
Jo tampak gagah dengan balutan baju pengantin,dia tidak seperti anak SMA yang baru lulus. ketampanan nya meningkat berkali-kali lipat.
Julia tampak sedang gugup saat melihat Jo bersama keluarganya memasuki aula gedung.
Saat sudah di hadapan Jo mengulurkan tangannya ke arah Julia, Julia meraih tangan Jo. mereka saling bergandengan tangan menuju ke altar. Sampai acara pemberkatan selesai senyum manis terus terukir di bibir Julia dan Jonathan. Acara di lanjutkan dengan resepsi,banyaknya tamu membuat Julia kelelahan sampai dia pun melepas hills nya.
"Yang ih,malu-maluin tau" bisik Jo
"Jo,mama kamu ngundang berapa juta tamu sih?kok dari tadi gak selesai-selesai.Aku lelah,lapar lagi" ucap Julia.
"Gue gak tau,gue juga sama cape.maea banget di pajang kayak gini. gue kira nikah bakalan enak,tau gitu tadi abis pemberkatan gue langsung bawa Lo balik aja" kesal Jo.
"Hufffttt" Julia menghela nafasnya.
Jam 7 malam tamu undangan sudah mulai surut. bahkan keluarga Jonathan dan Julia pun sebagian sudah ada yang pulang.
"Huh',,,,akhirnya...." hela Julia.
"Ya udah kita ke kamar aja yu" ajak Jo
"Eh tunggu,main ke kamar aja. sini dulu,papa sama ayah mau bicara" ucap Papa nyq Jo
"Besok aja deh pah,cape nih" sela Jo
"Gak bisa" tegas papa
Julia dan Jo kembali duduk di kursi pelaminan.
"Ini" Papanya Jo menyerahkan amplop tebal.
"Apa ini?" tanya Jo
__ADS_1
"Buka aja" titah Ayah Julia.
Jo membuka amplop itu,matanya langsung melotot
"Papa gak salah?" tanya Jo
"Kenapa emang?" tanya papa santai.
"Harusnya kamu senang dong" ucap Mama Rita
"Jo senang-senang aja berangkat liburan tapi gak harus berangkat beaok juga kali pa...." kesal Jo
Julia hanya diam,dia tidak ingin terlibat dalam percekcokan antara Jo dan Papanya.
"Lo,kenapa diam aja? bantuin gue protes bisa gak?" ucap Jo sedikit membentak Julia.
"A-aku harus gimana?" tanya Julia gugup,dia masih shock atas bentakan Jo tadi.
"Sabar pah sabar" mama Rita menenangkan.
"Sabar Gus,mungkin mereka lelah. salah kita juga yang pesan tiket pesawatnya kecepetan" ucap Ayahnya Julia.
"Oke,Jo akan pergi besok. Ayo kita istirahat" Ucap Jo.
Dia pergi bersama Julia ke kamarnya meninggalkan Pa Agus,Bu Rita,ibu dan Ayahnua Julia.
"Aku harap Julia bisa melunakkan watak anakku" lirih Pa agus pada Ayahnya Julia.
_______________
Di kamar Jonathan membanting pintu kamar hotel dan membuat Julia kembali tersentak.
__ADS_1
Jo langsung ke kamar mandi untuk dinginkan otaknya yang sudah mendidih.
"Apa ini sifat aslinya saat dia kesal?bagaimana aku menghadapinya?" batin Julia,tak terasa air matanya menetes. dia duduk di tepian ranjang dengan baju pengantin yang belum dia ganti,menatap lurus pada kaca jendela besar di depannya demgan terus berurai air mata.
Dia tidak menyesali pernikahannya,yang dia sesali adalah cara Jo yang tidak bisa menahan amarahnya.
Satu jam Jo mandi,dia keluar dengan pikiran yang sedikit fresh dia menghampiri Julia yang sedang melamun dengan mata sembab.
"Maafin gue sayang" ucap Jo sambil duduk di samping Julia.
"Iya" jawab Julia kemudian menundukan kepalanya,
"Maaf,gue dah bentak Lo. gak seharusnya pertengkaran ini terjadi di saat kita belum 24 jam resmi menikah" ucap Jo sambil mengelus pucuk kepala Julia.
"Gak papa kok,lupain aja. jadi gimana?kalo besok kita berangkat kita belum berkemas" tanya Julia.
"Ya udah gak usah bawa baju,kita bawa yang penting-penting aja.masalah baju kita beli aja di sana.lagian bulan madunya juga masih di Indonesia". jawab Jo
" Oh ya udah aku mau mandi dulu,bukain kancingnya dong.tanganku gak nyampe" ucap Julia
"Gue boleh minta jatah gak?" tanya Jo sambil membuka kancing gaun Julia
"Nanti aja pas di Bali". jawab Julia santai.
" Yahh,,,,,gagal lagi".......
Visual Jonathan nya aku ganti sama yang ini aja yah,
Itu Jonathan baru selesai mandi dan ekspresi minta jataj sama Julia๐
__ADS_1