
Julia sedang dalam mode senang,hatinya berbunga-bunga karena apa yang dia mau sudah dia dapatkan.Tas mahal impian semua wanita telah ada di genggamannya.Dia senyum-senyum sendirk di dalam mobil.Ya,mereka sedang dalam perjalan pulang ke Villanya.
"Segitu senengnya lo dapat tas itu" ucap Jo yang masih fokus menyetir,kadang sesekali dia melirik istrinya yang sedang senyum-senyum sambil meluk paper bag berisi tas.
"Iya dong,wanita mana yang gak seneng dapat barang mahal dari suaminya" sahut Julia
"Gue kan udah beliin lo tas mahal tuh,sekarang gue tanya lo mau ngasih apa sama gue?" tanya Jo
"Jadi kamu gak ikhlas beliin aku tas?" tanya Julia heran.
"Bukan gak ikhlas,lebih tepatnya karena gue udah ngasih sesuatu sama tadi jadi sekarang gue boleh minta sesuatu dari lo?" jawab Jonathan santai.
"Bukannya sama ya dengan gak ikhlas..memberi sesuatu dan berharap balasannya" batin Julia.
"Jadi kamu mau minta aku beliin apa?" pasrah Julia.
"Kalo barang-barang mahalkan kamu udah punya lagian aku gak punya banyak uang" Julia menunduk malu.
"Gue gak butuh barang-barang mahal,gue punya cukup duit buat beli apa yang gue mau.gue gak pernah minta siapa pun buat bayarin gue. Gue cuma minta ,,,a-annakk dari lo" ucap Jo
Julia tersedak ludahnya sendiri
"Apa???.....a-anak???"
"Iya gue pengen punya anak dari lo sekarang" tegas Jonathan dengan tatapan tajam.
"Emang kamu udah siap????tanya Julia Gara
"Lahir bathin siap Julia" jawab Jo penuh keyakinan.
"Kenapa buru-buru?"
"Kok gue ngerasa lo kayaknya gak mau punya anak dari gue" lirih Jo yang masih fokus nyetir
"Bukan,bukan aku gak mau.cuma,,,,,cuma aku ngerasa agak ke buru-buru gitu" Julia merasa tidak enak.
__ADS_1
Jo merasa kecewa.dia memilih diam dan memilih menambah kecepatan mobilnya.
Setelah sampai di Villa,Jo menurunkan beberapa dus berisi sepatu yang tadi dia beli. dia menyimpannya di atas ranjang dan keluar lagi.
Julia tidak tau Jo kecewa dengan ucapannya,jadi dia bersikap biasa aja.sekarang dia sedang berada di kamar mandi dan tidak mengetahui kalo suaminya pergi
Julia keluar dari kamar mandi dan kaget melihat tumpukkan dus di ataz kasurnya.dia membukanya satu persatu membuatnya tambah kaget.
"Inikan sepatu-sepatu yang tadi aku lihat.apa Jo yang beliin ini semua?" batin Julia.
Julia berlari keluar kamar mencari keberadaan Jonthan dan berniat bilang terima kasih,tapi sayang Jonathan telah pergi meninggalkan Villa.
"kemana perginya sih?" gumam Julia
Julia mencari mobil Jo ke garasi dan benar mobilnya pun gak ada.Lutut Julia lemas,dia tidak menyangka jika pembahasan masalah anak tadi di mobil membuat Jonathan pergi meninggalkannya.
Julia bersimpuh di lantai garasi,dia sudah tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri.Air matanya keluar deras tak terbendung.hatinya sakit bagai di remas-remas.Baru saja dia merasakan kebahagian kini senyuman yang tadi dia torehkan di bayar kontan dengan kesedihan hanya dalam hitungan jam.
Julia mengambil ponselnya dan mendial nomor Jonathan. setelah menunggu beberapa saat nomor Jo tidak dapat di hubungi.hanya operator yang menjawabnya.
___________
Dia buka. orang baru di sana,beberpa kali saat dialiburan ke bali sering mengunjungi bar di restoran itu.
"Hai bro,,,,,kemana aja lo baru nongol" sapa seseorang di sebrang Jo.
Jo tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian memeluk pria yang menyapanya.
"Ada aja gue,lo kemana aja?gue gak lihat lo di acara nikahan gue kemarin,kemana lo?" tanya Jo,dia langsung duduk berhadapan dengan pria bernama Erik yang tak lain sahabat jauhnya.
"Gue baru balik dari luar negri bro,lagian lo kawin mendadak banget kayak di grebek hansip aja" ledek Erik.
"Sialan lo,.lo kira gue hobi maen di pos ronda. Sorry men,,,,kelas gue kelas selebritis" ujar Jo sambil tertawa.
Ternyata keputusannya meninggalkan Julia di Villa bisa membuat hati dan kepalanya sedikit rilexs.
__ADS_1
"Iya deh,,,,bini lo mana?" tanya Erik
"Gue belum kenalan".
"Main dong ke Villa gue,...gue masih punya 3 minggu lagi di sini".
"Nanti gue ganggu acara bulan madu lo lagi"
"Ya elo maennya kira-kira jangan malem-malem atau pas gue lagi nanggung" ucal Jo
Erim tertawa lebar mendengar ocehan Jo.Jo yang sudah sedikit mabuk ngobrolnya sudah kemana-kemana.Kadang dia tertawa tak lama dia langsung menangis setelah itu dia tertawa lagi dan ucapannya semakin melantur.
"Jo,lo mabuk.gue anterin pulang yah" ajak Erik,dia berniat membopong tubuh Jo namun segera Jo tepis.
"Gue gak mau pulang,hari ini gue mau senang-senang. Gue mau lepasin beban gue....." ucap Jo sedikit teriak.
Erik menggelengkan kepalanya." Apa sih Jo masalah yang lo alami?lo sampe gila begini"
"Dia gak mau punya anak dari gue,apa gue buruk?apa gue gak pantes kalo gue jadi Daddy muda?gue tau gue emang tampan belum pantes jadi daddy tapi yang gue cari setelah nikah itu anak bukan yang lain.gue relain masa muda gue,kuliah gue hanya untuk nikahin dia.tapi ucapan bikin gue kecewaa....apa gue salah pengen anak?" ucap Jo,dari ujung matanya terdapat buliran bening membasahi pipinya.
"Mungkin istri lo belum siap,lo harus sabar". Erik mencoba menenangkan Jo.selama ini dia belum pernah melihat Jonathan yang putus asa seperti ini.Erik melirik jam tangannya "Sudah jam 1 malam,gue bawa kemana yah ni orang" batin Erik,dia melihat Jonathan yang sudah tergeletak di lantai dengan tubuh penuh kulit kacang.
"Alamat Villa nya gue inget.ya udah deh gue bawa dia ke Villa aja".
Erik membopong tubuh Jo "Ini anak setan berat banget,kelebihan dosa kali ni orang".gerutu Erik.
Mobil Jo di titipkan di parkiran restoran itu.Kemudian Erik mengantarnya dengan mobilnta.
Setelah sanpai di Villa,Erik mengetuk pintu.setelah beberpa kali mengetuk keluarlah sosom mahluk cantik sexy mulus putih imut dan menawan membuat jantung Erik berdegup kencang.
"Maaf mas,cari siapa?" tanya Julia.
"Hai sayang..." Jo muncul dari balik tubuh Erik melambaikan tangan dan berjalan sempoyongan ke arah Julia.
"Ini saya mau nganterin temen saya.Istrinya ada?" tanya Erik.
__ADS_1
Belum juga Julia menjawabnya udah keduluan Jo yang sedang menyenderkan tubuhnya di pintu.
"Ngapain lo nanya bini gue,dia bini gue" ucal jo dan membuat jantung Erik berhenti berdetak.