
Julia pov
Rupanya ada juga siswa ganteng dan keren di kelasnya tapi sayang di balik kegantengannya dia mesum tingkat medium. Masa baru ketemu aja udah menatapku dengan lapar belum lagi kejadian di kantin sekolah tadi di tambah lagi pake ngajakin pulang segala. Aku sudah biasa menghadapi siswa dengan berbagai modusnya biar bisa deket sama aku,termasuk sikapnya si Jonathan Al-Farizqi ini. Aku paham karena bukan hanya kali ini aku di godain anak muridku sendiri.
Ah mendingan aku kerjain balik aja dia. Aku terima tawaran nganterin pulangnya belum apa-apa dia udah langsung pegang-pegang tangan,terus aku bawa ke apartemen.baku yakin otaknya pasti udah mikirin yang enggak-enggak sampai dia begong di depan pintu. Aku udah bisa baca jalan pikiran cowok kayak Jo ini.
Aku tawarin minum lalu aku tinggalin dia di ruang tamu. Aku pergi ke kamar untuk mandi karena badanku terasa sangat lengket,terbesit ide di otak pintarku untuk lebih ngerjain dia. Aku keluar dengan pakaian sexi ku kaos putih tipis yang sedikit menerawang dan memperlihatkan BH yang aku pakai di padukan dengan celana Hotpants hitam.
Ku lihat dia menelan ludahnya dan ku yakin pasti tongkat sakti di balik celananya sudah gak kuat menahan godaan bodi sexi ku.
Julia End
__________
"Sial,kenapa gue gak bisa ngontrol diri gue sendiri sih?" batin Jo. "Perasaan baru kemarin gue lampiasin nafsu gue sama jalang di club malam,kenapa hanya lihat Julia begini aja nafsu gue udah berasa di ubun-ubun". batin Jo berteriak frustasi.
Julia duduk menyilangkan kaki di atas kursi di samping Jo. Jo terlihat salah tingkah melihat pemandangan di depan matanya,paha mulus putih terpampang jelas serta gundukan kecil berisi di balik hotpants Julia terbentuk sempurna. Sungguh ke indahan Tuhan yang tidak boleh di sia-siakan.
"Jo,kenapa kamu pucat?" Julia mengangkat tangannya dan menyentuh dahi Jo. "Kamu sakit?kamu juga berkeringat. apa di sini panas?" tanya Julia lalu mengatur suhu ruang tamunya.
Jo semakin salah tingkah, "Bukan ruangannya yang panas,tapi sesuatu di bawah sana yang terus-terusan berontak dan membuat tubuh gue jadi panas" geram Jo dalam hati. Dia menggerutu karena ketidak pekaan Julia,.
Semakin lama Jo semakin tidak kuat menahannya,hingga Jo menarik pinggang Julia dan melahap bibir mungilnya dengan sedikit kasar. Julia tidak berusaha menolaknya,karena dia memang sengaja menggoda Jo.
Julia membalas ciuman Jo tak kalah kasar. terjadilah ciuman panas antara Jo dan guru barunya.
Jo melepaskan ciumannya dan berdiri menjauhi Julia.
Julia kaget melihat Jo pergi menjauh darinya," kenapa Jo menyudahinya? Apa dia memang tidak menginginkannya?" pikir Julia. Jo terus melangkah ke arah pintu keluar lalu menguncinya. Dia berbalik sambil membuka satu persatu kancing baju seragamnya. Tanpa basa basi lagi Jo langsung menyambar bibir Julia hingga membuat Julia terdorong ke belakang.
__ADS_1
Jo yang sudah telanjang dada membuat Julia semakin tergoda,tubuh Jo yang sempurna menandakan kalo Jo sehat dan memiliki bibit yang sudah pasti unggul. Sekali tanam langsung jadi.
Di tengah-tengah kegiatannya tiba-tiba Julia menghentikan ciumannya dan mendorong dada Jo.
"Kenapa Julia?" tanya Jo.
"Sebaiknya kamu pulang Jo ini sudah hampir malam. kamu lupakan saja kejadian hari ini". ucap Julia lalu melangkahkan kaki ke kamarnya.
Jo mematung memandang punggung Julia yang menghilang di balik pintu kamar. "Dia pergi gitu aja?gak mikirin apa gue gimana sakitnya gue menahan gairah yang sudah hampir meledak?" Jo kesal sekesalnya dengan kelakuan Julia.
"Gue harus nyari jalang dulu sebelum pulang,masa iya gue harus main solo. Aaaaakkkkhhhhhh,Julia sialan. awas aja gue gak akan lepasin Lo". teriak Jo dalam hati.
Jo keluar dari apartemen Julia,dia membanting pintunya agak keras. Julia tertawa di dalam kamarnya saat mendengar suara pintu apartemennya di tutup dengan kasar,dia puas telah mengerjai anak muridnya. Dia bisa membayangkan wajah gantengnya Jo yang sekarang tertutup dengan ekspresi kesal akibat ulahnya.
__________
Devan terperanjat mendengar handphonenya berdering "Jo,akhirnya dia nelpon juga" gumam Devan. Devan langsung mengangkat panggilan Jo
Devan:" Hallo Jo? Lo dimana?udah kelar kencannya?"
Jo:"Brengsek emang si Julia.Lo cepat jemput gue di apartemen jalan X sekarang".
Devan:"Ok"
Devan langsung melajukan mobil Jo ke jalan X tak lupa dia membangunkan Irgi.
Jo masuk ke dalam mobilnya
Irgi:"Gila,udah nyampe apartemen aja kencannya. gercep juga lo".
__ADS_1
Devan yang melihat muka masam Jo pun sedikit heran,"pasti ada masalah" batin Dev.
Devan:" Lo kenapa Jo?harusnya Lo senang kan?"
Jo:"Senang apanya gobl*k, Lo tau gak kalo si Julia udah mainin gue?"
Dev dan Irgi pun mengernyitkan keningnya bingung.
Jo:" Kita ke club, gue butuh pelampiasan" perintah Jo
_________
Sampai di sebuah club malam Jo langsung memesan jalang langganannya. Dev heran melihat sahabatnya tanpa basa basi langsung buka kamar. Dev menatap Irgi, Irgi yang merasa sahabatnya menatap penuh tanya itu hanya mengangkat bahunya dan langsung memesan minuman di meja bar.
15 menit kemudian Jo keluar dan menghampiri sahabatnya yang ada di meja bar.
Irgi:"Tumben cepet,kenapa?impoten?".
plaakk
Jo:"Sialan Lo bilang gue impoten.Ini tuh gara-gara si Julia. Dia udah bikin gue tergoda setelah itu dia ninggalin gue di saat gue lagi mupeng-mupengnya dan bilang suruh lupain kejadian tadi. mana gue udah tanggung banget lagi.bener-bener sialan" umpat Jo
"Hahahahahahahahahahahahahah" Tawa Devan dan Irgi memenuhi ruangan di club itu. mereka tidak menyangka kencan yang sudah di tata rapi oleh Jo gagal berantakan. Sungguh tragis nasib Jo.
"Gimana caranya gue bisa dapetin dia?" gumam Jo pelan. Devan dan irgi pun ikut memikirkan cara untuk dapetin Julia.
"Gue ada ide nih Jo" ucap Irgi memecahkan kebisingan bar. "Apa ide Lo?" tanya Devan. "Gimana kalo nanti pas Lo mulai les Lo ajak tuh Bu Julia ngajarnya di kamar Lo,terus Lo kasih obat perangsang. gue yakin gak akan gagal" saran Irgi antusias. Jo hanya manggut-manggut dengan rencana Irgi.
"Tapi kalian harus bantuin gue" ucap Jo. "Siiipp".
__ADS_1