
"Ternyata cewek modelan Lo bisa manja juga yah" kata Jonatha sambil mendudukan bokongnya di sofa apartemen Julia.
"Aku juga manusia bisa Jo,.kenapa? kamu risih?" tanya Julia menatap Jo tajam.
"Ah,gawat kayaknya Julia udah dalam mode ngamuk nih" batin Jo yang nyalinya sedikit ciut karena di tatap Julia. dia berjalan ke arah Julia.
"Enggak kok,malah seneng. Lo jangan liatin sifat manja Lo sama orang lain yah,cukup ke gue aja" ucap Jo membelai lembut rambut Julia
Julia merasa tersentuh dengan kelembutan Jo,rasanya dia sangat rindu dengan sosok pria dewasa yang memberinya perhatian. Dia tersenyum lembut menatap Jo yang berada di sampingnya.
"Jik kamu tidak suka katakan saja. aku gak mau kamu terpaksa menerima ku yang seperti ini" ucap Julia.
Jo menghembuskan nafasnya kasar "Hemph,susah juga yah ngadepin cewek" batin Jo.
"Dari awal gue mutusin buat suka dan cinta sama Lo itu berarti gue harus bia nerima keadaan Lo. mau gimana pun Lo,gue tetep cinta dan sayang sama Lo. gue pengen ngenal Lo lebih jauh lagi. semua tentang Lo,hoby Lo,jalan hidup Lo baik itu tentang masa lalu atau apa pun itu dan apa yang Lo suka dan Lo gak suka. gue gak pengen di sebut pacar atau calon suami Lo yang gak tau apa-apa tentang Lo. dan jika Lo punya masalah,Lo cerita ke gue.walau pun gue gak pinter kayak Lo dan gak bisa ngasih Lo solusi tapi setidaknya gue bisa jadi pendengar yang baik buat Lo. Lo ngerti kan?" tanya Jonathan menatap mata Julia dalam.
__ADS_1
Julia mencoba mencerna semua yang Jo katakan dia tidak percaya kalo Jonathan bisa bersikap dewasa. kemudian dia mengangguk dan memeluk Jonathan.
"Kamu memang anak kecil yang sok dewasa.belajar dari mana kamu dapet kata-kata seperti itu?" tanya Julia yang masih meluk Jo.
"Diihh,,,,siapa yang anak kecil?hey gue udah dewasa yah...kata-kata itu tiba tiba aja ngalir di otak gue,. gue gak bisa gombal atau pun ngomong manis. gue begini adanya... Lo terima gue gak?" tanya Jonathan.
Julia menganggukkan kepalanya tanda dia setuju nerima Jo.
Jonathan tersenyum dan langsung mencium bibir Julia rakus. tidak ada kelembutan,ciuman itu murni ciuman yang penuh nafsu. Julia kewalahan,. "aahhhh,Jo turunin aku" pinta Julia saat Jonathan meggendongnya dan melepaskan ciumannya sebentar lalu kembali mencium bibir Julia dengan lembut.
" Sayang,apa boleh?gue udah gak tahan". ucap Jonathan dengan suara yang berat.
Julia menatap mata Jonathan yang mengkilat penut nafsu." kamu ada bawa pengaman?" tanya Julia.
"gue udah nyiapin ini" jawab jo yang mengambil satu bungkus kondon ultra thin dari nakas samping tempat tidur Julia.kemudian menyobeknya dan memasangkan di juniornya yang sudah menegang."Sejak kapan dia telanjang?" batin Julia.
__ADS_1
"Sejak kapan benda itu ada di sini?" tanya Julia heran
"Sejak pertama gue ke apartemen Lo" jawab Jo.
"Apaaa???kok aku gak tau?" tanya Julia
"Lo ga perlu tau yang penting sekarang kit lanjutin jangan banyak tanya cukup nikmatin aja" jawab Jo sambil membuk baju Julia.
"Tapi kan gak boleh seenaknya nyimpen barang pribadi kamu di tempat orang Jo" ucap Julia
"Bodo amat,yang penting gue hanya nyimpen itu di rumah Lo.emang salah yah?" tanya Jo.
"Salah Jo salah....gimana kalo orang lain tau?" batin Julia
"Salah sih engga,cuma kamu harus bilang dulu dong sama aki". kata Julia.
__ADS_1
" Sorry gue lupa" ucap Jo. Tanpa Julia sadari tubuhnya sudah telanjang dan sedang di tatap lapar oleh Jonathan.