My Cute Brondong

My Cute Brondong
Rumah Sakit 2


__ADS_3

Julia membuka matanya saat mendengar seseorang membuka pintu kamarnya.


"Nona,ini sarapannya" ucap suster yang masuk ke kamar rawat Julia.


"Terima kasih sus"


Julia melihat Jonathan yang masih terlelap memeluk perutnya. Wajah Jo yang tampan dan kalem membuat Julia betah lama-lama memandangnya.


"Jo,bangun. Aku mau ke kamar mandi"


"Hm...." Jo membuka matanya,dia menggendong tubuh Julia tanpa aba-aba membuat Julia kaget.


"Jo,pelan-pelan" ucap Julia.


Jo membawa Julia ke kamar mandi,dia bersandar di pintu kamar mandi yang tertutup nungguin Julia selesai.Matanya masih berat,saat melihat Julia keluar Jo pun langsung menggendongnya lagi dan menidurkannya di bangkar.


"Julia,Lo bisa makan sendiri kan?" tanya Jo dan Julia mengangguk.


"Gue masih ngantuk,mau tidur lagi. kalo ada apa-apa lo bangunin aja" ucap Jo lalu tidur kembali di samping Julia.


"Ini yang sakit dia atau aku sih?kok tidurnya jadi enakan dia sih?" batin Julia.


Julia mengambil nampan berisi sarapan paginya,dia pun memakannya sampai habis setelah itu dia meminum obatnya.


Setelah selesai Julia membaringkan kembali tubuhnya. Dia mencari ponselnya tapi tidak ketemu.


"Ah mungkin ketinggalan di Villa" batinnya.


Kemudian dia mengambil ponsel milik Jo yang ada di saku celananya. Julia tau ponsel Jo tidak di kunci dengan pola,sandi atau pun sidik jari. Ya walaupun ponselnya termasuk paling canggih,dia tidak punya rahasia apa-apa di ponselnya jadi dia tidak khawatir orang lain membukanya.


Julia mulai mainkan ponsel Jo yang isinya hanya beberapa game online seperti ML,FF dan PUBG. Dia ingin mencoba memainkannya namun takut Jo marah jadi dia memilih untuk menonton youtube. Berbaring di rumah sakit membuatnya jenuh apa lagi di tungguin sama orang tidur membuatnya semakin jenuh gak ada teman ngobrol.


Julia asyik menonton video-video lucu yang membuatnya tertawa sendiri sampai dia tidak sadar kalo tawanya membuat orang di sampingnya yang sedang tidur terganggu.


"Yang ih,,,,berisik" suara bass Jo membuat Julia menghentikan tawanya.


"Biarin,siapa suruh tidur terus" jawab Julia ketus.


"Lo mah ih bener-bener yah gak pengertian banget,suami masih ngantuk juga" ujar Jo sedikit kesal.

__ADS_1


"Kalo mau tidur enak mening kamu pulang aja,gak usah nungguin aku di rumah sakit" ucap Julia,dia mematikkan ponsel Jo dan sedikit melemparnya ke arah Jonathan.


Jo kaget yang mendapat lembaran benda keras ke perutnya hingga dia pun memaksakan membuka matanya. Dia bangun dari ranjang Julia dan berjalan ke kamar mandi. Setelah selesai Jo berniat mencari makan keluar.


"Yang,mau nitip gak?" tanya Jo


"Enggak" Julia menjawab singkat.


"Kenapa lagi ni istri gue?perasaan kesal mulu bawaannya sama gue" batin Jo,dia berjalan keluar ruangan Julia dan mencari makan di kantim rumah sakit.


Jonathan memesan makanannya dan kedatangannya ke kantin yang memang ramai karena sudah waktunya makan siang membuat sedikit keributan,pasalnya banyak perawat dan dokter muda yang mengagumi ketaampanan Jo.


Jo duduk di bangku kosong dekat pintu keluar kantin,dia makan dengan santai sesekali dia melirik ponselnya dan membacanya. Ada beberapa pesan whatsapp dari sahabat-sahabatnya yang menanyakan kabar dan basa basi membahas masalah pertempuran ranjang Jo dan Julia.


"Cih,boro-boro tempur di ranjang yang ada berantem mulu" gumam Jo sambil menyimpan ponselnya kembali.


Setelah selesai makan Jo berniat membelikan Julia sesuatu tapi dia urungkan,mengingat tadi Julia tidak minta apa-apa dia pun kembali ke kamar rawat Julia dengan tangan kosong.


Jo melihat Julia sedang memakan makan siangnya yang di sediakan rumah sakit,dia makan sangat lahap seperti orang kelaparan.


"Pelan-pelan yang makannya,gak bakalan ada yang rebut kok" tegur Jo yang sudah duduk di ranjang Julia


"Apa maksudnya?siapa orang yang gak peka-peka?" batin Jo.


"Gak usah di tungguin nanti juga peka sendiri" balas Jo,dia tidak tau orang yang di maksud Julia adalah dirinya.


"Kalo iya,dia bisa peka sendiri.kalo enggak, bisa mati berdiri aku nungguinnya" ucap Julia.


"Lo kenapa sih kayaknya sensi terus tiap ngomong sama gue?salah gue apa?" tanya Jo yang mulao gak tahan dengan kejutekan Julia.


"Salah kamu banyaaaaakkkkkk" teriak hati Julia.


"Gak ada yang salah,suami selalu benar" jawab Julia sambil makan.


"Mening lo jujur deh,apa salah gue?" tanya Jo


"Gak ada.kamu gak salah,aku lagi PMS" jaeab Julia.


"Bukannya udah selesai minggu-minggu kemarin yah?" tanya Jonathan,dia tau Julia lagi bohong

__ADS_1


"......"


"Jawab Julia....." ucap Jo


"....." terus makan.


Jo menggertakkan giginya,dia benar-benar bingung harus berbuat apa.


Beberapa hal yang perlu di ingat kaum Adam.


\=>Saat wanita bilang "kamu gak salah" itu berarti kami salah dan dia ingin kamu minta maaf.


\=>Saat wanita bilang "tidak ada apa-apa" itu berarti ada apa-apa dan dia ingin kamu menyadarinya.


Intinya,pola pikir wanita itu sebenarnya tidak rumit.Cuma pola pikir pria aja yang terlalu simple.


"Udah selesai makannya?" tanya Jo.


"Udah"


"Kapan lo boleh pulang?" tanya Jo lagi


"Gak tau"


"Ya udah gue tanya dokter dulu deh" Jonathan pergi ke ruangan dokter yang kemarin memerksa Julia.


"Permisi dok,saya suami dari pasien Julia. kalo boleh tau istri saya kapan bisa di izinkan pulang?" tanya Jo sopan.


"Oh nona Julia yah,sebenarnya nona Julia sudah bisa pulang hari ini.Mas silahkan urua administrasinya" jawab Dokter Marco


"Iya makasih dok" Jo keluar dan menuju ruang Adm,dia membayar semua tagihan biaya selama Julia di Rumah Sakit.


"Yang,lo udah boleh pulang" ucap Jo,saat masuk ke ruangan Julia ternyata sudah ada suster yang membantu Julia melepaskan jarum impus dan membantunya beres-beres.


"Terima kasih sus"


"Sama-sama nona,anda jangan lupa jaga kesehatan.jangan terlalu banyak makan pedas dulu" jawab suster itu ramah.


Julia membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


Julia berjalan mendahului Jo,hatinya masih merasa sedikit kesal. Ya mau gimana lagi,mungkin itu resiko yang harus Julia hadapi saat mengambil keputusan untuk menikahi pria di bawah umurnya.


__ADS_2