My Cute Brondong

My Cute Brondong
Episode 8 keberhasilan yang tertunda


__ADS_3

"Ohh shiit".... umpat dua insan yang sedang di kuasa gairah itu. Sudah beberapa kali pintu di ketuk tapi tidak ada satupun yang mau membukanya. Baik itu Julia atau pun Jo. sungguh mereka benar-benar tidak ingin di ganggu.


"Kenapa gak di bukain?" tanya Julia. "Tidak perlu,nanti juga dia capek sendiri" jawab Jo lalu menekan kembali kepala Julia ke arah juniornya.


Julia menurut dan menjilat lalu menghisap tongkat Jo lagi. Jo benar-benar di buat melayang oleh Julia. "Honey, kamu sangat ahli. Belajar dari mana?atau kamu sering melakukannya?" tanya Jo di sela-sela kenikmatannya. Julia menghentikan aksinya lalu mengangkat kepalanya ke arah Jo "Hanya feeling aja, saya tidak pernah melakukannya atau pun belajar dari film biru". jawab Julia santai.


Jo tersentak dengan jawaban Julia "What,hanya dengan feeling dia bisa selihai ini? Tunggu-tunggu,,,,dia belum pernah melakukannya?berarti gue yang pertama yang merawanin dia? Oh Tuhan terima kasih atas nikmat dan karunia mu. Aku bersyukur Julia tidak jatuh ke tangan orang lain". batin Jo.


Julia membuka rok span nya dan berdiri menghadap Jo yang setengah berbaring di ranjang. "Kau sexy sayang?" puji Jo yang melihat tubuh telanjang Julia.

__ADS_1


"Aku tanya sekali lagi,Apa kamu yakin akan melakukannya denganku?ini pasti akan sakit". tanya Jo "Saya yakin Jonathan Al-Farizqi". jawab Julia yakin.


Di tariknya lengan Julia hingga dia menabrak tubuh polos Jo, Jo langsung membalikkan posisi hingga Julia berada di bawahnya. Dia langsung mengarahkan juniornya ke sarang sempit Julia. Menggesek-gesekkannya lalu menekannya sedikit kuat membuat Julia meleguh dan mendesah "Aahhhhhh,pehlan-pehlan Johh"......


Jo sedikit kesulitan,dia benar-benar harus berusaha lebih keras lagi "Ayo semangat Jo,demi kenikmatan yang akan kau raih" Batin Jo menyemangati dirinya sendiri.


Dia terus menekan dan menekan lagi sampai "Bleeesshhhh",,,,,,,,,, junior Jo masuk dengan sempurna bersamaan dengan itu mengalirlah darah perawan Julia.


"Jadi begini rasanya perawan?sungguh sempit dan menjepit. Benar-benar kenikmatan yang luar biasa" masih dalam hati Jo.

__ADS_1


Julia mengusap ekor matanya. "Kamu menangis?apa sekarang kami menyesal?" tanya Jo dengan tubuh masih menyatu. "Tidak,sama sekali tidak menyesal. Terima kasih Jo". jawab Julia. "Kenapa kamu tidak menyesal?gimana nanti sama suami kamu kalo tau kamu sudah tidak perawan?" tanya Jo lagi. "Aku rasa dia tidak akan peduli,karena yang mengambil keperawananku adalah orang yang akan menjadi suamiku". jawab Julia tidak jelas. "Maksud kamu apa?" tanya Jo bingung. "Karena kamu yang akan menjadi suami saya nanti" jawab Julia.


Jo masih tidak mengerti kemana arah pembicaraan Julia "Kita sudah di jodohin dari kita kecil.dulu kamu masih berumur 5 tahun dan saya 10 tahun. kamu selalu bilang sama papa kamu untuk melamar aku,tapi papa kamu mengganggapnya hanya sebagai lelucon anak kecil sampai suatu saat kamu sakit,dan kamu masih minta papa kamu supaya cepat melamar aku hari itu juga. Sampai akhirnya papa kamu pun mengalah dan melamar aku di depan kedua orang tuaku saat jenguk kamu'".jelas Julia panjang lebar.


"Jadi kamu itu si bidadari tomboyku?" tanya Jo tidak percaya. "Iya brondong manisku". jawab Julia tersenyum.


"Aahhh bidadari tomboyku,aku senang bisa bertemu lagi denganmu. sayang,ini gimana?mau di lanjutin atau enggak?" tanya Jo sambil menunjuk kearah juniornya yang masih menancap sempurna di gua Julia.


"Lanjutin aja,udah nangggung juga" jawab Julia

__ADS_1


Jo langsung memompanya dengan ritme yang hard.


"*Faster baby,*** me faster" racau Julia "Aaaahhhh, bidadari tomboyku kau sangat nikmat" Jo semakin cepat mengenjotnya " Baby,i'm coming" teriak Julia "wait me,one minute sayang" dan "Aaaaaaaahhhhhhhhhhh" desahan panjang keluar dari mulut dua sejoli yang baru saja melakukan aksi brcocok tanam. Jo menumpahkan spermanya di dalam rahim Julia.


__ADS_2