
Seminggu kemudian.
Jonathan dan Julia resmi bercerai.
Sejak masalah perceraian selesai Jo kembali melanjutkan hidupnya.Dia tidak ingin terus berlarut-larut dalam kesedihannya.Selama itu pula dia tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Julia,hanya beberapa kali di tempat persidangan itu pun tidak saling menyapa.
Jo akan melanjutkan study nya,dia pun udah mendaftarkan dirinya untuk menimba ilmu di Universitas Harvard,Cambridge Amerika Serikat.
Jo di karuniai otak yang cerdas jadi baginya untuk masuk ke Harvard tidak sulit.Jo ingin menjadi pria yang bertanggung jawab dan mandiri.
2 hari lagi dia akan bertolak ke Amerika jadi sebisa mungkin dia melakukan persiapan dengan matang.Mulai dari kesehatan,bekal dan surat-surat untuk keperluannya di sana.
Sore harinya Jonathan kedatangan tamu,siapa lagi kalo bukan sahabat rese nya.
"Hay bro,,,,apa kabar??" sapa Irgi.
Jo yang sedang duduk di bangku balkon kamarnya pun menoleh.
"Lo berdua kenapa bisa da di sini?" tanya Jo heran.
"Lo bener-bener udah gak nganggap kita sebagai sahabat lo lavi yah? kok lo ada masalah gak bilang sama kita? Apa artinya kita buat lo?" kesal Devan.
Jonatha hanya menunduk,dia memang salah tidak memberitahu sahabatnya.
"Sorry,gue cuma gak ingin kalian repot karena masalah gue. gue tau kalian sibuk,jadk gur gak berniat ganggu.lo berdua sangat berarti buat gue"
Devan dan Irgi meluk Jo erat.
__ADS_1
"Lo kalo ada masalah cerita sama kita.walau pun kita gak bisa bantu tapi setidaknya beban lo sedikit berkurang" ucap Irgi.
Setelah adegan peluk-pelukan mereka duduk dikarpet samping ranjang Jo.
Irgi mengedarkan pandangannya,dia terpaku dengan 2 buah koper besar di depannya.
"Jo tuh koper buat kemana?Lo mau ngungsi?" canda Irgi.
"Oh itu,lusa gue mau berangkat ke Cambridge.Gue udah keterima kuliah di sana".
Seketika suasana menjadi hening,Devan dan Irgj menatap Jo dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Lo mau ninggalin kita?" tanya Irgi.
"Sorry,gue gak punya pilihan lain.gue pengen ngelupain kenangan yang sudah terlanjur pahit di sini. Ya siapa tau di sana nanti gue bisa dapet cewek yang sexy ,apa lagi kan di sana bule-bule" jawab Jo dengan sedikit kekehan.
"Lo tega Jo,.berapa lama?" tanya Devan
"Anak setan..........lo bener-bener biadab.tega bener lo mau ninggalin kita." kesal Irgi.
Dia merasa gemas sendiri dengan sahabatnya yang satu ini.
"Terus bu Julia gimana?" tanya Devan.
"Dia udah bukan urusan gue lagi,gue udah serahin dia sama orang tuanya"
"Semudah itu lo lupain dia?" tanya Devan lagi.
__ADS_1
"Gue gak lupain dia,cuma emang ini yang terbaik buat gue dan dia".lirih Jo.
"Kalo lo masih cinta kenapa gak lo pertahanin aja?"
"Percuma kalo cuma gue yang pengen tapi dianya enggak.Selama ini gue selalu memaksakan semua keinginan gue. gue gak mau maksa-maksa lagi,dia maunya cerai ya gue turutin. Gue ngerasa malu,kesannya kayak gue yang cinta sendiri"
**Aku tahu engkau sebenarnya tahu
Tapi kau memilih seolah engkau tak tahu
Kau sembunyikan rasa cintaku
Di balik topeng persahabatanmu yang palsu
Kau jadikan aku kekasih bayangan
Untuk menemani saat kau merasa sepi
Bertahun lamanya kujalani kisah
Cinta sendiri**
Suara Irgi melantun indah,Jo menendang kakinya sampai dia sedikit meringis.Sementara Devan hanya tersenyum.
Memang Irgi sebagai sahabat yang mampu mencairkan suasana.
"Udah dong melow-melowan nya...time is happiness...kita ke bar kuy" ajar Irgi.
__ADS_1
"Ayo deh" ucap Devan semangat.
Dengan terpaksa Jo pun menyetujuinya.