My Cute Brondong

My Cute Brondong
Kecewa


__ADS_3

Jo tidak benar-benar ingin bercerai. Tapi jika terus bersama dan hanya menciptakan luka buat apa di pertahankan.Jo sudah tidak ingin menjadi pria yang pemaksa lagi.Dia sadar yang dia lakukan belum tentu bisa di terima dengan baik oleh Julia.


Dia sudah putuskan semuanya terserah Julia.Apa yang Julia inginkan akan di kabulkan,termasuk permintaan cerai.


Jo mengemas barangnya sendiri,dia sudah memesan tiket pesawat ke Jakarta. Dia benar-benar akan pulang malam ini.


Julia menatap sedih lemari pakaiannya.Dia mengemasi barangnya dengan deraian air mata.Mungkin keputusannya berpisah dari Jonathan adalah pilihan terbaik.


Belum genap 2 minggu rumah tangganya harus hancur.Tepatnya baru 10 hari mereka menikah memutuskan untuk bercerai.


Di usia masih 10 hari,pasangan lain mungkin masih mesra-mesranya.jalan-jalan ke sana kemari mengukir kenangan indah dan merencanakan pulang honeymoon akan membawa kado terindah bagi keluarga di rumahnya.


Berbeda dengan Julia dan jo,dalam jangka 10 hari entah berapa ratus kali mereka bertengkar.


"Mungkin ini jalan terbaik" Julia terus bergumam dalam hatinya,mencoba meyakinkan hatinya bahwa keputusannya tidak salah.


Julia menyered kopernya dengan perasaan campur aduk.Dia terlalu lama mengemas barang-barangnya hingga Jonathan sudah menunggunya di dalam mobil selama 30 menit .


"Apa ada yang tertingg?"


Julia menggeleng lemah.


"Ada,kenangan kita tertinggal di sini"batin julia.


"Jalan pak,sudah hampir terlambat" ucap Jo pada supir pribadi di Villanya.


"Ini tiket lo" Julia menerimanya tanpa melirik Jonathan.


Dari luar Jonathan terlihat santai,tidak ada yang tau jika di dalam kepalanya dia tengah berpikir alasan apa yang akan Jo berikan pada keluarganya dan keluarga Julia.


"Sungguh tragis nasib pernikahan gue" batin Jo.

__ADS_1


"Semoga ini yang terbaik".


Jonathan memgambil ponselnya.dia mendial nomor maminya dan meninta sang mami untuk mengundang keluarga Julia dan berkumpul di rumahnya.Jo juga memberitahukan bahwa dia sudah dalam perjalanan pulang ke Jakarta.


____________Skip.....


Jonathan dan Julia sudah sampai di kediaman Jo.terlihat beberapa mobil berjejer di halaman rumahnya menandakan bahwa semua kelurga sudah berkumpul.Jo pun masuk bersama Julia di belakangnya,mereka menyambut kepulangan pasangan pengantin baru itu dengan suka cita.mereka berpikir mungkin Julia sudah hamil,jadi Jo mempercepat kepulangannya.


Jo duduk di sofa panjang,di sana semua anggota keluarganya sudah duduk manis ingin mendengarkan apa yang akan Jo umumkan.Apa kah sesuai dengan perkiraan mereka.Namun senyum dan kebahagiaan dari wajah semua anggota keluarga mendadak luntur setelah melihat wajah Jo yang tanpa ekspresi dan wajah Julia yang pucat dengan mata merah sepertji sudah menangis.


"Jo,jelaskan kenapa sudah pulang?" tanya Papi Jo.


"Begini,sebelumnya Jonathan ingin minta maaf pada semua keluarga yang ada di sini.terutama kepada Papi,mami,Ayah dan ibu. Jo ada sedikit masalah dan di sini Jo yang salah. Ayah,ibu Jonathan mau mengembalikan anak ibu yang bernama julia Maharani kepada Ayah dan ibu.maaf Jo gak bisa membuat Julia bahagia.Jo dan julia sepakat untuk bercerai". ucal jo


Jeeddeeerrrrrrrrrr........


Bagai di sambar petir di pagi buta semua keluarga yang ada di sana terlihat shock mendengar ucapan Jo.


Pak Agus berjalan ke arah Jo dan mencengkram kerah baju Jo.


"Katakan ada masalah apa?" tanya pak Agus.


"Papi tidak perlu tau,biar Jo dan Julia saja yang tau" jawab Jo.


plaakkkk....


Tamparan keras mendarat di pipi Jo,hingga membuat ujung bibirmya berdarah. Mami Rita tersentak kaget,dia tidak menyangka kalo suaminya akan kehilangam kendali hingga menampar anaknya.


Mami Rita menangis tersedu-sedu,dia tidak bisa membela anaknya dan menegur suaminya. Beruntung ibu Julia duduk di sampingnya dan berusaha menenangkannya.Walau pun sebenarnya hatinya juga sakit mendengar anaknya akan bercerai.


Julia diam seribu bahasa,dia tidak ingin membela Jo dan memberi penjelasan tentang masalahnya dengan Jo. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.

__ADS_1


Pak Agus menyadari kesalahannya,dia hilang kendali.Dia melihat pipi Jo yang terdapat bekas tamparan tangannya.Dia pun berjalan mendekati Jo lalu mendekapnya.


"Maafin papj Jo,tidak seharusnya papj tampar kamu" sesal pak Agus.


"Tidak pi,Jonathan memang pantas mendapatkan ini semua.Jo telah membuat kalian kecewa dan menanggung malu" ucap Jo.


Jonathan melangkahkan kakinya ke arah mertuanya,lalu dia pun bersimpuh di paha Ayah dan Ibunya Julia.


"Ayah,Ibu maafin Jonathan.Jo telah membuat kalian kecewa,membuat kalian malu.Maaf Jo tidak bisa membahagiakan anak Ayah dan ibu.maafin Jo" ucap Jo dengan derai air mata.


Semua yang ada di ruangan itu pun menangis tak terkecuali dengan Julia,hatinya sakit.ini kesalahannya yang telah membuat Jo kecewa dan sekarang dia membiarkan Jo menanggung semua kesalahannya hingga rela di tampar dan bersimpuh di kaki ke dua orang tuanya.


"Bangun sayang,Ayah dan Ibu memaafkanmu.mungkin ini sudah takdir yang Tuhan gariskan untuk kalian.Mungkin jodoh kalian harus sampai di sini.Kamu pria baik,kamu berani meminta maaf dan mengembalikan anak ibu seperti ini.Kamu harus janji,walau pun kalian berpisah tapi kamu jangan pernah lupakan ayab dan ibu" ucap Ibu Julia dengan isak tangis,dia membelai-belai rambut jo.


Ayah Julia tak sanggup berkata apa apa lagi.dia memang kecewa tapi lebih baik begini dari pada Jo membuang Julia tanpa nurani.


"Jo janji tidak akan melupakan kalian".


Jonathan berdiri dan duduk di samping Julia.


"Julia,terima kasih sudah mau menerimaku,terima kasih atas waktu yang kamu habiskan bersama ku.mungkin ini jalan terbaik untuk kita.Semoga kamu bahagia dan bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari aku" ucap Jo.


Julia menelan ludahnya kasar,dia tidak mampu membalas perkataan Jo.dia ingin mempertahankannya,tapi sepertinya sudah terlambat.


____________


Ayah,ibu dan Julia pulang ke kediamannya di Bandung.Setelah drama menyedihkan di rumah Jonathan Julia tak banyak bicara.Ingin sekali Ayah dan ibu Julia menanyakan masalah yang membuat mereka harus bercerai,tapi mereka urungkan melihat Julia yang begitu terpukul.


Sebenarnya kalo Julia mau bicara pada Jo untuk memperatahankan rumah tangga belum terlambat karena berkas perceraiannya belum di ajukan ke pengadilan


Tapi entahlah lidah Julia mendadak membeku dan bibir Julia mendadak tidak bisa terbuka.

__ADS_1


Mungkin ini lah takdir yang harus Julia lewati.


__ADS_2