
Di tempat lain Mely tengah malu bercampur kesal. Dia bukan hanya gagal menggoda bar tender itu dia juga harus menanggung malu.
Hanya demi menginginkan nomor ponsel seorang Jonathan. Mely bertekad dia harus bisa merebut Jonathan dari Julia,seperti yang dulu dia pernah lakukan pada Riko. Mely tau kelemahan laki-laki itu ada di selangkangannya,Asalkan dia dengan suka rela merangkak ke ranjang laki-laki mana pun akan bertekuk lutut. Jangankan pria lajang atau hanya berstatus pacar,pria bristri pun akan Mely kejar jika dia benar-benar menginginkannya.
"Gue harus bisa dapetin Jonathan,dia bukan hanya tampan tapi juga kaya. Kalo gue bisa dapetin dia gue bakalan terus belanja tanpa harus bekerja hahahahah" ucap Mely,dia tertawa di kamar apartemennya.
___________________
"Sialan,gue kira Jo bakalan naik ke mobil gue. Euh'',,,,tunggu aja besok sayang....kamu akan mencari ku setelah guru ganjen itu keluar dari sekolah" gumam Intan dengan senyum jahatnya.
Intan melajukan mobilnya kencang,dia tidak sabar menunggu hari esok. "Besok adalah hari kemenanganku" batin Intan
________________
toktoktok....
"Juliaaaaaa"...... panggil Jo.
Salah satu kebiasaan Julia adalah lupa mengunci pintu apartemennya.
" Kebiasaan pintu gak di kunci,gimana kalo yang masuk maling atau orang jahat,dasaarrr" kesal Jo. dia berjalan ke arah kamar Julia,pintu kamar Julia terbuka sebelum Jonathan mengetuk pintunya dan "Aaaaahhhhhhhh....." teriak keduanya.
__ADS_1
Julia kaget karena tiba-tiba Jonatham ada di depan kamarnya,sementara Jo dia kaget melihat penampilan Julia yang berantakan.
Rambut acak-acakan,di area mata terdapat lingkaran hitam tak beraturan akibat dari maskara dan eyeliner luntur karena menangis. di padukan dengan daster jelek selutut sangat kontras dengan penampilan Julia yang selalu rapi dan cantik.
"Ke-kenapa kamu ada di sini?" tanya Julia.
"Emang salah kalo gue ke sini?" tanya balik.
"Enggak kok,cuma kenapa bisa masuk?aneh aja perasaan itu pi,,,,,"
"Pintunya gak di kunci" potong Jo saat Julia belum selesai bicara.
"Lo mah ke biasaan,besok gue ganti kuncinya pake yang otomatis biar Lo kalo lupa tetep di kunci pintunya". tegas Jonathan.
" Oh ya,kenapa penampilan Lo kayak kunti kecebur?abis nangis Lo?" tanya Jo sedikit kesal karena kekagetannya tadi.
"Masih cantik mbak kunti kali Jo dari pada aku" jawab Julia.
"Eh,kenapa Lo malah bahas kecantikan mbak kunti?gue tanya Lo abis nangis? bodo amat sama kunti,gue gak peduli" bentak Jo.
"Jo,bisa gak jangan bentak-bentak aku terus" ucap Julia.
__ADS_1
"Gak bisa,gue kalo lagi sama Lo bawaan nya gemes terus.lagian gue bukan orang yang lembut dan romantis.gue segini adanya. Lo mau syukur,Lo gak mau juga bakalan gue paksa buat mau" ucap Jo tajam.
Julia mencerna semua ucapan Jo yang emang tidak seperti pasangan lain yang selalu lembut dan penuh perhatian. Jo berbeda,dia bisa bikin Julia bahagia dengan caranya sendiri.
"Lo kenapa bengong? kesambet?" tanya Jo yang lihat Julia senyam senyum mirip orang gila,apa lagi dengan penampilannya yang sekarang lagi amburadul sungguh sangat sempurna.
"Hm,,,enggak kok. Aku cuma khawatir soal foto-foto yang tersebar di sekolah. aku bisa di keluarin" jawab Julia
"Lo gak bakalan di keluarin,dan yanga bakal keluar itu ya orang yang nyebarin fotonya. jadi Lo tenang aja. ada gue. gue gak bakalan biarin Lp dalam masalah sendirian. Kalo Lo lelah,butuh sandaran nih bahu gue lebar cukup nyaman buat Lo bersandar" ucap Jo sambil menepuk-nepuk bahunya.
Julia tersenyum lalu meluk Jo erat "Gue gak bakalan pergi,yang ada gue bakalan mati kalo Lo meluk gue kayak gini,sesal tau....Lo kan cewek,kenapa tenaga Lo kuat banget" kata Jo.
"Kamu mah ngerusak suasana aja,orang lagi enak juga meluk kamu" ucap Julia sedikit memanyunkan bibirnya.
"Buat Lo enak,buat gue mah bisa mati gue. biasa aja meluknya toh gue juga gak bakalan pergi.tapi jangan lama-lama juga meluknya" ucap Jo.
"Loh kenapa gak boleh lama?" tanya Julia heran.
"Karena gue gak bisa nahan kalo yang di bawah sana bangun" bisik Jo di telinga Julia...
"A-apaa???"...
__ADS_1