
Julia merapikan kasur lipatnya di depan tv,dia berencana untuk tidur di ruang tengah bersama suaminya.
"Oh ya Jo,abis pulang dari sini kamu mau daftar kuliah dimana?" tanya Julia sambil duduk di kasurnya.
"Belum pengen kuliah,rencananya gue mau ngurus cabang perusahaan papa yang di Bandung" jawab Jo yang masih anteng duduk di kursi.
"Apa?kok di Bandung? Aku gimana dong?" tanya Julia
"Ya gak gimana-gimana" jawab Jo santai.
"Maksud aku masa kita tinggal terpisah sih?aku di Jakarta kamu di Bandung" ucap Julia keberatan.
"Kata siapa Lo tinggal di Jakarta?Lo tuh harus ikut kemana pun gue pergi. Jadi kita bakal tinggal di Bandung" ujar Jo.
"Terus tugas ngajar aku gimana?" tanya Julia.
"Lo,berhenti ngajar dan ikut suami Lo dimana pun dia tinggal. Paham sayang?" ucap Jo penuh penekanan.
"Ih,kok kamu gitu sih?"
"Papa sama ayah yang nyuruh kita tinggal di Bandung" ucap Jo
"Tapi kenapa selalu mendadak?"tanya Julia sedikit kesal.
" Enggak mendadak kok,kita bisa siap-siap dulu.soalnya kita bulan madunya gak seminggu,tapi sebulan" jawab Jo
"Kata Ibu mertua jangan dulu pulang sebelum Lo hamil" sambung Jo.
"Apaaa?????ha-hamil???" teriak Julia kaget.
"Biasa aja kali.....kenapa??lo keberatan lagi?" tanya Jo
"Enggak,aku cuma kaget aja.kok kayak gak sabaran gitu sih ibu" jawab Julia malu.
__ADS_1
"Kirain Lo keberatan," ucap Jo lalu turun dari kursinya dan saku ke dalam selimut di samping Julia.
Jonathan menarik tubuh Julia mengajaknya masuk ke dalam selimut. Julia berusaha memberontak pasalnya Jo terus berusaha memeluknya.
"Lepass Jo..."
"Gak mau,"
"Ih,aku ngantuk Jo"
" Bohong,gue mau dong....."
"Kan malm udah"
"Ya gak apa apa,gue mau lagi"
"Jo,,,,,,"
"Apa sayaaang....."
"Siap sayang"
Jo membuka selimutnya dan langsung menindih tubuh Julia,dia membuka kaos dan celananya hingga senyisakan boxer. Julia menutup matanya malu saat melihat roti sobek milik suaminya.
"Gak usah di tutupin,sering lihat juga" ucap Jo
Julia memalingkan wajah malunya karena perkataan vulgar Jo. kemudian tangan Jo bergerak membuka kancing piyama tidur Julia dan bibirnya mulai menciumi bibir dan leher Julia.
Julia terus mendesah karena sentuhan Jo,.memang Jo suami idaman wanita.
Ganteng iya,
Kaya iya,
__ADS_1
tubuh bagus iya,
Jago bikin wanita puas iya.
Hanya dengan cumbuan di leher dan di dadanya Julia mendapatkam klimaks pertamanya dan membuat Jo tersenyum.
"Lo basah sayang,,,," ucap Jo sambil tersenyum dan membuka paha Julia lebar-lebar. Kemudian dia mengarahkan Juniornya hingga tepat di depan ** Julia dan memasukkam perlahan di "bleeshhh" Junior Jo mendarat sempurna di markas rudalnya.
Permainan pun terua berlanjut hingga membuat Jo dan Julia mendapatkan kenikmatannya,tidak ada kata sebentar karena memang Jo bukan laki-laki loyo yang baru 2 menit udah K.O.
Butuh waktu 2 jam untuk Jo bisa mencapai hasratnya,berbeda dengan Julia.dia tidak sekuat Jo dan terus mencapai puncaknya untuk ke sekian kali.
Hingga ngantuk pun menyerang mereka dan mengantarkan mereka pada mimpi indah.
Jo memeluk tubuh polos Julia,hatinya sangat senang karena bisa mendapatkan Julia.Bidadari tomboynya itu.
______________
Pagi pun tiba,sinar matahari menyinari tubuh telanjang dua insan pengantin baru lewat celah gorden di Villanya.
"Jo,bangun...lepasin tangan kamu. beraatt ihh" bisik Julia yang masih berusaha menyingkirkan tangan Jo yang melingkar erat di pinggangnya.
"Nanti aja bangunnya,kita malas-malasan aja" ucap Jo.
Julia mengurungkan niatnya untuk bangun karena bagaimana pun berdebat dengan Jo dia tidak akan menang.
"Yang,,,,,lagi yah...." pinta Jo.
"Ishh apa sih?"
"Morning sex yang". mohon Jo.
Julia tidak mengiyakan permintaan Jo juga tidak menolaknya. dengan begitu Jo lebih leluasa untuk memasukkan Juniornya dari arah belakang kerna memang ke adaan nya Julia memunggungi tubuh Jo.
__ADS_1
********
Maaf yah,up nya dikit.....š