
(Warning 21+)
Jam pulang kantor Julia masih fokus menyusun jadwal Jonathan besok.Ada beberapa yang di rubah dari jadwal asisten Jon.
Jonathan menekan tombol intercom di atas mejanya yang langsung tersambung ke meja Julia.
"Tolong buatin kopi,antar ke sini"
"Baik Mr". Julia berlari ke pantry dan membuat kopi.
"Apa dia harus lembur di hari pertamanya datang ke kantor?" batin Julia.
Dia merasa kasihan lihat Jo yang harus mempelajari semuanya.Beruntung asisten Jon sudah merangkumnya,hingga membuat Jo sedikit tertolong.
Toktoktok....
Julia masuk "Ini kopinya Mr"
"Hm".
Julia hendak melangkahkan kaki keluar dari ruangan Jo.
"Julia,mau kemana?" tanya Jo matanya masih fokus dengan berkas-berkas di mejanya.
"Mau lanjut kerja Mr"
"Sini kamu,tolong pijatin kepala saya. rasanya seperti mau pecah" ucap Jo.
"Ah,masa iya sih harus mijitin kepala"batin Julia.
"Kenapa masih di situ?gak usah takut semua karyawan udah pada pulang" ucap Jo.dia mencoba nebak apa yang ada di pikiran Julia.
"Ah iya,baik Mr" Julia mrndekati kursi Jo dan berdiri tepat di samping Jo duduk,dia mengulurkan tangannya dan mulai memijat-mijat kepala Jo.
Jonathan memejamkan matanya,dia menikmati pijatan Julia di kepalanya.
"Gue baru tau lo bisa mijit,kenapa gak jadi tukang pijit aja" ucap Jo.
Julia menekan kepala Jo hingga Jo mengaduh kesakitan.
"Aku gak ada bakat mijit" kesal Julia,
"Masa cantik gini di suruh jadi tukang pijit" batinnya.
"Sakit julia,lo jadi tukang pijit khusus gue aja" Jo meraih satu tangan Julia dan mengecupnya.
"Maafin gue ninggalin lo,gue cuma gak ingin jadi suami yang gak berguna buat lo. Jadi kapan lo siap gue nikahin lagi?" lirih Jo.
Julia meneteskan air matanya.
"Kapan pun kamu mau aku siap kok" ucap Julia
__ADS_1
Jonathan menarik tangan Julia membuatnya jatuh ke pangkuan Jo,Julia mengalungkan tangannya di leher Jo dan memeluknya erat.
"Jo,ini kantor.gak enak tau" bisik Julia
Julia merasakan reaksi alami di bawah pantatnya.
"Julia,gue gak tahan" ucap Jo,tatapan nya penuh dengan kabut gairah yang sudah tak kuat di tahan.
"Ta-tapiini kantor loh.gimana kalo ketahuan"
"Tenang aja" Jo menggendong tubuh Julia membawanya keruangan di dalam ruang kerja Jo,.di sana terdapat ranjang besar, lemari dan kamar mandi.
"Sejak kapan ada ruangan ini?" batin Julia.
"Apa jangan-jangan Jo sering tidur di sini".
"Ruangan ini khusus buat gue kalo lembur"ucap Jo,dia tau Julia kebingungan.
Jo menidurkan tubuh Juli di ranjang,sebelum memulai Jonathan mengunci pintu.takyt-takut kegiatannya ada yang ganggu.
"Juliaa,,,boleh?" taNya Jo.
"Hm" pipi Julia memerah karena di tatap Jo.
Jo tak menunda lama,dia langsung menyerang bibir Julia dan tangannya dengan gesit membuka pakaian Julia melemparnya ke sembarang arah.
"Jangan di robek" ucap Julia saat Jonathan akan merobek celana dalam nya.
"Aku gak bawa celana ganti"
"Tenang aja,di lemaRi ada banyak baju dan perlengkapan buat lo".
Dengan kecepatan kilat Jonathan merobek celana dalam Julia.Rupanya dia sudah tidah sabar lagi,mengingat 3 tahun dia berpuasa dan tidak pernah menyentuh wanita mana pun.dalam pikirannya hanya ada Julia seorang.dan hanya Julia lah wadah untuknya menanam benih.
Jo membuka pakaiannya,tak ingin berlama-lama lagi dia langsung mengarahkan juniornya ke arah inti Julia. dengan sekali hentakan Junior Jo menerobos lubang sempit milik Julia "Aakkhhh" Julia menjerit,mengalir darah segar dari vag*na Julia.
Jonathan menatap julia bingung.
"Lo perawan lagi?" tanya Jo.
"Em,,mungkin karena udah lama kamu gak berkunjung" jawab Julia malu-malu.
"Bagus,gak sia-sia gue pergi....thanks Julia"
Jo melanjutkan aktivitasnya,tidak ada kata sebentar.Jo terus-terus menyemburkan benihnya di rahim Julia.
"Sayang,lagi yah" pinta Jo.
"Kamu gak cape?aku lemes banget.kamu udah 5x loh" ucap Julia,tulang-tulangnya terasa remuk setelah Jo menyerangnya dengan ganas.
"Please..."
__ADS_1
"Besok kamu ada rapat penting,aku takut kamu telat"
"Gak akan sayang" Jo menciumi leher Julia yang sedang memunggunginya.
"Terserahlah" pasrah Julia.
Jo menekan tubuh Julia membelakanginya dan Jo berada di atas Julia.
Hingga sampai pagi kegiatan Jo berlangsung.
Jonatham benar-benar membuat Julia begadang semalaman bersamanya.
Jam 7 pagi Jo menggendong tubuh Julia ke kamar mandi,Julia menjerit saat merasakan tubuhnya sudah di guyur air.Pasalnya Julia tengah terlelap saat Jo menggendongnya.
"Jo iihh"....
Jo tertawa lepas,melihat wajah Julia yang kesal membuatnya merasa bahagia.
____________
Jo memulai rapatnya di salah satu restoran yang tak jauh dari kantornya,dia di temani Julia.
Saat rapat sedang berlangsung sesekali Jonathan mengisengi Julia dengan cara memainkan kakinya di bawah meja.
Satu jam berlalu rapat selesai.
"Julia,lo mau langsung makan siang di sini?" tanya Jo.
"Terserah Mr"
"Atau mau makan di kantor saja?" tanya Jo genit.
"Di sini saja Mr" jawab Julia cepat.dia tau apa yang di maksud Jo dengan makan di kantor.
Setelah selesai makan Jo berdiri hendak meninggalkan tempat duduknya.Baru satu langkah tiba-tiba anak kecil berumur 2 tahunan lebih menabraknya
"Ah,hati-hati sayang...." ucap Jo.
Anak kecil itu menangis,entah itu karena sakit atau kaget menambrak Jo.
Jo menggendong anak itu dan menenangkannya.
Dia sedikit kebingungan,pasalnya dia belum pernah berurusan dengan anak kecil dan kebetulan Julia tidak ada di sana dia ada urusan di toilet.
"Aduh mana sih Julia?Mana juga orang tua anak ini?" batin jo.
"Cupcup,,,jangan nangis anak manis" Jo encoba menenangkannya sendiri.
Ajaib anak itu berhenti menangis.
"Pa-papah...papahh..." ucap anak itu sambil tangannya mengelus pipi Jo.
__ADS_1