My Cute Brondong

My Cute Brondong
Drama Di Mulai


__ADS_3

Jo memarkirkan mobilnya di parkiran khusus.Setelah itu dia menemui ke 2 sahabat gilanya.


"Udah beralih jadi fans gue sekarang?" tanya Jo saat lihat Devan dan Irgi ngoangosan.


"Maksud Lo apa?" tanya Irgi.


"Ya Lo berdua ngapain ngejar-ngejar mobil gue?udah kayak fans gue aja Lo" jawab Jo.


"Lagian Lo gue teriak-teriak Lo gak denger,ya gue kejar lah" ucap Irgi.


"Emang ada apa?kayaknya penting banget" tanya Jo acuh sambil menggigit ujung kuku jarinya.


"Nih,Lo dengerin" ucap Devan sambil memakaikan headset ke telinga Jo.


"Lo dengerin baik-baik" ucap Irgi serius.


Jo yang tadinya biasa aja kini terlihat tegang.


Rekaman pun di putar,Jo mendengarkannya dengan fokus.


"Jadi gue harus gimana?" tanya Jonathan setelah selesai dengerin rekamannya.


"Menurut gue sih mending Lo kasih tau Bu Julia,terus ajak dia kerja sama sekalian biar Bu Julia balaa dendam" jawab Irgi.


"Gue gak yakin Julia mau" ucap Jo sambil memegang dagunya.


"Lo mah belum juga di coba udah nyimpulin bu Julia gak mau" gerutu Devan.


"Udah biar gue aja yang ngasih tau bu Julia.kelamaan nungguin Lo mah" ucap Irgi lalu pergi ke ruangan bu Julia


toktoktok


Irgi membuka pintu ruangan Julia.


"Selamat pagi bu" sapa Irgi sopan.


"Pagi Irgi,ada apa?" tanya Julia


"Begini bu,ini ibu coba dengerin" Irgi ngasih ponsel berisi rekaman rencana Mely.


Julia terlihat menahan amarahnya Braakkk dia menggebrak mejanya tiba-tiba.


"Astaganaga bu Julia,,,,,," Irgi teriak kaget.


"Maaf gi,maafkan saya" ucap Julia,dia lupa kalo ada Irgi di ruangannya.


Jo yang awalnya nunggu di depan ruangan Julia bersama Devan pun langsung lari nyamperin Irgi yang teriak.


"Ada apa Gi?Lo gak papa kan?" tanya Devan yang melihat Irgi sedang memegang dadanya.


Julia menatap hape Irgi yang layarnya terdapat pecahan beberapa helai. Dia merasa tidak enak. Dia lupa saat tangannya menggebrak meja dia masih memegang hape Irgi.


"Gi,sini deh" ucap Julia pelan.


"Ada apa Bu?" tanya Irgi mendekat.


"Ini hape kamu,maaf yah. Nanti saya ganti hapenya" jawab Julia menyerahkan hape pada Irgi.


Irgi melotot melihat layar hape nya.


"Ternyata kalo cewek marah akan sekuat itu. serem juga" batin Irgi.


"Iya bu,gak apa-apa gak usah ibu ganti. biar nanti saya minta Jonathan aja" ucap Irgi

__ADS_1


"Bu,apa ibu punya rencana?" tanya Devan,dia melirik Jo yang dari tadi hanya duduk diam di sofa.


"Sepertinya Mely bukan tipe cewek yang mudah menerima kekalahan. Baiklah akan aku ikuti rencananya" jawab Julia.


"Saya setuju bu," ucap Irgi.


"Saya juga bu" ucap Devan


"Lo gimana Jo" tanya Irgi.


"Huff,,,,,,gue ngikut aja" jawab Jo sedikit tidak bersemangat.


Jonathan tipe cowok yang malas berurusan dengan masa lalu,apa lagi ini menyangkut cowok yang pernah ada di hati Julia. Berat rasanya dia untuk ikut dalam rencana yang akan di susun oleh sahabatnya itu. karena dia yakin dia gak bakalan sanggup lihat Julia deket-deketan lagi sama mantannya.


"Ya udah bu,kalo gitu saya dan Devan pamit dulu....dahhh ibu" pamit Irgi.


Setelah Devan dan Irgi pergi,Julia mendekati Jo yang tengah duduk malas di sofa ruangannya.


Dia duduk di samping Jo dan mengusap pucuk kepala Jo.


"Kamu kenapa Jo?ada masalah?" tanya Julia lembut.


Jo menjatuhkan kepalanya ke pangkuan Julia. Dia memejamkan matanya merasakan belaian tangan Julia di rambut halusnya.


Julia menatap wajah tampan Jo,.


"Sungguh pahatan sempurna yang tuhan ciptakan" batin Julia.


"Baru aja masalah kemarin selesai sekarang udah ada aja masalah baru," keluh Julia.


Jo membuka matanya,mata mereka saling bertemu.


"Lo guru,tapi baru masalah gini aja udah ngeluh... tenang masih ada gue..." ucap Jo membelai pipi Julia.


"Gue gak papa,cuma pengen diam aja"jawab Jo.


" Kamu ada -ada aja. Aku pengen banget balas dendam sama mereka berdua" ucap Julia penuh penekanan.


"Lo masih sayang yah sama mantan Lo?" tanya Jo.


"Bukan,sejak awal aku memang pengen banget balas mereka. tapi setelah kenal kamu aku sedikiy melupakan masalah itu. tapi saat aku denger Mely mau rebut kamu aku gak mau kejadian dulu terulang lagi. Saat itu aku masih bisa bangkit dan terus berusaha keras untuk melupakan rasa sakitnya. tapi sekarang kalo sampai aku kehilangan kamu,aku gak tau apa aku masih bisa hidup normal atau enggak" ucap Julia tanpa dia sadari air matanya jatuh.


"Gak usah nangis,gue gak sama kayak cowok Lo sebelumnya. Gue bukan cowok yang haus belaian wanita.cukup Lo aja yang boleh belai-belai gue" ucap Jo.


"Oh ya,maaf yah Jo kemarin aku ninggalin kamu.aku ngantuk banget" Julia tersenyum manis.


"Gue ngerti,tapi Lo bisa kan ngasih kabar dulu ke gue?kemarin gue nyari-nyari Lo kayak orang gila...Lo pergi ngajar gih,gue mau tidur di sini" ucap Jo


"Ya udah,aku ke kelas dulu yah. Selamat Tidur" pamit Julia lalu mencium kening Jo.


"Jangan di kening,gue bukan anak kecil. Di bibir aja" kata Jo sambil menutup matanya.


"Ish,aku kira udah tidur" ucap Julia lalu mencium bibir Jo.


______________________


Di tempat yang udah di tentukan untuk bikin drama.


Mely tau kalo Jo sering datang ke bar milik Romi. Dia udah nunggu 3 jam tapi Jo tak kunjung datang. Mely menghampiri Romi yang sedang meracik minuman.


"Hey,Lo temannya Jonathan kan?kok dia belum ke sini?" tanya Mely.


"Gue emang temennya,tapi bukan babysitternya" jawan Romi santai

__ADS_1


Mely sedikit emosi,kalo aja dia gak punya rencana dia udah pergi nyari bar lain.


"Sombong banget baru punya bar kecil kayak gini juga" gumam Mely.


"Gak papa gue sombong, Gue bikin usaha kayak gini dengan keringat gue sendiri dan gue puas dengan hasilnya.Ya walaupun terlihat kecil tapi kalo gue jual tempat ini duitnya bisa buat bayar Lo selama 5 tahun. tapi sayang,gue gak tertarik sama cewek bekasan" ujar Romi sinis


Mely mengepalkan tangannya,dia merasa harga dirinya di injak habis.


"Oh ya nona,bagi anda mungkin mendapatkan uang sangat mudah. anda tinggal naik keranjang dan membuat patner anda berkeringat di kasur. tapi saya yakin uang yang anda dapatkan tidak membuat anda puas.benarkan?" ucap Romi sambil berlalu pergi.


"Brengsekk"..... teriak Mely membuat para pengunjung beralih menatapnya.


Tak berselang lama Jonathan masuk ke bar sendiri dan memesan minuman. Dia masuk ke ruang ViP tanpa menutupnya rapat.Mely yang melihat mangsanya sedikit lengah langsung mengikuti Jo dan masuk ke ruangan tempat Jo dan menutupnya rapat.


Tanpa Mely ketahui ruangan itu telah di atur oleh Romi dan ke dua sahabat Jo untuk menjebak Mely dan Riko.


Jonathan pura-pura kaget saat melihat Mely masuk keruangannya.


" Ada salah masuk Nona,saya sedang menunggu pacar saya" ucap Jo.


"Saya gak salah masuk,saya ke sini mau memberi tahu kamu tentang busuknya pacar kamu" ucap Mely lalu duduk di samping Jo


"Oh yah?tapi saya percaya kalo pacar saya adalah cewek baik-baik" sahut Jo santai


"Tapi dia udah gak perawan,dia juga pernah hamil sama mantannya, saya dulu adalah sahabat baiknya tapi setelah saya tau dia gugurin anaknya saya jadi menjauhi dia" bual Mely


"Cih,trik murahan. Asal Lo tau,gue yang ngambil keperawanan dia...dan cara Lo fitnah dia sungguh sangat meyakinkan. sayangnya gue gak percaya" batin Jo.


Mely membelai-belai dada Jo...


Jo memejamkan matanya merasa risih dengan tangan kotor yang berusaha membuka kancing bajunya.


Jo pura-pura mabuk dan tidak sadarkan diri,Mely dengan cepat mencium Jo dan memeluk tubuh setengah telanjang Jo lalu memotretnya.


Di ruangan lain Romi,Devan,Irgi dan Julia tengah melihat kelakuan Mely dari kamera pengintai yang sengaja di pasang di ruangan itu.


ting...


Hape Julia mendapat pesan baru


"Waw,,,," ucap Julia


"Ada apa Bu?" tanya Irgi


"Lihat nih" jawab Julia menyodorkan hapenya


Mata Devan dan Romi melotot melihat pesan di hape Julia.


Sebuah pesan gambar yang di kirim nomor tidak di kenal,foto Jonathan tengah bermesraan dengan Mely.


"Benar-benar wanita ular yah" ucap Romi yang baru tau tentang Drama yang dia saksikan.


"Bu,sekarang giliran ibu" ucap Irgi.


"Hah' Baik"


Visual Romi



____________________


Sedikit promo yah,,,,baca juga novel saya dengan judul $Iblis berwajah tampan"😊

__ADS_1


__ADS_2