
Hai,...author update lagi khusus hari ini di karena kan suasana hati lagi seneng dapet handphone baru dari suami🤗...
_____________
Jonathan merangkul tubuh Julia lalu menciumnya kasar di depan Erik.
"Lo tega,,,,lo tega banget sama gue" racau Jo.
Jo masuk ke dalam rumah nya tanpa mempedulikan Erik yang menatapnya heran.
"Terima kasih sudah mengantarkan suami saya,maaf juga sudah merepotkan anda" ucal Julia ramah.
"Sama-sama mbak.Dia temen saya,sudah seharusnya saya membantu.saya permisi dulu" pamit Erik.
Julia menutup pintu dan menghampiri Jo yang sudah tidur di sofa dengan posisi tengkurap.
Julia menatap nanar tubuh suaminya yang berantakan dan bau alkohol menyengat.
"Apa ini cara mu menyelesaikan masalah Jo?" ucal julia pelan.
"Gue tau Cara ini bukan untuk selesain masalah,tapi setidaknya dengan begini gue bisa melupakan masalah gue sedikit.Lo gak bakalan tau seberapa besar beban yang gue tanggung,seberapa besar masalah yang gue hadapi.Dan untuk malam ini,gue hanya ingin tenang tanpa banyak pikiran" ucap Jo masih dengan posisi tengkurapnya.
Julia tersentak,dia pikir Jonathan tidak mendengar ucapannya.
"Maaf Jo" lirih Julia.
"Biarin gue sendiri dulu" pinta Jo.
__ADS_1
Semabuk-mabuknya Jo dia tidak akan sampai hilang kesadaran,dia seorang pemabuk ulung.Tadi dia sengaja seolah tidak sadar di depan Erik,karena Jo tau kalo Erik seorang playboy.Cewek yang dia mau harus dia dapatkan.
Hati Julia sakit karena Jo tidak mau bicara dengannya.Dia berlari ke kamarnya sambil terus menangis.Sudah seminggu lebih setelah menikah ternyata tidak seperti yang dia bayangkan.Dalam pikirannya dia akan bahagia dan tidak ada masalah.tapi masalah selalu datang hanya karena beda pendapat atau pun kurang pengertian.
_________________
Hari minggu jonathan bangun pagi,dia berniat melakukan Jogging. Dia pun memakai pakaian olahraganya dan keluar tanpa pamit pada Julia.
Jam 7 pagi Julia keluar dari kamarnya sudah rapi.dia ingin menyelesaikan masalahnya dengan Jo.Dengan semangat dia menghampiri ruang tamu tempat dimana semalam suaminya tidur.Tapi sayang,hanya ada sofa kosong. Julia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,tidak ada tanda-randa Jo.Dia pun duduk sambil menutup wajahnya dengan ke dua telapak tangannya.Matanya lerih menahan air mata.
"Di tinggal lagi"batinnya.
Kreekk....
Suara pintu terbuka,Jonathan masum dengan membawa kresek bubur.Julia segera berdiri dan menghampiri Jo.
"Ini bubur,makanlah" Jo mendahului Julia.
"Nanti aku siapkan kamu mandi dulu aja" ucap Julia
"Itu buat lo,gue udah makan tadi" Jo ninggalin Julia yang mematung memegang kresek bubur dia menatap punggung suaminya yang kian menjauh dan menghilang di balik pintu kamar mandi tamu.
"Apa segitu fatalnya kesalahan aku hingga kamu jadi seperti ini" gumam Julia,dia menatap bubur yang dia pegang.
"Bagaimana bisa aku makan jika suasana hatiku seperti ini".
Julia menyimpan buburnya di meja makan.Dia hanya menatapnya tanpa berniat untuk memakannya.
__ADS_1
Tak lama Jonathan keluar dari kamar tamu dengan baju santai. Dia berjalam ke halaman belakang sambil menenteng ponselnya.Dia melewati Julia yang sedang duduk di meja makan.
Jo menyandarkan tubuhnya di kursi santai sambil memainkan game onlinenya.
Tanpa dia sadari Julia sudah berdiri di sampingnya.
"Jo..." Julia memberanikan diri.
"Aku minta maaf"
"Soal apa?" Jo masih terus sibuk dengan gamenya.
"Soal kemarin masalah anak,a-aku,,,,,"
"Lupain aja,gue gak mau maksa lo" Jo memotong ucapan Julia.
"Aku bukannya gak mau,tapi aku masih ragu sama kamu" ucap Julia menunduk
"Gue tau gue bukan orang baik,gue maklumi lo kalo lo ragu sama gue.tapi apa lo liat selama ini gue udah berubah?sekarang gue tanya sama lo,apa yang lo raguin dari gue?"
Julia tidak bisa menjawab alasan dia ragu sama Jo.Padahal dia tau selama ini Jo tidak pernah bermain wanita,apa yang dia mau Jo berikan,tapi entahlah yang jelas otak Julia bootlop atau ngeblang gak bisa mikir.
"Buat apa kita nikah kalo lo masih ragu sama gue dan gak percaya sama gue.kalo hanya untuk hidup bersama seatap gak perlu nikah.Ngekost aja.Anak-anak kost juga hidup bersama satu atap sama temennya.apa bedanya sama kita?"Jo masih fokus dengan gamenya tanpa berniat me atap Julia yang masih berdiri menunduk di sampingnya.
"Mening lo kemasi barang-barang lo kita pulang ke Jakarta malam ini.dan kalo lo masih ragu dan gak percaya sama gue lo boleh balik ke rumah orang tua lo.lo gak perlu mikirin alasan apa-apa,biar gue yang jelasin" ucap jo
Mata Julia membelalak "Apa kita akan bercerai?" tanya Julia.
__ADS_1
Jo mematikan ponselnya dan berdiri "Kalo lo maunya begitu,gue bisa kabulkan".