat 2 minggu setelah perceraian kita.Aku yang minta ibu,ayah,mami dan papi kamu untuk merahasiakan ini dari kamu. Aku miinta maaf" jelas Julia.
"Kalo gue tidak nemuin anak ini,sampai kapan Lo sembunyiin ii semua?" tanya Jo tajam.Hatinya sakit karena dia tidak menemani Julia di masa-masa kehamilannya.
"Tadinya aku mau ngasih kejutan buat kamu,tapi udah ke buru gini jadi ya udah lah.emang harus dengan cara seperti ini baby Je ketemu kamu" jawab Julia.
"Nak Jonathan,maaf ibu ikut andil dalam rencana ini.tapi itu kami lakukan agar nak Jonathan fokus kuliahnya dan cepat lulus" ucal Ibu Julia.
"Papahh,,,papahhh" Baby Je meronta-ronta minta di gendong Jonathan.
Jo menatap kaku putranya. "Apa benar ini anak gue?"batin Jo.
Hingga beberapa saat mami dan papi Jo ikut bergabung .
"Oh,,cucu oma ganteng kamu baik-baik aja kan?katanya kamu hilang nak?" mami Rita menggendong Baby Je dan menciuminya.
"Jadi kamu udah tau Jo?" tanya papi Agus.
"Hm"
"Kenapa ekspresi kamu seperti itu?Apa kamu tidak senang?" tanya papi agus lagi.
"Aku senang pi,.tapi kenapa kalian tega bohongin aku seperti ini?" ucap Jo sedikit berteriak.
"Maaf,maafin aku Jo...Aku tidak ingin ganggu kamu kuliah" lirih Julia,dia merasa bersalah.wajar saja jika Jo sulit menerimanya ini terlalu mengguncang perasaan Jo.
Jo berdiri dan mengambil alih baby Je dari gendongan oma nya.
Jo berjalan keluar dengan membawa baby Je menaiki taksi.
Julia berniat mengejar Jo tapi di tahan oleh papi mertuanya.
"Dia butuh waktu berdua,biarkan saja" ucap pak Agus.
__ADS_1
"Tapi pi Julia takut baby Jo di apa-apain sama Jonathan" ucap Julia ketakutan.
"Jo,tidak akan menyakiti darah dagingnya sendiri" ibuu Julia mencoba menenangkan Julia
_______________
Jonathan membawa baby Je ke kantornya karena masih sore jadi suasana kantor masih ramai.Jo menjadi pusat perhatian semua penghuni kantor.pasalnya dia menggendong baby Je dan menenteng tas berisi perlengkapan bayi.
"Waw,hot dady"
"Udah ganteng,sayang anak pula"
"Suami idaman"
"Mau dong jadi ibu tirinya".
Kira-kira seperti itulah bisik-bisik karyawan kantor.
Joni menghampiri Jo.
"Lo nyulik anak dari mana?" tanya joni,dia sedikit kaget melihat Jo sedang bermain dengan anak kecil di pangkuannya.
"Jo,kok anak ini mirip lo.jangan-jangan ini anak dari cewek-cewek yang lo taman benih yah?" ucap Joni .
Jo melemparkan bantal sofa ke arah wajah Joni.
"Enak aja kalo ngomong. gue robek juga tuh mulut. ini anak Gue,dan satu hal yang harus lo inget gue bukan orang sembarangan yang suka nanam benih di lahan murahan"
"terus ini anak lo sama siapa?" tanya Joni malas
"Ini anak gue sama Julia"
"Apa??? lo kalo ngomong asal aja"
"Gue gak asal 3 tahun lalu gue nikah sama Julia,usia pernikahan gue gak lama cuma 10 hari terus gue cerai sama dia,dan itu gak benar-benar cerai. Julia hamil saat gue baru 2 minggu kuliah. sekarang gue balik ke sini,selain untuk ngurusin ini perusahaan gue juga balik buat nikahin Julia lagi. Ya....mana gue tau kalo sekarang buy 1 get 1 free" jelas Jonathan.
Joni melongo,dia memang pernah mendengar Jo pernah menikah dari Pak Agus,tapi dia tidak menyangka kalo istri dari Jo itu adalah Julia.
"Jadi selama ini lo gak tau kalo lo dan dia punya anak?"tanya Joni
"Iya"
"Terus dari mana lo yakin kalo ini anak Lo,kali aja Julia pernah gitu sama orang lain"
Jonathan menendang keras kaki Joni.
"Sakit Jo"
"Julia bukan orang seperti itu.bokap nyokap gue juga tau ini anak gue karena mereka yang nemenin Julia dari mulai hamil.sampe ngelahirin" jelas Jo kesal.
__ADS_1
"Papahhh,,mimi" baby Jo mengambil.botol susu yang tidak jauh dari Jo.
"Oh,kamu haus yah sayang..."Jo mengambil alih botol susunya dan memeganginya.