
Setelah pulang dari restoran Jonathan langsung menghubungi sahabat sengkleknya. Mereka janjian untuk bertemu di basecamp. Jo yang hatinya sedang senang berinisiatif mampir ke mini market dan membeli beberapa minuman kaleng beserta cemilannya.
•Basecamp•
"Hei bro,tumben Lo ngajak ketemuan. dari mukanya yang berseri-seri sepertinya udah gak galau lagi nih" sambut Irgi yang udah datang duluan.
"Dapet lotre Lo Jo?" tanya Devan. Jo hanya tersenyum lalu membuka tutup kaleng minumannya.
Irgi dan Devan menatap Jo penuh tanya.
__ADS_1
"Kenapa liatin gue gitu banget?berasa di intimidasi gue" ucap Jo santai "Eh kampret kita tuh penasaran,ngapain Lo ngajak ngumpul malem-malem gini?perasaan tadi pagi Lo masih kayak orang gila kenapa cepet bener Lo berubah. Apa yang terjadi Jo?" tanya Irgi "Lo penasaran yah??" tanya Jo.
"Bukannya jawab malah nanya balik,emang kampret Lo Jo" kesal Devan yang dari tadi nahan penasaran. "Lo berdua kepo deh aiihhh,,," jawab Jo."Lo tuh bener-bener ngeselin,nyesel gue ke sini. mening gue balik aja" ucap Irgi lalu beranjak. Tapi sebelum Irgj mengangkat bokongnya dari sofa "Gue baikan sama Julia. dia ngasih gue kesempatan terakhir" ucap Jo sambil menyulut sebatang rokok. Irgi mengurungkan niatnya "Serius bro? Selamatnya. pantesan Lo bawa banyak minuman sama makanan ternyata Lo lagi seneng. sering-sering aja begini Jo" ucap Irgi "Lo mah bisa aja manfaatin orang,rugi temenan ama Lo bisa-bisa gue miskin" balas Jo. "kekayaan bokap Lo kagak bakal habis 17 turunan Jo,segitu takutnya Lo miskin" sahut Irgi sedikit kesal. "Jo,tapi kenapa muka Lo kayak ada rasa khawatir gitu?" tanya Devan yang memang orangnya sedikit peka. "Gue takut ngecewain dia lagi,kalo sampai itu terjadi gue harus mundur dengan sukarela". jawab Jo dengan mimik sendu "Lo harus buktiin sama Bu Julia,walau pun Lo masih SMA tapi Lo bisa jadi sandaran saat dia lelah,Lo bisa jadi pelindungnya,Lo bisa jadi rumah untuk dia pulang"ucap Irgi so bijak.
"Gi,sejak kapan Lo jadi anak muridnya Mario Teguh?" tanya Jo jail. "Eh,,,si Bambang gini-gini gue lebih berpengalaman soal cinta. Lo tau sendiri berapa banyak cewek yang ngejar-ngejar gue" jawab Irgi memuji dirinya sendiri "Banyak sih yang ngejar-ngejar Lo,tapi semuanya barang bekas" timpal Dev "Sialan Lo, yang penting walau pun bekas tapi masih layak pakai" bela Irgi yang walau tak bisa di pungkiri nasibnya memang miris selalu mendapatkan cewek bekas orang lain. "Bhuahahahahahahahaha" suara tawa memenuhi ruangan basecamp.
_________________
Dalam hati Julia memang sudah mencintai Jonathan tapi gengsi dia cukup tinggi, hingga dia belum mau mengakui perasaan yang sebenarnya. Dia ingin melihat Jo merubah kebiasaanya dulu. Ya walau pun dia tidak yakin anak seperti Jo bisa melakukannya.
__ADS_1
Seorang wanita menginginkan suatu saat nanti punya pasangan hidup yang bisa di andalkan dalam segala hal. Bertanggung jawab.Bisa menjadi Sandaran untuknya,bisa jadi pelindungnya,bisa menjadi tempat berbagi keluh kesahnya.Semua wanita ingin mendapatkan lelaki yang sempurna.
"Semoga keputusanku tidak salah ngasih dia kesempatan" gumam Julia.
Julia masih berlarut dalam pikirannya,hingga dia pun tertidur. Julia melupakan sesuatu,mungkin karena dia terlalu lelah.
Jam 2 dini hari tampak ada seorang laki-laki bertubub tegap memasuki apartemen Julia yang tidak terkunci. laki-laki itu mengendap-ngendap takut membangunkan sang penghuni apartemen yang tengah terlelap. Di pandangi wajah cantik itu sungguh sangat menggoda. pandangan mata laki-laki bertubuh tegap itu turun dari wajah ke tubuh sexy Julia yang masih berbalut dress hitam selutut yang tersingkap memamerkan paha mulusnya. glek laki-laki itu menelan ludahnya,sepertinya pemandangan di depannya itu membangkitkan gairah lelakinya. Adiknya di bawah sana sudah menegang duluan,membuat yang punya merasa tersiksa.
"Baiklah Julia jangan salahkan aku, salahmu tidak mengunci pintu dan tertidur seperti ini. kamu yang menggodaku duluan" gumam Jo, ya laki-laki bertubuh tegap yang diam-diam masuk ke apartemen Julia seperti maling itu adalah Jonathan Al-Farizqi.
__ADS_1
Jo mendekati tubuh Julia kemudian menindihnya "Sayang,aku datang" bisik Jo. Julia mendesah dalam tidurnya "aahhh".....