
Julia merasakan hawa dingin di sekujur tubuhnya.
"Gue,,,,suami Lo..." jawab Jo dari belakang tubuh Julia.
Sontak Julia membalikkan badannya dan melihat suaminya yang sedang cengengesan.
"Kamu ngagetin aja" ucap Julia lalu kembali menatap ombak.
"Lo habis nangis ya?" tanya Jo sambil dudul di samping Julia.
"Ah enggak,cuma kena angin jadi mataku berair" jawab Julia bohong.
"Biasanya kalo cewek bilang enggak pasti kebalikannya. kenapa?Lo kesal sama gue yah?" tanya Jo tanpa melihat Julia,dia mengikuti mata Julia yang terus menatap ombak di depannya.
"Aku gak papa Jo" jawab Julia.
"Huffftt,,,,,,gue minta maaf kalo kelakuan gue masih kayak gini. gue masih belum terbiasa dengan status gue yang sekarang udah jadi suami Lo. gue harap Lo bisa sabar ngadepin sifat gue yang masih kayak anak-anak.karena pada dasarnya gue emang masih anak-anak" ucap Jo.
"Gue gak nyesel dengan status gue sekarang,tapi kadang emang gue masih labil dan gak bisa ngertiin Lo" tambahnya lagi.
Julia menyandarkan kepalanya di bahu Jo. Air matanya mengalir tanpa dia sadari.
"Lo tau juga kalo bahu tempat bersandar.kenapa gak nyender dari tadi neng?" celetuk Jo.
Julia mencubil lengan Jo, "Aww,sakit yang" Jo merentangkan sebelah tangannya hingga ke bahu Julia kemudian dia memeluk Julia yang tengah bersandar pada bahunya.
"Lo kenapa?" tanya Jo lagi.
"Lo nyesel yab nikah sama gue?"
Dengan cepat Julia menggelengkan kepalanya.
"Aku gak nyesel nikah sama kamu,aku cuma lagi inget kejadian-kejadian yang menyakitkan dalam hidup ku dulu. Dan gak tau kenapa mataku langsung berair" jawab Julia.
"Lo tau gak terkadang ada hal yang tidak harus Lo kenang?contohnya kejadian buruk dalam hidup kita,misalnya di tinggal mantan, Percuma di kenang juga malah bikin sakit hati." ucap Jo
"Mantan juga bukan pahlawan yang harus kita kenang,dia hanya orang biasa yang awalnya menjanjikan bahagia tapi malah menorehkan luka. Lo lihat di sana ada tempat sampah besar?" tanya Jo menunjuk tempat sampah yang tak jauh dari tempat dia duduk.
Julia mengangguk.
"Itu sudah bukan tempat membuang sampah lagi,tapi tempat membuang mantan" ucap Jo dan berhasil membuat Julia tersenyum.
"Gue gak bisa janjiin lo apa-apa. tapi gue bakalan berusaha semampu gue buat bikin lo bahagia dan menjaga hati ini hanya buat lo. Gue sadar gue orang kaya,semua aset keluarga gue bakalan jatuh ke gue,tapi gue pengen berusaha sendiri,cari uang sendiri tanpa harus minta papa. Gue pengen mandiri. jadi gue harap lo terus dukung gue dan do'ain gue" ucap Jonathan sambil ngelus-ngelus rambut Julia.
"Jo,makasih yah kamu mau berjuang buat kita. aku pikir kamu hanya anak orang kaya yang manja,tapi ternyata aku salah. di balik kamu yang begini tenyata ada kamu yang begitunya" ujar Julia tersenyum menatap Jo
"Eh,apa maksud lo gue begini dan begitu?" tanya Jo heran.
__ADS_1
"Ah pokoknya gitu teh,intinya aku makin cinta sama kamu" jawab Julia lalu meluk Jo.
"Pulang yuk,,aku ngantuk" ajak Julia.
"Ayo".
Jonathan dan Julia pun berjalan pulang sambil berpegangan tangan.Saat melewati mini marker Julia minta mampir dan membeli beberapa makanan dan minuman kaleng.
" Aduhh" Julia mengaduh saat seorang wanita sengaja menabraknya.
"Sori gak sengaja" ucap wanita itu jutek.
Jo menghampiri Julia saat dia sudah selesai mengambil beberapa minuman soda favoritnya.
"Sikut kamu kenapa yang?" tanya Jo saat melihat sikut Julia lebam.
"Tadi jatuh di tabrak wanita itu" jawab Julia menunjuk wanita di depannya.
Jo menarik pundak wanita yang tadi nabrak Julia.
"Hei,,lo harua minta maaf sama istri gue" ucap Jo.
Saat wanita itu melihat Jo dia langsung melebarkan senyumnya.
"Mas yang tadi di pesawat saya kan?" tanya wanita itu.
"Maaf mas saya tidak sengaja" jawab Winda di buat-buat.
"Minta maafnya sama istri gue,bukan ke gue" bentak Jo
Winda tidak sudi kalo dia harus minta maaf sama Julia,karena menurutnya Julia tidaklah penting.Tapi mau bagaimana lagi demi mendapatkan pria di hadapannya ini dia harus rela menurunkan harga dirinya sedikit.
Winda menghampiri Julia yang berada di belakang Jo. Dia meraih tangan Julia dan meminta maaf.
"Maafin saya mbak,saya tidak sengaja.tadi saya buru-buru" ucap Winda tidak tulus.
Jo melepaskan genggaman tangan Julia dari tangan Winda dan menuntunnya ke meja kasir.
"Ayo kita bayar,cape gue" ajak Jo,mereka ninggalin Winda yang sedang kesal setengah mati.
Selesai membayar Jo dan Julia langsung pulang ke villanya,tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikutinya dan orang itu tidak lain adalah Winda.
"Oh,jadi mas tampan itu tinggal di sini" gumam Winda.
" Lumayan deket juga dari apartemen aku, Aku harus baik-baikin dulu bininya biar bisa deket sama si mas tampan itu".
Terlintaa pikiran licik di kepala Winda dan membuatnya tersenyum jahat.
__ADS_1
_,________________
"Julia,Lo kalo di tindas orang jangan diam aja dong.lawan biaa gak sih?gereget gue" kesal Jo.
Dia mengambil minuman sodanya dan duduk di sofa depan tv.
"Maaf,tadi mau aku lawan tapi kan ada kamu yang paati belain aku" ucap Julia sambil menunduk.
Jo menarik tangan Julia hingga Julia duduk di pangkuannya.
"Udah mulai bisa ngandelin gue yah?" ucap Jo sambil memeluk pinggang Julia erat.
"Terua mau ngandelin siapa?masa mau ngandelin suami orang" jawab Julia santai.
"Awas aja kalo berani,gue bakal bakar cowok yang berani deketin Lo" ancam Jo.
"Aku juga bakalan botakin cewek-cewek yang naksir sama kamu" balas Julia.
"Oke,gue gak keberatan"
"Tapi aku keberatan.kasian kan kalo mereka di bakar" ucap Julia.
"Ya gak apa-apa biar gak ada yang berani dekwtin Lo"
"Tapi itu terlali sadis"
"Bodo amat Juliaa yang pasti keputusan gue udah bulat" ucap Jo tegas.
"Iya deh terserah kamu" ucap Julia ngalah.
"Yang,tidur di sini kayaknya enak nih sambil nonton tv" ucap Jonathan.
"Iya boleh juga tuh,aku siapin dulu deh kasurnya" ujar Julia sambil berusaha lepasin tangan Jo dari pinggangnya
"Eits jangan dulu pergi,,,,,cium dulua" pinta Jo sambil memajukan bibirnya.
Cupp,,,,Juliq mengecup bibir Jo.
"Cium Juliaa,,,,bukan di kecup aja" protes Jo.
"Emang apa bedanya sih?" tanya Julia mulai kesal.
"Bedalah.... kalo cuma kecup cuma nempel aja tapi kalo cium tuh begini " jawab Jo sambil mencium bibir Julia lalu melumatnya lembut.
Jonathan dalam mode kesal
__ADS_1